HUKUM

Selasa, 18 Februari 2020 - 14:39 WIB

3 bulan yang lalu

logo

Jelang Sidang Kasus Anggota Dewan Terjerat Sabu, Bandit di Aceh Timur Harus Enyah

AFNEWS.CO.ID – Menjelang persidangan kasus sabu dengan tersangka, SAG (Anggota DPRK Aceh Timur), yang direncanakan akan berlangsung dalam waktu dekat di Pengadilan Negeri IDI, Tim kuasa hukum SAG dari Aceh Legal Consul (ALC) yang terdiri dari, Muslim A Gani SH, H Hasan Basri SH MH, Misra Purnamawati SH, dan Dian  Yuliani SH, mengatakan para bandit di Aceh Timur yang terkait kriminalisasi terhadap kliennya, harus dienyahkan.

“Kita akan mengungkap bukti-bukti kriminalisasi hukum terhadap klien kami yang dijerat kasus narkoba, di hadapan Majelis Hakim yang akan menyidangkan perkara tersebut nantinya. Ini untuk membuka tabir agar para bandit-bandit itu bisa segera dienyahkan,” demikian dikatakan Koordinator Tim Kuasa Hukum SAG,  Muslim A Gani SH, Selasa (18/2/2020)

Dikatakan Muslim, pada tanggal 17 Februari 2020, pihaknya telah menyurati Kepala Kejaksaan Agung RI di Jakarta, agar bisa membuka transkrip pembicaraan Said Mansur via ponsel dengan nomor 081xxxxxxxxx, baik sebelum SAG ditangkap, maupun pasca penangkapan. Selain itu, ada juga transkrip percakapan Mustafa M.Yakop dengan Istri M.Yakop, serta percakapan Kanit Intel Polsek Sungai Raya masing masing dengan Said Mansur, termasuk percakapan dengan  satu nomor OTK.

“Dan transkrip pembicaraan itu semua  harus dibuka dihadapan majelis hakim, agar kasus kriminalisasi yang menimpa klien kami bisa terkuak dengan seterang-terangnya,” ujar Muslim A Gani.

Menurutnya, sebuah kejahatan yang telah direncanakan, tidak boleh di tutup-tutupi. Siapapun yang terlibat harus mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan hukum.

” Kami tidak mau berhenti memperjuangkan kebenaran dalam kasus ini. Kami meminta kepada Kepala Kejaksaan Agung RI harus berani membuka transkrip  pembicaraan yang melibatkan bandit-bandit di Aceh Timur ini,” ungkap Muslim.

Ditegaskan, Tim Kuasa Hukum SAG, akan terus memberi perlawanan hukum terhadap ketidakadilan ini, meskipun disadari harus berhadapan dengan para bandit.

” Kalau transkrip pembicaraan itu  berani dibuka, maka kami pastikan Hakim akan tau dari mana dan siapa pelaku kriminalisasi barang jenis sabu terhadap diri SAG. Bahkan Abang kandung SAG siap mewakafkan kepalanya untuk ditembak jika keterangannya salah. Persoalannya,  berani atau tidak mengungkap sebuah kejahatan yang dilakukan secara  terstruktur dan masif, demi sebuah keadilan”, demikian Muslim A Gani.(Red AF)

Facebook Comments

Artikel ini telah dibaca 1818 kali

Baca Lainnya