Jubir Pemerintah Aceh Dinilai Lakukan Pembohongan Publik Soal Penurunan Angka Kemiskinan – afnews.co.id

Uncategorized

Jumat, 16 Juli 2021 - 16:22 WIB

3 minggu yang lalu

logo

Jubir Pemerintah Aceh Dinilai Lakukan Pembohongan Publik Soal Penurunan Angka Kemiskinan

AFNEWS.CO.ID – Direktur Eksekutif Aceh Legal Consul, Muslim A Gani SH, menilai Juru Bicara (Jubir) Pemerintah Aceh telah melakukan pembohongan publik terkait pernyataannya yang menyebutkan telah terjadi penurunan angka kemiskinan di Aceh.

“Kondisi ekonomi masyarakat Aceh saat ini, umumnya sangat mengkhawatirkan. Jadi pernyataan Juru Bicara Pemerintah Aceh ini sangat tidak relevan. Tolong jangan di putar balikkan fakta. Kasian rakyat,” ujar Muslim A Gani, Jumat (16/7/2021).

Menurut Muslim, pernyataan fungsionaris DPP Partai Demokrat, Kautsar Muhammad Yus, yang menyebutkan bahwa berdasarkan data BPS jumlah rakyat miskin di Aceh meningkat, ternyata lebih relevan dengan fakta di lapangan, dibandingkan dengan apa yang dikatakan Juru Bicara Pemerintah Aceh, Muhammad MTA. Apalagi, faktor utamanya adalah terjadinya pengangguran terbuka di Aceh.

“Juru Bicara Pemerintah Aceh itu jangan duduk di kantor terus atau terima laporan begitu saja. Turun dong ke daerah-daerah dan lihat apa yang terjadi. “Gob kabeh ciret dum. Kajeut neu piyoh siat”. Saat ini Covid-19 meningkat, tapi rumah sakit kosong. Jadi, kalian bisa melaporkan kondisi Aceh yang sebenarnya kepada Pemerintah Pusat”, ungkap Muslim A Gani.

Baca Juga :  Pemerintah Aceh Santuni 56 Keluarga Ahli Waris Pahlawan

Dikatakannya, Aceh butuh keberanian Rakyat untuk bicara dan kondisi seperti ini tidak boleh terus dibiarkan. Karena, rakyat juga tidak bisa lagi berharap banyak kepada wakil rakyat yang ada di gedung-gedung DPRK maupun DPRA di Aceh.

Sebelumnya, Juru Bicara Pemerintah Aceh, Muhammad MTA, mengatakan angka kemiskinan Provinsi Aceh turun dari 15.43 ke 15.33. “Penurunan Aceh adalah 0.10 poin, ini menunjukkan trend positif” kata MTA dalam keterangannya di Banda Aceh, Kamis, (15/7/2021).

Secara umum, kemiskinan di Indonesia turun 0,05 poin dari 10,19 ke 10,14. MTA menambahkan, selama periode September 2020 hingga Maret 2021, penduduk miskin di daerah pedesaan turun 0,18 poin (dari 17,96 persen menjadi 17,78 persen). Sedangkan di perkotaan persentase penduduk miskin sedikit naik yaitu sebesar 0,15 poin (dari 10,31 persen menjadi 10,46 persen).

Baca Juga :  Covid -19 di Langsa Meningkat, Wakil Ketua DPRK Minta Sekolah Ditutup Untuk Sementara

Sementara itu pada Maret 2021, jumlah penduduk miskin di Aceh yaitu sebanyak 834,24 ribu orang atau 15,33 persen. Angka tersebut bertambah sebanyak 330 orang dibandingkan dengan penduduk miskin pada September 2020 yang jumlahnya 833,91 ribu orang atau 15,43 persen.

“Jika kita lihat laporan BPS tersebut, Kemiskinan di perkotaan dan pedesaan berdasarkan komoditi makanan itu relatif sama,” kata Muhammad. MTA.

Dipihak lain, fungsionaris DPP Partai Demokrat, Kautsar Muhammad Yus, memgatakan Provinsi Aceh kembali mendapatkan sebagai daerah termiskin di Sumatera, secara jumlah orang miskin juga terjadi kenaikan, walaupun kenaikannya tidak signifikan.

“Menurut data dari Badan Pusat Statistik (BPS), salah satu sebab naiknya angka kemiskinan yang terjadi di Aceh, dipicu oleh pengangguran terbuka. Satu tawaran solusi dari kami adalah meminta Gubernur dan DPR Aceh untuk segera mengizinkan kembali beroperasinya bank konvensional di Aceh,” ujar Kautsar kepada dialeksis.com, Jumat (16/7/2021).(Red AF)

Artikel ini telah dibaca 235 kali

Baca Lainnya