ACEH

Minggu, 22 Maret 2020 - 21:40 WIB

6 hari yang lalu

logo

Penebar Fitnah Monopoli Proyek Harus Bertaubat, Kinerja ULP Aceh Sudah Baik

AFNEWS.CO.ID – Tudingan beberapa pihak tertentu tentang dugaan adanya  monopoli proyek di Unit Layanan Pengadaan (ULP) Aceh, dinilai sebagai upaya untuk memfitnah kinerja pemerintah Aceh yang sedang bekerja keras membangun kesejahteraan rakyat. Karena itu, para penebar fitnah tersebut harus segera bertaubat ditengah kondisi seluruh negeri dalam bencana virus penyakit.

“Kami ini pelaku usaha dan berkepentingan langsung dalam melihat serta memantau kinerja ULP Aceh, terutama dalam proses tender sejumlah kegiatan APBA. Tidak ada yang namanya monopoli proyek. Malah kami disini harus berjuang keras dengan tingkat kompetisi yang tinggi dan sehat, untuk  memenangkan tender,” demikian diungkapkan Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kota Langsa, Abd Hadi Abidin yang akrab disapa Adi Maros, Minggu (22/3/2020).

Dikatakan, ULP Aceh saat ini sudah bekerja secara maksimal sesuai dengan aturan yang berlaku dan on the track. bahkan Kepres telah mengatur tata cara lelang. Tentunya, ULP Aceh dan Pokja nya juga diawasi oleh lembaga pengawas baik Inspektorat maupun lembaga independen lainnya.

“Jadi kami pikir tidak perlu kita sesama Aceh saling memfitnah. Apalagi soal sensitif seperti tuduhan monopoli proyek. Ini tidak boleh dan gak ada itu yang namanya monopoli proyek di ULP,” kata Adi Maros.

Menurutnya, sebagai pengusaha di Aceh, sikap profesional dan memenuhi segala ketentuan serta kelengkapan administrasi harus di kedepankan dalam mengikuti pelelangan di ULP. Tinggalkan cara-cara “preman” dan gaya lama yang tidak terhormat, di Aceh ini.

Oleh karena itu, sebagai Ketua Kadin Kota Langsa, Adi Maros meminta para pihak yang telah menebar fitnah tentang monopoli proyek, harus segera bertaubat. Apalagi, indikasi fitnah itu ditujukan kepada Ketua Umum Kadin Aceh, maka dirinya mengaku tidak bisa menerima hal itu.

“Daripada menebar fitnah demi mendapatkan proyek, lebih baik kita berzikir saja untuk menolak bala agar virus Corona tidak menelan korban di Aceh. Soal tender di ULP mari sama-sama kita lakukan pengawasan dengan melibatkan semua pihak terutama aparat penegak hukum. Nanti juga  akan ketahuan sendiri siapa sebenarnya yang coba memonopoli proyek” demikian Adi Maros.(Red AF)

Facebook Comments

Artikel ini telah dibaca 2017 kali

Baca Lainnya