Kasus Perkosaan Polem Muda Berlanjut, Penyidik Polres Metro Jakarta Selatan Panggil Annisa – afnews.co.id

HUKUM

Jumat, 10 Januari 2020 - 15:49 WIB

8 bulan yang lalu

logo

Kasus Perkosaan Polem Muda Berlanjut, Penyidik Polres Metro Jakarta Selatan Panggil Annisa

AFNEWS.CO.ID – Kasus Pemerkosaan yang diduga dilakukan oleh Ketua Forkab Aceh, Ahmad Yani alias Polem Muda, memulai babak baru. Pasca pelimpahan berkas laporan polisi dari Polda Metro Jaya ke Polres Metro Jakarta Selatan beberapa hari lalu, penyelidikan atas kasus tersebut terus berlanjut.

Bahkan, Polres Metro Jakarta Selatan melalui suratnya Nomor:  B/153/I/2020/Reskrim, yang ditandatangani oleh Wakasat Reskrim Kompol Telly Alvin selaku penyidik, tanggal 10 Januari 2020, telah memanggil korban atas nama Annisa.

Annisa dipanggil untuk hadir ke Ruang Unit VI PPA Sat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan, pada Selasa 14 Januari 2020 pukul 11.00 Wib, guna didengarkan klarifikasinya atas kasus pemerkosaan yang diduga dilakukan oleh Ahmad Yani alias Polem Muda” ungkap Pengacara dari Kantor Hukum Elang Timur, Irwansyah Putra SH M.Kn, selaku kuasa hukum korban, Jumat (10/1/2020).

Baca Juga :  Klarifikasi Terkait Berita "Timses Firmandez di Langsa Depresi, Bakar Rumah"

Selain korban Annisa, kata Irwansyah Putra, Polres Metro Jakarta Selatan juga ikut melayangkan surat panggilan kepada teman korban atas nama Putri Maryam, guna kepentingan yang sama.

“Jadi jelas ya, proses hukum atas perkara pemerkosaan yang diduga dilakukan Ahmad Yani alias Polem Muda, terus berlanjut. Dan  kami dari pihak Pengacara juga telah dipanggil Polres Metro Jakarta Selatan terkait alamat yang dipakai pelapor (Annisa) yang merupakan alamat kantor pengacara. Apalagi, pasal 285 KUHP adalah delik biasa, maka perkara tidak bisa dicabut hanya dengan sudah damai para pihak tanpa melibatkan pengacara,” kata Irwansyah.

Baca Juga :  Begini Klarifikasi Kadis Pendidikan Langsa Soal Utak-atik Kepala Sekolah dan Surat Palsu

Dikatakannya, terkait hal ini korban Annisa diminta untuk kooperatif memenuhi panggilan Polres Metro Jakarta Selatan. Jika dalam dua kali panggilan korban tidak memenuhinya, maka kemungkinan akan dilakukan penjemputan paksa terhadap Annisa. Bahkan bisa juga Kantor Hukum Elang Timur turut melaporkan Annisa ke Polisi dengan delik melakukan “keterangan palsu”, demikian Irwansyah Putra SH M.Kn.(Red AF)

Artikel ini telah dibaca 88 kali

Baca Lainnya