ACEH

Sabtu, 4 Juli 2020 - 17:45 WIB

1 bulan yang lalu

logo

HIPAKAD dan Bapera Aceh Temui Eks Tripoli di Peureulak Bahas Ketahanan Pangan

AFNEWS.CO.ID – Himpunan Putra Putri Keluarga Angkatan Darat (HIPAKAD) dan Barisan Pemuda Nusantara (Bapera) Aceh, Sabtu (4/7/2020), menemui mantan Kombatan GAM Eks Tripoli di Peureulak Aceh Timur, guna membicarakan program persiapan dan pembukaan lahan penanaman jagung, dalam rangka mewujudkan ketahanan pangan Aceh menghadapi dampak pandemi covid-19.

Ketua HIPAKAD Aceh, Muhammad Iqbal Piyeung, didampingi Sekretaris Bapera Aceh, Abd Hadi Abidin atau yang akrab disapa Adi Maros mengatakan,  pihaknya sengaja datang ke Peureulak Aceh Timur untuk menemui beberapa mantan Kombatan GAM Eks Tripoli di daerah tersebut antara lain, Usman Sami (210), Tarmizi (Tar Punti), dan  Syahabudin (Raden).

Turut hadir dalam kesempatan tersebut diantaranya, Asril ilyas Penasehat Hipakad Aceh Timur dan Tgk Amad Razak mantan Panglima Daerah II Simpang Ulim.

Dalam pembicaraan itu, mantan Kombatan GAM eks Tripoli dari Peureulak itu mengatakan, pihaknya siap mendukung penuh berbagai upaya yang dilakukan HIPAKAD dan Bapera Aceh, yang akan membuka lahan penanaman jagung pada tahun 2021 ini. Hal ini dalam rangka mewujudkan ketahanan pangan ditengah ancaman krisis pangan sebagai dampak pandemi covid-19.

Sebelumnya, Menteri Pertanian (Mentan) telah mengajak setiap Provinsi untuk memperkuat dan membangun lumbung pangan di daerah masing-masing. Menyikapi hal tersebut, Provinsi Aceh telah berupaya membuka lahan baru untuk penanaman jagung seluas 1000 hektar (ha).

Baca Juga :  Tarkait Laporan Fitnah Terhadap Plt Gubernur Aceh, HIPAKAD Apresiasi Polda Aceh

Bahkan Plt Gubernur Aceh, Nova Iriansyah, bersama Pangdam Iskandar Muda,Hassanudin, dan Kapolda Aceh, Wahyu Widada, beberapa waktu lalu telah meninjau lokasi pembukaan lahan penanaman jagung, di Gampong Tumpok Lampoh, Kecamatan Kuta Baro, Kabupaten Aceh Besar.

Tak hanya di Aceh besar, pembukaan lahan baru juga akan di lakukan di kawasan Kabupaten Aceh Timur.

Selain itu, Plt Gubernur menegaskan, pihaknya mendukung penuh lahan-lahan yang ada di Aceh dijadikan areal penanaman jagung oleh kelompok masyarakat. Pemerintah Aceh, siap membantu pembersihan lahan, menyumbangkan benih dan pupuk serta membangun pagar untuk areal perkebunan dimaksud.

“Rencananya, lahan tersebut akan dimanfaatkan untuk penanaman jagung oleh anggota Organisasi Himpunan Putra Putri Keluarga Angkatan Darat (HIPAKAD) Aceh,  kelompok tani dan organisasi kemasyarakatan lainnya,” ucap Nova.

Ketua HIPAKAD Aceh, Muhammad Iqbal mengatakan, lahan tersebut merupakan wilayah Hutan Taman Industri (HTI) milik PT Aceh Nusa Indrapuri (ANI). Ia mengatakan, perusahaan tersebut memberikan pinjaman lahan kepada HIPAKAD seluas 4.800 hektar dari total luas lahan 93.000 hektar milik perusahaan tersebut di Aceh Besar.

Baca Juga :  Bapera Aceh Kunjungi Istana Wali Nanggroe Aceh, Apa Yang Dibahas..?

“Untuk tahap pertama, kita buka seribu hektar dulu sebagai pilot project. Nanti akan kita susul.pembukaan di daerah lain seperti di Aceh Timur, ” kata Iqbal.

Iqbal mengatakan, peminjaman lahan oleh perusahaan tersebut sesuai dengan regulasi. Di mana, setiap perusahaan perkebunan wajib menyediakan lahan untuk masyarakat seluas 20 persen dari total luas areal kebun yang diusahakan perusahaan perkebunan.

“Di lahan ini kita akan membina mantan kombatan dan kelompok tani Cot Bago. Organisasi kemasyarakatan lainnya juga dapat ikut bercocok tanam di sini, “ujar Iqbal.

“Organisasi kepemudaan juga sudah kita ajak, jika selama ini anak-anak muda suka nongkrong di warung kopi kita ajak untuk menanam. Hasil panennya kita nikmati sendiri, ”lanjut Iqbal.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh, A Hanan, mengatakan, pemanfaatan lahan tersebut rencananya akan dimulai pada bulan September 2020 mendatang. Untuk itu, pihaknya akan menyiapkan beberapa hal, mulai dari pembersihan lahan, membangun pagar dan menyediakan bibit.

“Rencana penanamannya akan dimulai pada bulan September karena bulan Oktober sudah memasuki musim hujan, ”terang Hanan.(Red AF)

Artikel ini telah dibaca 8 kali

Baca Lainnya