HUKUM

Sabtu, 8 Februari 2020 - 00:11 WIB

2 bulan yang lalu

logo

Soal Mantan Danton WH Dilapor ke Polisi, Politisi PA Harusnya Jangan Baper

AFNEWS.CO.ID – Kasus pelaporan terhadap Mantan Komandan Pleton Wilayatul Hisbah (Danton WH) yang telah beralih profesi menjadi Wartawan, oleh Politisi dari Partai Aceh, Maimul Mahdi, terkait dugaan pencemaran nama baik, ternyata mengundang reaksi dari para praktisi hukum di Kota Langsa.

“Dimana letak pencemaran nama baiknya. Kalau Maimul Mahdi mendukung pembukaan latte one cafe itu karena ada papan bunganya. Kan sudah bener. salahnya dimana. Malah kalau kami diundang, kami juga akan kirim papan bunga, sebagai bentuk dukungan,” ujar Praktisi Hukum dari Aceh Legal Consul (ALC), Muslim A Gani, Sabtu (8/2/2020).

Dikatakan, ketika warga merasa khawatir dengan adanya olahraga Billiard di cafe tersebut, itu hal yang lumrah dan seharusnya politisi dari Partai Aceh itu jangan Baper (bawa perasaan), hingga harus melaporkan si penulis berita ke polisi.

” Tidak semua orang mendukung setiap kegiatan kita dan boleh saja orang tidak mendukung Itu hak seseorang, kita tidak boleh memaksanya. Yang penting kita buktikan kepada masyarakat bahwa apa yang dikhawatirkannya tidak benar,  itu saja”, kata Muslim A Gani.

Kemudian lanjut Muslim, jika Maimul Mahdi menyatakan mantan Danton WH itu diduga telah memprovokasi masyarakat, rasanya terlalu berlebihan sebagai seorang anggota dewan yang nota benenya dipilih oleh masyarakat.

Sebagai wakil rakyat, Maimul Mahdi telah terpilih kembali menjadi anggota DPRK Langsa dan artinya yang bersangkutan masih disenangi oleh konstituennya. Lalu, kalau ada masyarakat yang minta hati – hati dalam memilih anggota dewan kedepan, itu juga boleh tak ada masalah di era demokrasi.

” Kalau kita tidak mau di kritik tak usah jadi pejabat kan begitu. Kemudian siapa yang menyatakan Maimul Mahdi mendukung maksiat, dalam tulisan Danton tidak ada kami lihat”, kata Muslim.

Karenanya, Muslim berharap para pejabat di Kota Langsa jangan terlalu  Baper dengan berita-berita seperti itu.

“Tidak harus semua lapor polisi dan tak semua harus di proses hukum, nanti makin banyak laporan makin gak muat penjara susah juga. Selagi bisa diselesaikan secara musyawarah kenapa harus lapor,” katanya.

Sebelumnya, Danton telah dilaporkan ke Polres Langsa oleh Maimul Mahdi, Jumat (7/2/2020), sesuai bukti lapor Nomor:  LP/23/II/RES.1.24/2020/Aceh/Res Langsa, dengan delik aduan dugaan tindak pidana penghinaan dan pencemaran nama baik sesuai Undang-Undang ITE.

Latar belakangnya,  Anggota DPRK Langsa dari Partai Aceh itu sebelumnya sudah berniat melaporkan oknum Wartawan tersebut, karena telah membuat sebuah pemberitaan tentang keberadaan Latte One Cafe, yang isi beritanya diduga mengandung unsur fitnah, hingga mencemarkan nama baik dirinya maupun keluarga besarnya.

“Saya akan menggugat secara hukum Saudara Danton, terkait berita pencemaran nama baik” Ujar Maimul Mahdi ketika itu.

Menurutnya, selain pencemaran nama baik, yang bersangkutan juga telah  melakukan provokasi dihadapan publik yang seolah-olah Maimul Mahdi mendukung maksiat.(Red AF)

Facebook Comments

Artikel ini telah dibaca 1876 kali

Baca Lainnya