HUKUM

Jumat, 24 Januari 2020 - 19:03 WIB

4 minggu yang lalu

logo

Kasus Sabu Anggota DPRK Aceh Timur, Abang Kandungnya Siap Wakafkan Kepala Untuk Ditembak

AFNEWS.CO.ID – Kasus Sabu yang menjerat SAG (Anggota DPRK Aceh Timur) hingga kini masih dalam proses hukum. Abang kandung SAG, yaitu Pengacara dari Aceh Legal Consul (ALC), Muslim A Gani SH, dikabarkan akan berjuang habis-habisan untuk mengungkap fakta hukum serta membuka tabir kebenaran dalam kasus yang menjerat adiknya itu.

“Saya akan paksa penegak hukum untuk mau mengungkap asal-usul barang haram itu (sabu), berdasarkan bukti-bukti yang kita miliki. Dalam kasus ini saya juga sudah siap mewakafkan kepala saya untuk di tembak, demi kebenaran,” demikian dikatakan Muslim A Gani, Jumat (24/1/2020).

Dikatakan, kasus tersebut tidak boleh berhenti sampai disitu saja. Apalagi, sudah ada petunjuk dan saksi yang siap memberi keterangan di kepolisian.

“Selain itu, ada keterangan seorang  polisi yang diberikan kepada kami tentang rencana pelaku untuk menjebak SAG, lengkap dengan alat bukti. Nanti bisa dilihat, tapi penyidik  menolak, ada alat bukti pengiriman WA dan SMS, termasuk bukti percakapan  semua bisa dibuka,” ujar Muslim.

Menurutnya, jika bukti yang diajukan oleh pihaknya tidak benar, maka dirinya mengaku siap untuk tahan badan.

“Bila perlu kepala kami siap diwakafkan untuk ditembak, kalau keterangan kami salah. Persoalannya mau atau tidak  itu saja,” katanya lagi.

Dalam kasus ini, muslim A Gani menegaskan jika targetnya hanya  sebatas tangkap anggota dewan dengan barang yang ditempel dibawah jok mobil dan memasukkan narkoba jenis sabu bekas pakai ke dalam jacket  dan SMS masuk setelah HP SAG  ditangan penyidik, ini jelas bentuk rekayasa.

Atau mungkin sebuah rencana yang telah disusun secara sistimatis dengan tujuan agar SAG di PAW, kemudian diganti dengan orang yang diduga pelakunya bersama oknum MY dan Istrinya.

“Jika ini benar maka kami tidak bisa berbuat banyak karena sudah pasti rencana ini sudah didesain terstruktur dan masif. Dan ini terbaca adanya hubungan komunikasi saat mobil adik saya dipinjam oleh MY dan Istri dengan yang diduga Pelaku”, kata Muslim.

Karena itu, lanjut Muslim, bukti yang akan disajikan pihaknya, meskipun tidak bisa dijadikan alat bukti, tapi minimal bisa sebagai petunjuk.

Dan itu sangat kuat tidak perlu  diragukan lagi, demikian juga rencana awal pembicaraan dengan salah seorang rekan kita dari kepolisian.

“Silahkan dibuka supaya kita tau isinya dan publik juga harus tau. Jadi apakah kita berniat untuk membongkar sindikat Narkoba di Aceh Timur atau tidak, itu semua kembali kepada kita. atau kalau sindikat ini terbongkar film pun habis ya,” ucap Muslim A Gani.

Sebagaimana diketahui, anggota DPRK Aceh Timur, SAG, hingga kini masih tahan berdasarkan Pasal 114 ayat( 2) Jo. Pasal 112 ayat (2) UU No. 39 Tahun 2009 Tentang Narkotik.

Namun, sudah berjalan tiga bulan lebih,  tapi kasusnya belum P-21 karena BAP diduga tidak didukung oleh bukti-bukti yang cukup dan tentunya Jaksa juga  tidak bisa menerima begitu saja.

“Jadi untuk kasus seperti itu, berdasarkan pengalaman kami dipersidangan, kalau benar-benar murni cuma butuh waktu 20 hari sudah bisa  dilimpahkan, dan dalam waktu 20 hari kedepan sudah P-21,” kata pengacara kondang ini.

Tapi faktanya terkait kasus sabu anggota DPRK Aceh Timur, SAG, sudah berjalan 3 bulan masih terus dilakukan penyidikan . “Ini ada apa. Jangan ada yang mimpi SAG akan di PAW dengan kasus, tunggu dulu. Karena kami sudah siapkan segala kemungkinan untuk menjaganya bahkan persiapan  kemungkinan terburuk sekalipun sudah kami persiapkan didepan hukum”, katanya.

Menurut Muslim, saat ini adiknya sedang sakit di dalam tahanan dan pihaknya sudah buat surat ke Kapolres Aceh Timur dengan Tembusan   kepada Ketua DPRK Aceh Timur, Kepala Kejaksaan dan Ketua Pengadilan Negeri Idi.

Surat tersebut penting untuk menjaga jika sesuatu terjadi terhadap adik kami, tentu kami punya bukti jika yang bersangkutan sudah pernah kami mohonkan supaya dirawat di rumah sakit, karena penyakitnya sudah parah .

“Kami juga minta kepada Kapolres Aceh Timur supaya melihat kasus itu dengan se objektif mungkin dan kalau memang masih diragukan saya minta SAG dibebaskan. Belum ada orang yang terlibat sabu. Ketua DPRK Aceh Timur membuat jaminan penangguhan penahanan dan keluarga juga minta. Karena masyarakat memang tau dia jauh dari barang haram itu. Beda dengan yang diduga pelaku mempunyai riwayat narkoba,” demikian Muslim A Gani.(Red AF)

Facebook Comments

Artikel ini telah dibaca 4317 kali

Baca Lainnya