ACEH

Senin, 23 Maret 2020 - 12:07 WIB

5 hari yang lalu

logo

BPI KPNPA RI: Polisi Harus ‘Gulung’ Sindikat Penyebar Fitnah Monopoli Proyek ULP Aceh

AFNEWS.CO.ID – Badan Peneliti Independen Kekayaan Penyelenggara Negara dan Pengawas Anggaran Republik Indonesia (BPI KPNPA RI), meminta pihak kepolisian untuk segera mengulung sindikat penebar fitnah monopoli proyek ULP Aceh.

“Cara-cara lama dengan menebar fitnah seperti ini sangat tidak baik. Ini juga  salah satu faktor kenapa Aceh tidak maju dan selalu tertinggal dibanding daerah lain. Karena itu, kita minta Polda Aceh segera ‘menggulung’ semua sindikat penebar fitnah tentang monopoli proyek ULP Aceh ini,” kata Ketua BPI KPNPA RI Provinsi Aceh, Chaidir Hasballah, Senin (23/3/2020).

Dikatakan, tudingan beberapa pihak tertentu tentang dugaan adanya  monopoli proyek di Unit Layanan Pengadaan (ULP) Aceh, dinilai sebagai upaya untuk memfitnah kinerja pemerintah Aceh yang sedang bekerja keras membangun kesejahteraan rakyat.

Isu tersebut, diduga sengaja dihembuskan oleh ‘sindikat’ penebar fitnah di Aceh. Sepertinya sindikat penebar fitnah ini bukan pendatang baru, melainkan pemain lama yang  mencoba mengacaukan kosentrasi kinerja pemerintah.

“Bisa jadi dengan reformasi birokrasi menuju Wilayah Bebas Korupsi (WBK) dengan zona integritas yang sedang di canangkan oleh Plt Gubernur Aceh, membuat aktifitas para sindikat mafia proyek di Aceh ini menjadi terganggu. Menebar fitnah (maling teriak maling), mungkin salah satu cara yang harus mereka lakukan agar tetap bisa  menggerogoti proyek APBA seperti yang telah mereka lakukan selama bertahun-tahun,” ujar Chaidir Hasballah.

Karenanya, Chaidir meminta Polda Aceh untuk segera mengusut tuntas isu monopoli proyek di ULP Aceh, yang diduga sengaja di hembuskan oleh sindikat penebar fitnah dimaksud.

“Kita juga akan melakukan komunikasi dengan BPI KPNPA RI Pusat, agar melakukan koordinasi dengan Mabes Polri di Jakarta guna memback up kinerja Polda Aceh dalam menumpas sindikat penebar fitnah ini,” demikian kata Chaidir Hasballah.(Red AF)

Facebook Comments

Artikel ini telah dibaca 330 kali

Baca Lainnya