Khawatir Terancam Perdamaian  Mantan Panglima GAM Demo Tolak “KAMI” di Aceh – afnews.co.id

ACEH

Senin, 9 November 2020 - 13:26 WIB

11 bulan yang lalu

logo

Khawatir Terancam Perdamaian  Mantan Panglima GAM Demo Tolak “KAMI” di Aceh

AFNEWS.CO.ID – Mantan Panglima GAM Meulaboh Raya, Teuku Cutman menolak keberadaan Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) besutan Mantan Panglima TNI Jend (Purn) GATOT NURMANTYO di Aceh.

Hal ini dikarenakan keberadaan KAMI  di khawatirkan dapat mengancam keberlangsungan Perdamaian, serta berpotensi menganggu stabilitas keamanan dan  ketertiban masyarakat yang selama ini sedang berjalan kondusif di Aceh.

” Kita menolak kedatangan KAMI di Aceh karena dikhawatirkan dapat mengancam perdamaian yang sedang berlangsung saat ini di Aceh” Kata Cutman dalam orasi tolak KAMI di bundaran Simpang Lima Banda Aceh, Senin (9/11/2020).

Selain itu dalam aksi tolak keberadaan KAMI di Aceh yang di gagas oleh Gerakan Masyarakat Cinta Negara kesatuan Republik Indonesia  ( GATA NKRI), mantan Panglima GAM Cutman juga meminta serius kepada pihak Polda dan TNI di Aceh untuk bertindak tegas kepada kelompok apapun atau siapapun dengan maksud  menjalankan misi politik tersembunyi yang mengancam persatuan NKRI di Aceh.

Baca Juga :  Rabithah Alawiyah Siap Dukung Polda Aceh Sukseskan Program Vaksinasi

” Tidak ada tempat bagi kelompok apapun dan siapapun dengan maksud  menjalankan agenda politik tersembunyi yang bisa mengancam NKRI di Aceh” tegas Cut Man dalam orasinya.

Aksi tolak keberadaan KAMI yang mengatasnamakan diri GATA NKRI tersebut, dipusatkan di bundaran Simpang Lima Banda Aceh, diikuti oleh puluhan anggota elemen sipil secara tertib, dimulai  dari jam 09 sampai 10.wib, dan dikawal oleh puluhan personil Kepolisian dan TNI.

Berikut tujuan aksi yang berhasil diperoleh media ini dari pelaksanaan kegiatan tersebut:

1.Menuntut kepada pihak keamanan terutama kepada Polda Aceh dan TNI untuk memantau secara intensif pergerakan KAMI baik berupa mobilisasi massa maupun isu-isu yang berpotensi memecah belah elemen masyarakat Aceh.

2.Menolak keberadaan KAMI di Aceh karena dapat berpotensi mengancam keberlangsungan perdamaian Aceh dan persatuan NKRI

Baca Juga :  Kaukus Peduli Aceh: Rakyat Aceh Rindukan Bendera Alam Peudeung

3. Menolak keras kehadiran/deklarasi KAMI di Aceh karena dapat mengganggu stabilitas KAMTIBMAS yang sedang berlangsung sangat baik di Aceh.

4. Menolak keras kehadiran/deklarasi KAMI di Aceh dengan alasan karena dapat mengganggu konsentrasi Pemerintah Pusat dalam menjalankan agenda pembangunan dan penanganan pandemi COVID-19.

5. Mengajak seluruh masyarakat Aceh untuk tidak terprovokasi dan ikut dengan ajakan propaganda KAMI dan mengajak seluruh masyarakat Aceh untuk lebih cermat dalam menanggapi isu yang beredar di Aceh.

6. Mengajak masyarakat Aceh untuk mendukung pemerintah pusat dalam upaya peningkatan kemandirian ekonomi yang berbasis kerakyatan.

7. Mengajak masyarakat Aceh untuk mendukung Pemerintah Pusat dalam memperkuat Pancasila sebagai ideologi Bangsa.

8. Mengajak masyarakat Aceh agar tetap produktif dan bersatu padu untuk tetap mematuhi protokol Kesehatan.(Red AF)

Artikel ini telah dibaca 1.430 kali

Baca Lainnya