5 Tempat Usaha di Banda Aceh Kembali Disegel Petugas Karena Melanggar Prokes – afnews.co.id

ACEH

Selasa, 8 Juni 2021 - 11:37 WIB

5 hari yang lalu

logo

5 Tempat Usaha di Banda Aceh Kembali Disegel Petugas Karena Melanggar Prokes

AFNEWS.CO.ID – Personel gabungan yang melibatkan Unsur TNI, Polri dan Satpol PP/WH Aceh terus melaksanakan patroli untuk menertibkan tempat usaha yang masih melanggar Protokol Kesehatan dan Peraturan Walikota Banda Aceh, Senin malam (7/6/2021).

Dalam Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD) tersebut, petugas kembali melakukan penyegelan terhadap 5 tempat usaha yang dianggap tidak menerapkan Protokol kesehatan dan masih buka di luar ketentuan Perwal.

Hal tersebut dikatakan Karo Ops Polda Aceh Kombes Pol Drs. H. Agus Sarjito yang didampingi Kabid Humas Polda Aceh Kombes Pol Winardy, S. H., S. I. K., M. Si, dalam keterangannya, Selasa (8/6/2021) di Mapolda Aceh.

Baca Juga :  Walikota Diminta Sediakan Fasilitas Bank Bagi Warga Aceh Non Muslim

Lebih lanjut Agus menjelaskan, patroli dan penertiban tersebut akan terus dilakukan untuk mengendalikan dan mencegah penyebaran Covid-19 di Provinsi.

Apalagi, lanjutnya, saat ini tingkat penyebaran Covid-19 di kota Banda Aceh khususnya mengalami peningkatan yang sangat signifikan.

“Tetap kita lakukan penertiban. Apalagi lonjakan Covid-19 cukup signifikan,” ucap Agus.

Dalam kesempatan itu, Agus juga menyebutkan nama sejumlah tempat usaha yang disegel petugas lantaran melanggar Perwal dan tidak menerapkan Prokes.

Baca Juga :  Silaturrahmi Dengan Wartawan, Kabid Humas Polda Aceh Minta Media Gencar Edukasi Prokes

“Sedikitnya ada 5 yang disegel, yaitu Kembar Kupi, Pak Haji, Palapa, Pasar Lampaseh, dan Tamada Kupi,” beber Agus.

Selain melanggar Perwal, tempat-tempat usaha tersebut juga tidak menerapkan Prokes, seperti tidak ada tanda jaga jarak, tidak menyediakan desinfektan, tidak membatasi pengunjung, dan imbauan prokes lainnya.

Agus berharap, pemilik tempat usaha memiliki kesadaran untuk ikut membantu pemerintah mengendalikan penyebaran virus yang belum ada obatnya tersebut.

“Mudah-mudahan tumbuh kesadaran demi menyelamatkan masyarakat Aceh dari penyebaran Covid-19,” pungkasnya.(Ril/Edy)

Artikel ini telah dibaca 37 kali

Baca Lainnya