Kesehatan

Senin, 27 Januari 2020 - 10:50 WIB

2 bulan yang lalu

logo

Virus Corona Makin Ganas, 80 Orang Tewas, 100.000 Orang di Berbagai Negara Terinfeksi 

AFNEWS.CO.ID – Wabah Virus Corona di Wuhan dikabarkan kian ganas. Bahkan Pemerintah China telah memerintahkan perpanjangan hari libur publik dalam upaya mengatasi epidemi  virus Corona jenis baru, 2019-nCoV, yang hingga saat ini telah menewaskan 80 orang.

Angka resmi pemerintah menyebut lebih dari 2.300 orang telah terifeksi. Dan di perkirakan ada 100.000 orang lainnya yang terjangkit di berbagai negara.

Kantor berita negara, Xinhua, pada hari Senin (27/1/2020) melaporkan sebuah kelompok kerja yang diketuai oleh Perdana Menteri Li Keqiang untuk mengatasi wabah itu memutuskan pada hari Minggu untuk mengurangi arus populasi dengan memperpanjang liburan Festival Musim Semi yang dijadwalkan berakhir pada 30 Januari

Sementara, para pakar kesehatan mengatakan sekitar 100.000 orang di berbagai negara mungkin sudah terinfeksi Coronavirus atau Corona virus baru, 2019-nCoV. Penyakit yang pertama kali muncul di kota Wuhan ini, semakin berbahaya.

Prediksi para pakar kesehatan ini, muncul ketika pemerintah Inggris menghadapi seruan untuk meyakinkan publik bahwa Layanan Kesehatan Nasional (NHS) siap untuk menangani kasus-kasus 2019-nCoV di negara itu dalam beberapa hari.

Profesor Neil Ferguson, seorang ahli kesehatan masyarakat di Imperial College, mengatakan “tebakan terbaik” adalah ada 100.000 orang yang terkena virus ini meskipun hanya ada 2.000 kasus yang dikonfirmasi sejauh ini. Sebagian besar kasus muncul di kota Wuhan.

Pada bagian lain, Guru Besar Hukum Internasional Universitas Indonesia (UI) Hikmahanto Juwana mengatakan, pemerintah perlu segera mendesak World Health Organization (WHO) segera menyatakan virus Corona berbahaya sekaligus mencegah penyebarannya.

Menurutnya, pernyataan dari WHO penting sehingga pemerintah di berbagai negara termasuk Indonesia dapat melakukan antisipasi. “Antisipasi ini salah satunya mencegah berbagai maskapai penerbangan untuk tidak beroperasi sementara dari dan ke China,” ujarnya, Senin (27/1/2020).(Red AF)

Facebook Comments

Artikel ini telah dibaca 248 kali

Baca Lainnya