EKBIS

Minggu, 29 Maret 2020 - 13:45 WIB

2 bulan yang lalu

logo

Warung Kopi & Cafe di Langsa Mulai Sepi Dihantui Covid-19 dan Tekanan Ekonomi

AFNEWS.CO.ID – Sejumlah warung kopi & cafe di Kota Langsa mulai terlihat sepi pasca pemerintah dan seluruh komponen masyarakat kota setempat mengeluarkan berbagai himbauan terkait upaya pencegahan bahaya covid-19. Meskipun ada juga sejumlah titik yang masih ramai.

Namun, beberapa warung kopi & cafe itu, ada juga yang sudah terlebih dahulu tutup. Selain dihantui bahaya covid-19, kondisi ini juga diperparah oleh faktor tekanan ekonomi yang begitu akut dalam sepekan terakhir.

Berdasarkan pantauan AFNEWS.CO.ID, Minggu (29/3/2020), beberapa jalan utama di Kota Langsa seperti Jl.A Yani, Jl Sudirman, dan Jl.T Umar, terlihat sedikit lengang dari biasanya. Hanya beberapa pejalan kaki dan kendaraan bermotor yang terlihat melintas. Kondisi ini jauh berbeda sebelum darurat covid-19 tersosialisasi dengan baik di tengah masyarakat.

Sementara, di sejumlah warung kopi & cafe, juga sepi pengunjung. Masyarakat sepertinya sudah menyadari bahaya covid-19 dan mulai memahami tindakan pencegahan dengan cara menghindari keramaian dan tetap di rumah saja. Selain itu, faktor tekanan ekonomi yang kian  kritis, juga memaksa warga tidak ada pilihan lain, selain tetap di rumah.

Tak hanya Warkop & cafe, pasar Kota Langsa juga ikut ‘kesepian’. Barang dagangan berupa kebutuhan pokok yang digelar di pasar Langsa, tidak banyak yang ‘diserbu’ pembeli. Malah diperkirakan omset para pedagang setiap hari telah mengalami penurunan secara signifikan.

Ketua BPI KPNPA RI Aceh, Chaidir Hasballah, mengatakan semua langkah yang telah di lakukan oleh Pemerintah dalam upaya mencegah penyebaran virus corona, sudah sangat baik meskipun masih terdapat beberapa kekurangan di sana-sini.

Dikatakannya, satu hal yang tidak boleh diabaikan oleh Pemerintah Aceh yaitu bagaimana memikirkan solusi terhadap dampak yang ditimbulkan akibat himbauan meminta rakyat menjauhi keramaian dan tetap di rumah saja.

“Mata rantai ekonomi dikhawatirkan akan putus dan masyarakat juga terancam kelaparan akibat di rumah saja. Ini harus di cari solusi secepatnya. Jangan lagi beretorika dan berwacana, karena saat ini dibutuhkan tindakan cepat sebelum terlambat,” kata Chaidir.(Red AF)

Facebook Comments

Artikel ini telah dibaca 259 kali

Baca Lainnya