ACEH

Selasa, 31 Maret 2020 - 19:05 WIB

2 bulan yang lalu

logo

Komisi I DPR RI: Medco & Rekanannya Jangan Curi Start Lockdown, Ayo Bantu Rakyat Aceh Timur

AFNEWS.CO.ID – PT Medco E&P Malaka diminta untuk tidak curi start Lockdown saat kondisi masyarakat Aceh Timur yang tidak menentu, ditengah darurat covid-19.

” Perusahaan Migas ini, diharapkan lebih peka dengan situasi masyarakat Aceh Timur. Jangan sedikit-sedikit ke Pusat saja untuk “cari muka”. Terus, rekanan yang selama ini mendapat keuntungan dari Medco juga harus ikut  bergerak membantu masyarakat dan Rumah Sakit di Aceh Timur selama masa darurat wabah ini,” demikian ditegaskan Anggota Komisi I DPR RI, Ilham Pangestu, Selasa (31/3/2020).

Dikatakan Ilham, dalam kondisi saat ini, seluruh elemen dan potensi yang ada di Aceh Timur, harus berinisiatif mengambil peran masing-masing untuk saling membantu tanpa harus menunggu instruksi. Sehingga upaya pencegahan dan pemberantasan penyebaran covid-19 di seluruh Aceh terutama di Aceh Timur, dapat berjalan dengan baik.

Karena itu, Ilham Pangestu meminta PT Medco E&P Malaka berikut para rekanan yang selama ini mengambil keuntungan dari perusahaan tersebut, untuk turut serta secara proaktif membantu masyarakat di Aceh Timur dan tidak menutup mata.

“Kita minta Medco dan Rekanan jangan ‘lari’ dari masyarakat serta tidak tutup mata dengan kondisi yang ada. Ayo bantu masyarakat Aceh Timur sekarang,” demikian Ilham Pangestu.

Sebagaimana diketahui, sejak merebaknya virus Corona di Aceh, perusahaan migas yang beroperasi di Aceh Timur yaitu PT Medco E&P Malaka dan para rekanannya,  sepertinya ‘tiarap’ dan terkesan lari dari tanggungjawab sosial.

Jangankan menyalurkan bantuan APD untuk tenaga Medis yang sangat diperlukan di Rumah Sakit Aceh Timur, Masker untuk warga lingkar tambang pun saja enggan mereka bagikan.

Sejumlah Wartawan telah berupaya menghubungi Humas PT Medco, namun humas perusahaan tersebut hanya bisa menjawab “kami lagi menunggu Instruksi dari pusat, dan mengenai pernyataan resmi untuk wartawanpun kami juga lagi menunggu realise dari pusat”.

Kondisi yang lebih memprihatinkan lagi, dimana salah satu jalur masuk covid 19 ini adalah adanya warga atau pekerja yang keluar masuk Aceh, baik dari luar negeri, maupun dari luar Aceh itu sendiri. Pihak perusahaan Medco sendiri, masih melakukan sistim ini, dimana karyawannya masih diberlakukan sistim kerja on-off.

Ketika karyawan mereka ada yang sedang off, maka karyawan tersebut kembali ke kampung halamannya masing-masing di luar Aceh. Begitu juga ketika sedang on, mereka akan datang kembali bekerja di PT Medco tersebut dan kondisi ini bisa jadi jalur masuknya virus covid-19 di Aceh Timur.(Red AF)

Facebook Comments

Artikel ini telah dibaca 1159 kali

Baca Lainnya