H.M Ali Abusyah: Laporan Kasus Penyerobotan Tanah di Polres Langsa Macet – afnews.co.id

HUKUM

Minggu, 12 Januari 2020 - 16:21 WIB

8 bulan yang lalu

logo

H.M Ali Abusyah: Laporan Kasus Penyerobotan Tanah di Polres Langsa Macet

AFNEWS.CO.ID – Laporan kasus peyerobotan tanah di Polres Langsa yang sudah berjalan hampir satu tahun, hingga kini belum jelas tindak lanjut dan sepertinya macet.

” Kasus ini sudah hampir berjalan setahun kami laporkan ke Polres Langsa tapi masih jalan ditempat. Kalau saya tanyakan,  pihak penyidik bilang pekerjaan terlalu padat nanti digelar perkara. Sementara tanah saya terus digunakan oleh pihak developer. Terus terang saya sangat kecewa  pada penyidik di Polres Langsa,” demikian diungkapkan pelapor atas nama H.M Ali Abusyah, Minggu (12/1/2020).

Dikatakan H.M Ali Abusyah, seharusnya penyidik Polres Langsa cukup bilang sanggup atau tidak tangani perkara tersebut.

” Kalau tidak sanggup tangani, biar saya bawa kasus ini ke Polda Aceh saja. Saya ini mencari keadilan. Kalau di Langsa tidak bisa, berarti saya harus berangkat ke Banda Aceh dan melaporkan kasus ini ke Polda Aceh,” ujar H.M Ali Abusyah.

Kuasa Hukum kasus penyerobotan tanah tersebut dari Aceh Legal Consul (ALC), Muslim A Gani SH, pada kesempatan terpisah mengatakan, jika
merujuk kepada Pasal 10 huruf c dan e Peraturan Kapolri No. 14 Tahun 2011 tentang Kode Etik Profesi Kepolisian Negara Republik Indonesia, antara lain berbunyi:

“Setiap Anggota Polri wajib:
memberikan pelayanan kepada masyarakat dengan cepat, tepat, mudah, nyaman, transparan, dan akuntabel berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan;
memberikan pelayanan informasi publik kepada masyarakat sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan;”

Maka apa yang disampaikan oleh klien kami atas nama H.M Ali Abusyah,  sebenarnya pihak kami harus menyurati Kapolres Langsa. Karena dalam penanganan perkara terkait pidana yang dilapor klien kami terkesan penanganan lamban dan anehnya terlapor dengan mudah mencabut tuduhan di Kepolisian, tanpa terlebih dahulu melihat fakta lapangan.

” Boleh dicabut diatas kertas tapi  di lapangan, tanah yang diambil baik bangunan, badan jalan dan perumahan ya harus dibongkar. Kan begitu seharusnya. Tapi penyidik beralasan susah menghadirkan terlapor untuk dikonfrontir,” kata Muslim A Gani.

Diingatkannya, jika penyidik sudah memanggil tapi tak mau datang, maka  tangkap saja kan selesai. Apalagi, ada aturannya seseorang saksi yang dipanggil untuk ketiga kali tidak memenuhi panggilan, bisa dijemput paksa.

“Itu aja kok susah. Ini kan institusi yg panggil. Saya bahkan menengarai laporan klien kami yang kemudian terlapor mencabut jual beli itu adalah untuk mengakali pihak kepolisian . Faktanya, ayo saya tunjukkan bagaiman kondisi lapangan saat ini. Dan parahnya sampai di Pengadilan pun mereka masih berdusta. Tapi saya biarkan aja dulu sampai akhirnya nanti saya tunjukkan semua benar ngak pengakuan mereka dengan apa yang terjadi di lapangan”, demikian Muslim A Gani.

Sementara itu, penyidik dari Polres Langsa yang ingin di dapat konfirmasi, Minggu (12/1/2020), belum berhasil ditemui hingga berita ini di tayang. AFNEWS akan menayangkan kembali keterangan dari Polres Langsa atas perkara tersebut, bila sudah diperoleh klarifikasi resmi dari pihak Polres Langsa.(Red AF)

Artikel ini telah dibaca 2 kali

Baca Lainnya