ACEH

Senin, 23 Maret 2020 - 13:06 WIB

5 hari yang lalu

logo

Ketua Sekber Irwandi-Nova Nagan Raya: Tangkap Penebar Isu Hoax Monopoli Proyek ULP Aceh

AFNEWS.CO.ID – Merebaknya fitnah tentang dugaan adanya monopoli proyek di ULP Aceh, juga telah mengundang reaksi keras dari Ketua Sekber Pemenangan Irwandi-Nova Kabupaten Nagan Raya, Cut Man.

Terkait isu tersebut, Cut Man, Senin (23/3/2020), mengatakan bahwa monopoli proyek APBA 2020 itu adalah isu HOAX yang tidak didasarkan bukti dan bukan hasil investigasi wartawan professional.

Dirinya menilai, di era keterbukaan informasi pelelangan tender proyek di ULP Aceh yang serba terbuka saat ini, hampir bisa dipastikan sulit terjadinya konspirasi dan monopoli tender APBA, apalagi untuk APBA tahun 2020.

Di katakan Cut Man, APBA tahun 2020 ini baru sebagian kecil diumumkan hasil lelangnya, dan tidak ada keributan pihak manapun, apalagi melakukan sanggahan dan protes atas kinerja ULP selama ini hingga tanda tangan kontrak dilakukan oleh plt Gubenur Nova Iriansyah.

“Jadi, dari mana terjadi konspirasi ? ini kan hoax tidak ada bukti sedangkan pihak lawan politik memakai narasi untuk merusak citra ULP dan pemerintah”, ungkap Cut Man.

Selaku Ketua Tim Sekber Irwandi Yusuf Kabupaten Nagan Raya, dirinya menilai pasca OTT Irwandi Yusuf, ULP terlihat lebih berhati-hati dalam mengerjakan paket pelelangan APBA, dikarenakan  Aceh masih dalam radar pemantauan ketat Oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

“Saya sangat yakin ULP Aceh sekarang beda dari sebelumnya dan terlihat lebih professional serta berhati-hati karena kerjanya diyakini masih diawasi ketat  pemantauan khusus dari KPK. Jadi,  mustahil terjadi konspirasi pemenang tender di APBA 2020 yang katanya melibatkan oknum kepala ULP, untuk merekayasa pemenang tender APBA th 2020, yang anggarannya telah  disahkan mencapai 17,2 T,” ujar Cut Man.

Soal adanya oknum dan pihak media tertentu, Cut Man mengatakan, siapapun itu yang kerjanya dari awal sengaja mengemas narasi hoax untuk maksud memprovokasi tentang monopoli APBA tahun 2019/2020, pihaknya meminta pihak polisi untuk segera menangkap dan memproses hukum penebar fitnah tersebut.

Bahkan, Cut Man juga mengharapkan
kepada media dan/atau oknum wartawan penebar fitnah supaya  diproteksi hukum agar tidak terus terulang secara leluasa membuat fitnah.

” Saya justeru mencurigai oknum nara sumber dan awak media tidak mengandalkan bukti kerja awal investigasi yang memadai, tapi berani meliput dan memberitakan kabar hoax yang merusak citra ULP dan pihak lain ikut terseret fitnah. Bahkan terkesan ada pihak tertentu yang berusaha  mengkondisikan atau mengacaukan situasi Aceh, agar tim kerja ULP Aceh terganggu dengan isu gaduh yang merusak reputasinya,” terang Cut Man.

Untuk memberantas isu fitnah ini, Cut Man menegaskan tidak ada cara lain kecuali tangkap si pembuat narasi pertama HOAX monopoli tender APBA yang telah menimbulkan keresahan publik. Karena dari narasi hoax inilah, akhirnya menjadi isu liar yang kemudian digunakan pihak lain untuk meliput serampangan tidak lagi melakukan investigatif lebih lanjut.(Red AF)

Facebook Comments

Artikel ini telah dibaca 1160 kali

Baca Lainnya