HUKUM

Selasa, 4 Februari 2020 - 12:00 WIB

2 minggu yang lalu

logo

Pemerintah Aceh Diharapkan Beri Bantuan Hukum Pada Karyawan Mie Aceh yang Bunuh Preman Medan

AFNEWS.CO.ID – Pemerintah Aceh diharapkan untuk memberikan Bantuan Hukum kepada karyawan Mie Aceh yang sedang terjerat kasus hukum di Medan Sumatera Utara, dalam kasus terbunuhnya seorang preman yang mencoba mengganggu usaha milik warga Aceh tersebut di Medan.

Aktivis Muda Aceh, M Ilham Sakubat, kepada Wartawan, Selasa (4/2/2020), mengatakan saat ini warga Aceh yang bekerja sebagai karyawan Mie Aceh
ditetapkan sebagai tersangka oleh Polrestabes Medan atas kasus penganiayaan yang mengakibatkan Preman bertato Abadi Bangun (42) tewas.

“Saya fikir, Pemerintah Aceh harus peduli pada masyarakat Aceh di perantauan dengan memberikan bantuan advokasi hukum kepada mereka. Karena, apa yang dilakukan oleh karyawan Mie Aceh itu adalah bagian upaya pembelaan diri melawan preman yang melakukan keonaran disertai dengan ancaman senjata tajam di warung Mie Aceh itu,” ujar Ilham.

“Mereka itu kan sedang bekerja, yang diperlukan disini adalah pemerintah Aceh harus mengadvokasi para pekerja di luar Aceh, apalagi yang telah merintis usaha dengan susah payah. Lalu ada insiden begini dan pemerintah Aceh perlu memberikan bantuan hukum,” kata M Ilham Sakubat yang juga merupakan Ketua dari Gerakan Aneuk Muda Sosial (GAMS) DPW Bireuen.

Ditambahkannya, Pemerintah Aceh juga harus memberikan edukasi dan mengevaluasi masyarakat Aceh yang  bekerja diluar provinsi agar lebih kreatif dan produktif dalam mempromosikan makanan, seni dan hal lainnya yang dapat membanggakan Aceh, contohnya Mie Aceh, yang merupakan salah satu icon kuliner yang cukup dikenal dari Aceh. Sehingga perlu untuk menjaga dan dilestarikan, dan perhatian juga termasuk kepada para pelaku usaha mie Aceh di luar daerah, Ungkap Ilham.

“Saya pikir kedepannya pengalaman ini menjadi titik awal kepada saudara-saudara kita yang membuka usaha berbagai Kabupaten Kota dan Propinsi di Republik ini bahkan ke luar negeri. Sekarang begitu sulitnya mencari pekerjaan tetap dan mereka berhasil membuka usaha di luar daerah. Harapan saya, mereka bisa mendapat perhatian secara khusus dari pemerintah Aceh,” ujar Ilham.

Ilham menilai, perhatian pemerintah ini sangat penting kepada mereka yang bekerja diluar daerah, apalagi sekarang ini begitu sulit mencari pekerjaan, terutama sarjana yang baru selesai. Sangat susah untuk mendapatkan pekerjaan bahkan terpenuhinya kebutuhan hidup mereka, harus mengambil sikap dengan merantau dan mereka diperantauan mencoba mengadu nasib dengan berbagai langkah.

Ilham menambahkan, di beberapa Propinsi di Indonesia seperti Sumatera Barat, mereka lebih fokus kepada perantau yang melakukan berbagai usaha, misalnya yang lebih dikenal dengan masakan minangnya, tidak hanya di seluruh Indonesia akan tetapi seluruh dunia dikenal.

“Pemerintah daerah padang bahkan mendata memberikan pelatihan khusus kepada perantau yang membuka usaha diluar daerahnya, juga memberikan pelatihan tentang citarasa, khusus terhadap khasnya menu padang, mereka dibina dengan berbagai ketentuan yang berlaku sehingga mereka dalam berusaha, berbisnis terasa ada sentuhan pemerintah daerah,” demikian Ilham.(Red AF)

Facebook Comments

Artikel ini telah dibaca 801 kali

Baca Lainnya