Menyelamatkan Tradisi ‘Kenduri Blang’ di Kota Langsa Provinsi Aceh – afnews.co.id

ACEH

Minggu, 6 Juni 2021 - 20:38 WIB

7 hari yang lalu

logo

Tradisi Kenduri Blang di Gampong Matang Seutui Kecamatan Langsa Timur

Tradisi Kenduri Blang di Gampong Matang Seutui Kecamatan Langsa Timur

Menyelamatkan Tradisi ‘Kenduri Blang’ di Kota Langsa Provinsi Aceh

AFNEWS.CO.ID – Kenduri Blang (sawah) merupakan suatu upacara yang dilaksanakan oleh masyarakat Aceh sebelum turun ke sawah. Kegiatan tersebut menjadi tradisi dan telah berlangsung secara turun-temurun.

Namun di era sekarang, tradisi kenduri blang terkesan mulai memudar dan jarang terlihat. Khususnya di Kota Langsa Provinsi Aceh, fenomena kenduri blang tergolong langka.

Diawali dari keinginan menyelamatkan adat budaya kenduri turun ke sawah yang secara turun temurun dilakukan, kenduri blang di Kota Langsa faktanya masih dilaksanakan hingga sekarang. Adat turun ke sawah ini merupakan tradisi bagi petani yang akan memulai menanam padi.

Tim Pemenangan Calon Walikota Langsa Sofyanto/Anto Jakarta, dipimpin oleh Syahrial Salim, Minggu (6/6/2021), berkesempatan menghadiri Kenduri Blang yang di laksanakan oleh para petani di Gampong Matang Seutui Kecamatan Langsa Timur. Rangkaian kegiatan kenduri blang ini diwarnai dengan doa bersama sebelum akhirnya menikmati makan siang beramai-ramai. Tak hanya para petani, sebagian besar warga setempat juga ikut serta.

Baca Juga :  KPBI Aceh Buka Askary Beitul Muqaddes di Kota Langsa

Pada kesempatan itu, Calon Walikota Langsa, Sofyanto (Anto Jakarta) yang turun langsung dan berbaur dengan para petani di Gampong tersebut mengatakan, kenduri blang merupakan tradisi yang harus di pertahankan di Aceh khususnya di Kota Langsa. Tak hanya sebatas tradisi, nuansa kenduri blang juga dimaknai oleh Anto Jakarta sebagai bagian dari jalinan silaturrahmi guna terwujudnya persatuan dan kesatuan masyarakat.

“Era sekarang fenomena kenduri blang di Aceh khususnya di Kota Langsa mulai terkikis dan nyaris hilang. Tradisi ini harus kita pertahankan, sehingga adat dan budaya kita di Aceh dapat terselamatkan. Dengan tradisi ini mudah-mudahan petani yang ada di Langsa mendapatkan keberkahan dan hasil yang berlimpah,” ujar Anto Jakarta.

Kenduri Blang di Gampong Matang Seutui Kecamatan Langsa Timur

Zaman dahulu, adat ke sawah atau kenduri blang ini merupakan tradisi yang harus dilakukan oleh sekelompok komunitas petani. Sebagai sebuah tradisi turun temurun, tentu dimungkinkan perbedaan seremoni adat tersebut antara zaman dulu dan sekarang.

Baca Juga :  BPI KPNPA RI Aceh Sampaikan Belasungkawa Atas Berpulangnya H Makmur Budiman

Sebagaimana diketahui, Asal usul kenduri blang atau khanduri blang ini sudah ada sejak zaman nenek moyang. Tradisi ini dilakukan untuk peusejuek bibit yang akan diturunkan setiap tahun (tahun yang akan dilakukan penanaman padi). Sebelum kenduri, terlebih dahulu mufakat pesiapan kenduri oleh kelompok tani tersebut secara patungan (meuripe-ripe). Hasil patungan ini untuk persiapan pelaksanaan. Biasanya mereka sembelih ayam dan menyediakan nasi nasi bungkus atau bu kulah.

Dalam tatacaranya, penyembelihan ayam tersebut harus di sawah. Menurut keyakinan masyarakat di sana, hal itu dilakukan sebagai isyarat darah ayam agar petani selamat dari alat-alat yang tajam seperti cangkul, tajak, babat, dan lain sebagainya. Dalam kenduri blang itu juga dilakukan baca yaasin sekali tamat dan doa semoga tanaman padi tahun ini berkat hingga dapat dizakatkan.(Red AF)

Artikel ini telah dibaca 380 kali

Baca Lainnya