Kesehatan

Rabu, 25 Maret 2020 - 12:53 WIB

3 hari yang lalu

logo

Soal Penunjukan RSUD Langsa Sebagai Rujukan Covid-19, Plt Gubernur Harus Tanggungjawab, Jangan “Salah Beri Resep Obat”

AFNEWS.CO.ID – Plt Gubernur Aceh, Nova Iriansyah, diminta tanggungjawab  terkait keputusan yang menetapkan RSUD Langsa sebagai salah satu rumah sakit rujukan penanganan pasien Covid-19. Apalagi, penujukan itu di nilai sepihak, tanpa melakukan crosscek kesiapan Rumah Sakit dimaksud.

Direktur Eksekutif Aceh Legal Consul (ALC), Muslim A Gani SH, Rabu (25/3/2020) menegaskan, terkait penunjukan RSUD Langsa sebagai salah satu rumah sakit rujukan Covid-19, Plt Gubernur Nova Iriansyah, dinilai telah “salah beri resep obat”.

Menurut Muslim, sepanjang pengetahuannya sampai hari ini kesiapan RSUD Langsa untuk menangani Pandemi yang ditetapkan oleh World Health Organization, belum memungkinkan. Seharusnya Plt Gubernur melakukan crosscek terhadap rumah sakit yang di tuju serta menginventarisir daftar kebutuhan yang diperlukan oleh pihak rumah sakit.

“Jadi, seharusnya rumah sakit yang di rujuk harus di bekali dulu dengan berbagai alat kelengkapan yang memadai, jangan asal tunjuk saja. Ini sama aja Plt Gubernur ‘salah beri resep obat’. Kami sarankan Nova Iriansyah segera memenuhi semua peralatan yang dibutuhkan oleh Rumah Sakit yang di rujuk itu,” ujar Muslim A Gani.

Dikatakan, saat ini sangat diperlukan langkah-langkah antisipasi dan penanganan dampak penularan Corona Virus Disease 2019 secara serius.

Diperlukan langkah-langkah cepat, tepat, fokus, terpadu, dan sinergis antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah.

Dalam hal ini, Muslim A Gani mengatakan bahwa Mendagri telah mengeluarkan Permendagri No.20 Tahun 2020. Tentang Percepatan Penanganan Virus Corona Vieses 2019.

Bahkan pemerintah pusat diketahui  sudah mendistribusikan APD kepada Ratusan Rumah Sakit di seluruh propinsi. Tapi untuk RSUD Langsa kenapa belum ada.

Kekhawatirannya, jika masyarakat ada yang terdeteksi PDP maka petugas medis dipastikan menolak untuk menangani, “mohon maaf informasi yang kami terima terakhir kemarin petugas medis diruang paru saja masih menggunakan masker yang dilapisi tissu”, ujar Muslim.

Padahal, lanjutnya, standard penggunaan untuk mereka harus N95 khusus. Karena itu termasuk ruangan rawan virus yang dihadapi hampir sama bahaya dengan virus corona .

Apabila ada pasien PDP di RSUD Langsa ternyata mereka menolak karena ketiadaan APD maka Plt Gubernur Aceh harus bertanggung jawab.

Apalagi, pemerintah pusat melalui Bapak Presiden sudah perintahkan untuk mendistribusikan ADP guna penanganan kasus tersebut di setiap  daerah.

“Kami curiga terhadap kebijakan Plt Gubernur Aceh terhadap Kota Langsa, diawali dengan pemotongan dana otsus milik Kota Langsa. Kemudian berlanjut penetapan RSUD Langsa sebagai Rumah Sakit rujukan, padahal sejauh pantauan kami RSUD Langsa telah mengeluarkan pengumuman menerima bantuan baik berupa ADP maupun termasuk masker .Hand Sanitaze dan lain lain terkait dengan persiapan penanganan virus yang terus menelan korban dibeberapa daerah lain,” katanya.

Karena itu, Muslim A Gani mengatakan jangan main tunjuk kalau tidak ada persiapan, harus siap terlebih dahulu baru ditunjuk. Kalau main tunjuk nanti petugas medis yang tidak punya alat untuk itu, pasti menolak menangani dan akhirnya akan mengundang kericuhan, seolah olah rumah sakit menolak padahal mereka juga harus menjaga diri mereka secara langsung .

” Kami mencoba membangun komunikasi dengan beberapa petugas medis di daerah ini untuk terus memantau kondisi terakhir di RSUD Langsa dalam rangka persiapan pencegahan Pandemi maupun masyarakat dalam status ODP, demikian Muslim A Gani.

Sementara itu pada bagian lain, pasca ditunjuknya RSUD Langsa sebagai salah satu rumah sakit rujukan Covid-19, Walikota Langsa Usman Abdullah, Rabu (25/3/2020), langsung menggelar rapat persiapan, di aula RSUD setempat.

Pada kesempatan itu, Walikota Usman Abdullah mengatakan, jika melihat kondisi RSUD kita memang dalam posisi tidak siap. Namun ini tugas negara yang ditunjuk.

Jadi mau tidak mau, kita harus  siap terima perintah Gubernur Aceh  ini. Namun kita harus sampaikan  kepada Gubernur apa yang menjadi  kebutuhan bagi rumah sakit kita.

” tolong data apa kebutuhan kita dan segera sampaikan ke Gubernur Aceh” ujar Usman Abdullah.(Red AF)

Facebook Comments

Artikel ini telah dibaca 1521 kali

Baca Lainnya