Elit Aceh Tak Mampu Bangun Komunikasi Politik, KIP & Rakyat Siap Sambut Pilkada 2022 – afnews.co.id

POLITIK

Senin, 5 April 2021 - 12:22 WIB

2 bulan yang lalu

logo

Elit Aceh Tak Mampu Bangun Komunikasi Politik, KIP & Rakyat Siap Sambut Pilkada 2022

AFNEWS.CO.ID – Direktur Eksekutif Aceh Legal Consul, Muslim A Gani SH, Senin (5/4/2021) menilai, terhentinya  pelaksanaan tahapan Pilkada Aceh 2022 lebih disebabkan oleh ketidakmampuan para tokoh dan elit politik Aceh dalam membangun komunikasi dengan pemerintah pusat.

“Ini kan jelas akibat lemahnya komunikasi politik para elit Aceh dengan Pemerintah Pusat. Atau bisa juga disebabkan lemahnya SDM para tokoh Aceh. Sehingga, KIP Aceh akhirnya terpaksa harus menghentikan seluruh tahapan Pilkada
tahun 2022, dengan alasan tidak adanya anggaran. Padahal KIP dan rakyat Aceh sendiri telah siap menyambut pesta demokrasi di tahun 2022 mendatang,” ujar Muslim A Gani.

Dikatakan Muslim A Gani, terhentinya tahapan Pilkada Aceh 2022 merupakan pengalaman terburuk dalam sejarah Pemerintahan di Aceh.

“Makanya kedepan ego UUPA ini tidak bisa kita jadikan sebagai penyangga utama dalam pemerintahan, disamping lemahnya tingkat pengawasan dan lemah dalam membangun komunikasi politik dengan pusat,” ujar Muslim.

Baca Juga :  Coba Seludupkan 2 Kg Sabu ke Medan, Sopir Aceh Dibekuk di Pasar Lueng Putu

Yang ironis, lanjut Muslim A Gani,  keluarnya pernyataan pemerintah Aceh pada (2/4/2021) terkait pelaksanaan pilkada 2022 Aceh tidak punya duit.
Alasan demikian tentu tidak masuk akal. Seharusnya APBA Thn 2020 untuk Pilkada Aceh 2022 sudah tersedia dalam APBA. Pantia Anggaran atau Badan Anggaran DPRA sepertinya tidak melakukan koreksi RAPBA 2019-2020, atau jangan-jangan model seperti yang terjadi di kabupaten/kota terjadi, dimana Anggaran tidak lagi dibahas kecuali melihat kepentingan anggota Dewan seperti Pokir dan proyek-proyek yang diusulkan melalui anggota dewan.

Sehingga, kata Muslim A Gani, hal-hal yang bersifat khusus terabaikan, seperti anggaran untuk penyelenggaraan Pilkada saat ini.

Terkait penundaan tahapan Pilkada 2022,  seharusnya para tokoh Aceh jauh hari sudah membangun komunikasi politik dengan pemerintah pusat, atau sebaliknya tempuh upaya hukum, sehingga kekhususan Aceh tetap terpelihara dibawah payung UUPA.

Baca Juga :  BPI KPNPA RI Aceh Sampaikan Belasungkawa Atas Berpulangnya H Makmur Budiman

“Jangan membuat opini yang menyesatkan masyarakat, kemudian  kami juga melihat ada ketidak kompakan elit politik Aceh dalam menyikapi Pilkada Tahun 2022. Padahal terkait hal ini KIP Aceh masih siap untuk menyelenggarakan Pilkada 2022 apabila sudah ada petunjuk KPU Pusat. Tinggal lagi elit politik Aceh melakukan lobi politik yang tepat sasaran di Jakarta,” kata Muslim.

Sementara itu Anggota DPR RI dari Partai Keadilan Sejahtera, HM.Nasir Djamil, Sabtu (2/4/2021), membenarkan bahwa salah satu faktor terhentinya tahapan Pilkada Aceh 2022 adalah karena tidak terbangunnya komunikasi yang efektif antara pemerintah Aceh dan elit politik Aceh dengan pemerintah pusat.

“Ya kita akui Aceh memang memiliki UU tersendiri. Tapi jika ada benturan dengan UU yang berlaku secara nasional, disini seharusnya ada  komunikasi efektif yang perlu dibangun oleh kedua belah pihak,” ujar Nasir Djamil.(Red AF)

Artikel ini telah dibaca 215 kali

Baca Lainnya