ACEH

Senin, 17 Februari 2020 - 15:19 WIB

1 bulan yang lalu

logo

Kemana Uang Rp 650 Milyar, Kenapa Mantan Kombatan GAM Masih Belum Sejahtera

AFNEWS.CO.ID – Sebanyak Rp 650 Milyar uang rakyat yang digelontorkan untuk kepentingan Pemberdayaan Ekonomi Mantan Kombatan GAM, dikabarkan tidak jelas pertanggungjawabannya. Apalagi, kondisi ekonomi para mantan Kombatan GAM sampai saat ini masih memprihatinkan.

“Patut kita pertanyakan kemana penggunaan anggaran Rp 650 Milyar yang bersumber dari APBA itu. Sementara banyak mantan Kombatan GAM yang masih hidup susah dan memprihatinkan,” demikian diungkapkan Ketua GADAPAKSI Aceh, H.M Ali Abusyah atau yang akrab disapa Abu Alex, Senin (17/2/2020).

Dikatakannya, dana dengan jumlah sangat fantastis yaitu Rp 650 Milyar  alias Rp 650 ribu juta, yang pernah dikeluarkan/diserahkan Pemerintah Aceh ketika Gubernurnya dijabat oleh Dr Zaini Abdullah, perlu ditelusuri lebih lanjut oleh aparat penegak hukum.

Karena, dana itu diperuntukkan bagi pemberdayaan ekonomi mantan kombatan GAM di seluruh Aceh, tetapi diduga sampai saat ini tidak jelas sasaran dan pertanggungjawabannya dan mantan Kombatan GAM juga banyak yang tidak sejahtera.

“Ini kan sudah menjadi aturan dan mekanisme dalam tata kelola/ penyaluran/pemanfaatan setiap rupiah  uang rakyat yang bersumber dari APBD/APBA dan APBK, harus tepat sasaran, bermanfaat serta  dapat dipertanggungjawabkan. Tetapi faktanya sampai saat ini semua aturan dan mekanisme pengelolaan anggaran itu tidak jelas”, ujar Abu Alex.

Menurutnya, dimata publik Aceh, untuk menelusuri dan mengusut tuntas penggunaan uang rakyat itu sangat mudah. Sebab, penyerahannya jelas, dan sudah pasti yang menerimanya juga jelas siapa. Kemudian si penerima itu juga pasti mengetahui dan mencatat orang-orang dan atau kelompok yang diserahkannya untuk tujuan pemberdayaan ekonomi mereka.

Sekali lagi, karena dana itu bersumber dari anggaran negara yang sudah memiliki aturan pemanfaatan dan pertanggungjawabannya, maka dana tersebut tidak boleh dipergunakan sesuka hati pihak penerima, siapapun dan dari kelompok manapun, kata Abu Alex.

Dikatakan, bila tidak jelas penggunaan anggaran sebesar Rp 650 Milyar itu, maka aparat penegak hukum seperti pihak Kejaksaan dan Kepolisian berkewajiban mengusutnya secara tuntas.

Terkait hal ini, Abu Alex berharap Kapolda Aceh yang baru, Brigjen Polisi Wahyu Widada, agar jangan lupa mengusut secara tuntas secara  transparan dan berkeadilan kasus Rp 650 miliar dana untuk mantan  kombatan GAM tersebut.

“Ini adalah salah satu wujud nyata profesionalitas kerja kepolisian RI sebagai aparat negara penegak hukum di Bumi Aceh,” demikian Abu Alex.(Red AF)

Facebook Comments

Artikel ini telah dibaca 3108 kali

Baca Lainnya