Kesehatan

Kamis, 26 Maret 2020 - 01:17 WIB

2 bulan yang lalu

logo

Alat Operasi Tertinggal di Rahim, Pasien RS Cut Nyak Dhien Langsa Meninggal

AFNEWS.CO.ID – Seorang pasien kuret pasca keguguran dengan usia kehamilan 1 bulan, dikabarkan meninggal dunia di Rumah Sakit Cut Nyak Dhien Langsa, setelah sebuah benda yang menjadi bagian dari alat untuk operasi, tertinggal di dalam rahim pasien.

Keluarga korban yang tidak terima dengan kejadian itu, Rabu (25/3/2020), melaporkan kasus tersebut kepada pihak kepolisian. Sementara, jenazah pasien dibawa ke RSUD Langsa untuk di otopsi.

Berdasarkan informasi yang diperoleh AFNEWS.CO.ID dari kerabat dekat korban, Kamis (26/3/2020), kasus ini berawal ketika pasien atas nama SH (26) warga Lengkong Kecamatan Langsa Baro, Mengalami keguguran di usia kehamilan 1 bulan. Lalu pasien dibawa oleh keluarga ke RS Cut Nyak Dhien Langsa, pada Selasa (24/3/2020) sekitar pukul 22.00 Wib untuk dirawat inap, karena mengalami pendarahan.

Di RS Cut Nyak Dhien Langsa, pasien di tangani oleh dokter RA spesialis kandungan. Selanjutnya, pada Rabu (25/3/2020), dokter yang menangani memutuskan operasi kuret terhadap pasien dan sekitar pukul 10.00 Wib, operasi pun dilakukan.

Pasca operasi kuret, kondisi pasien semakin melemah hingga dipindahkan ke ruang ICU, tanpa ada pengawasan dari dokter RA.

Dengan kondisi pasien yang makin melemah, tenaga medis di RS Cut Nyak Dhien Langsa mencoba melakukan Rontgen ke tubuh pasien. Hasil Rontgen, ternyata diketahui ada sebuah benda yang diduga alat bekas  operasi, tertinggal di rahim korban. Kondisi ini lalu diberitahukan kepada pihak keluarga.

Selanjutnya keluarga korban  mengkomplain dokter RA yang terkesan tidak terlalu serius melakukan penanganan pasien di RS Cut Nyak Dhien dan diduga lebih mengutamakan pengobatan di tempat praktek nya.

Setelah terjadi perdebatan, akhirnya dr RA memutuskan pasien yang tertinggal alat bekas operasi di rahimnya itu, akan dioperasi kembali pada pukul 22.00 Wib, dengan alasan dr RA tutup tempat prakteknya dulu.

Namun, kondisi pasien yang kian lemah, tidak mampu bertahan hingga pukul 22.00 Wib menunggu dr RA tutup praktek. Akhirnya, pukul 21.00 Wib, pasien menghembuskan nafas terakhir di RS Cut Nyak Dhien Langsa.

Keluarga korban yang sedang berduka  tidak terima dengan kejadian tersebut dan segera membuat laporan kepada polisi atas dugaan mal praktek atau kelalaian petugas medis.

Kemudian, jenazah pasien di pindahkan ke RSUD Langsa guna kepentingan otopsi. Untuk sementara, jenazah di simpan di kamar mayat RSUD Langsa dan pada Kamis (26/3/2020) baru akan dilakukan otopsi.

Sementara itu, pimpinan RS Cut Nyak Dhien Langsa, dr Yusuf, yang ingin didapatkan konfirmasinya, Kamis (24/3/2020) terkait kasus itu, tidak berhasil di hubungi.

Sebagaimana diketahui, Kuret atau kuretase, adalah suatu prosedur yang bertujuan untuk mengeluarkan  jaringan dalam rahim. Kuret biasanya diawali dengan tindakan yang dinamakan dilatasi, untuk melebarkan lever rahim (serviks), sehingga seringkali disebut sebagai dilatasi dan kuretase (D&C). Kuret dapat dilakukan dengan metode pengerokan menggunakan alat berbahan logam ataupun metode isap menggunakan alat khusus.(Red AF)

Facebook Comments

Artikel ini telah dibaca 33540 kali

Baca Lainnya