Kesehatan

Minggu, 26 Januari 2020 - 12:59 WIB

2 bulan yang lalu

logo

Virus Corona dari China Kebal Antibiotik, Aceh Harus Waspada

AFNEWS.CO.ID – Virus Corona yang melanda China dan beberapa negara lain, hingga saat ini dipastikan oleh para ahli belum ada antivirusnya. Bahkan antibiotik apapun dikabarkan tidak akan mampu menghalau infeksi virus tersebut.

Karena itu, Pemerintah Aceh diminta untuk waspada dan mengantisipasi masuknya wabah virus tersebut ke Aceh, melalui berbagai cara pencegahan, diantaranya dengan memperketat masuknya turis asing terutama dari negara China.

“Kita prihatin dengan munculnya wabah virus ini. Apalagi penularannya sangat rentan. Ini adalah ancaman bagi kita semua. Jadi, Pemerintah Aceh harus siaga agar virus tersebut tidak masuk dan menyerang masyarakat Aceh,” demikian dikatakan Sekretaris BPI KPNPA RI Provinsi Aceh, T.Syafrizal, Minggu (26/1/2020).

Sebagaimana diketahui, para peneliti mengatakan, berdasarkan fakta Lebih dari 90.000 orang dirawat di rumah sakit yang terkena Virus Corona kebal terhadap antibiotik tahun lalu.

Angka-angka digital NHS menunjukkan angka-angka berada pada titik tertinggi sepanjang masa, dan para ahli memperingatkan bahwa Corona menimbulkan ancaman terhadap kemanusiaan yang sama seriusnya dengan perubahan iklim.

Dan mereka mengatakan angka sebenarnya cenderung jauh lebih tinggi karena tes rumah sakit hanya mengambil sekitar setengah dari semua kasus.

Angka-angka menunjukkan bahwa antara 2014 dan 2015 ada 64.293 kasus pasien yang didiagnosis dengan bug resisten. Ini telah meningkat dari tahun ke tahun, mencapai rekor 90.173 tahun lalu.

Hampir 3.000 orang terbunuh setiap tahun oleh Corona, termasuk E. coli (inset) dan infeksi aliran darah Kleb-siella pneumoniae.

Dr Simon Clarke, seorang ahli mikrobiologi di University of Reading, mengatakan: “Angka-angka ini menunjukkan kita melihat peningkatan yang berkelanjutan selama beberapa tahun dalam perawatan pasien rumah sakit dengan infeksi yang kebal antibiotik. Itu hanya menuju satu arah,” tuturnya seperti dilansir Daily Minggu (26/1/2020)

Kepala NHS telah memperingatkan bahwa virus yang menyebabkan demam dan kesulitan bernafas, bisa mencapai Inggris ketika menyebar ke Asia.

Itu terjadi ketika korban keempat dilaporkan meninggal di Provinsi Wuhan di China, virus itu dikhawatirkan telah menyebar ke Australia dan saat ini seorang turis Inggris sedang berjuang untuk hidupnya di Thailand.

Perkembangan virus corona misterius ini membuat WHO menggelar rapat darurat pada pekan ini. WHO akan menggelar rapat Jenewa pada hari Rabu (22/1) untuk menentukan apakah akan menyatakan wabah virus tersebut dalam status “darurat kesehatan masyarakat yang menjadi perhatian internasional” – suatu penunjukan langka yang hanya digunakan untuk epidemi paling parah.(Red AF)

Facebook Comments

Artikel ini telah dibaca 7337 kali

Baca Lainnya