EKBIS

Jumat, 24 Januari 2020 - 15:15 WIB

3 minggu yang lalu

logo

Bank Aceh Syariah Langsa Masih “Elergi” Biayai Kredit Usaha Jual Beli Produk Hasil Perikanan

AFNEWS.CO.ID – Bank Aceh Syariah diduga masih “Elergi” menyalurkan pembiayaan pada sektor kredit jual beli produk hasil perikanan. Sepertinya Bank milik pemerintah daerah itu,  belum ingin “move on” dari pembiayaan kredit konsumtif untuk para PNS/ASN.

Akibatnya, banyak potensi ekonomi rakyat pada sektor jual beli perikanan di Aceh sulit berkembang, dan kondisi ini tidak membantu Provinsi Aceh untuk bangkit dari kemiskinan. Padahal, Plt Gubernur Aceh Ir Nova Iriansyah, saat ini sedang bekerja keras untuk menekan angka kemiskinan di Aceh. Tapi Bank Aceh Syariah malah masih ‘nyaman’ dengan fasilitas kredit konsumtifnya untuk PNS/ASN. Padahal Bank tersebut tingkat resikonya nyaris tidak ada dibandingkan bank-bank lain yang ada di Aceh.

Salah seorang calon nasabah Bank Aceh Syariah Cabang Langsa berinisial AS yang mengaku kecewa terhadap Bank tersebut, kepada AFNEWS.CO.ID Jumat (24/1/2020), mengungkapkan dirinya memiliki usaha jual beli produk hasil perikanan seperti lobster, ikan, cumi, dll, dengan kualitas eksport.

Saat ini AS mengaku membutuhkan pembiayaan sekitar Rp 500 juta untuk menyelesaikan dua unit kapal yang sedang dikerjakan di galangan kapal miliknya, yang terletak di kawasan Jl Kuala Langsa. Kapal tersebut akan digunakan untuk sarana transportasi jual beli hasil produk perikanan dan kelautan di Aceh.

“Kita harus segera menyiapkan kapal ini. Tinggal mesin dan aksesorisnya saja. Lalu kita akan gunakan kapal-kapal itu untuk mengangkut hasil produk perikanan dan kita jual ke Medan atau kita eksport ke luar. Sekarang saja banyak pihak asing yang menghubungi saya agar bisa menandatangi kontrak untuk suplay produk hasil perikanan. Tapi kita belum bisa teken kontrak dengan mereka karena kapal kita belum bisa beroperasi,” ujar AS.

Dikatakannya, jika kapal sudah siap, maka pihaknya yang sudah memiliki jaringan penangkaran produk hasil perikanan, akan segera bekerja.

“Ya potensinya sungguh luar biasa. Stok produk hasil perikanan dan kelautan ini cukup banyak di Aceh. Kita sudah siapkan tempat penampungan produk ini di kawasan Simeuleu dan Pulau Banyak,” katanya.

Lalu, kata AS, pihaknya melakukan komunikasi dengan Bank Aceh Syariah Cabang Langsa guna mendapatkan fasilitas pembiayaan kredit usaha jual beli produk hasil perikanan. Bahkan berkas-berkas telah diajukan oleh AS pada bagian kredit Bank Aceh Syariah Langsa untuk dipelajari.

Dalam hal ini, AS berencana mengajukan pinjaman sebesar Rp 500 juta dengan agunan senilai Rp 1 Milyar, agar bisa menyelesaikan kapal dan sebagai modal kerja. Namun, sepertinya Bank Aceh Syariah Cabang Langsa enggan memberikan pembiayaan untuk AS dalam usaha tersebut, dengan alasan yang belum diketahui.

“Kalau cek list bank, kita bersih. Karena tahun 2014 aku pernah pinjem di Bank Aceh clear. Lalu aku pinjam 15 Milyar di Bank Jateng tanpa agunan juga clear dan gak ber tele2 kayak gini. Malah Bank Jateng dari Semarang mereka hanya 2 x ke Langsa, dan kerjaannya di Aceh. Ini lokasi kerja sama2 di Aceh bukan di Papua, kok kayaknya Bank Aceh Syariah Cabang Langsa mempersulit. Terus terang saya sangat kecewa. Sudah menunggu hampir dua bulan untuk mendapatkan pembiayaan, ujung-ujungnya di tolak juga,” ujarnya.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Cabang Bank Aceh Syariah Langsa, Lukman, tidak berhasil ditemui untuk didapatkan konfirmasinya. Bahkan komunikasi via whatsapp mesenger, hingga berita ini ditayang belum juga diperoleh keterangan. AFNEWS.CO.ID akan menayangkan kembali kabar selanjutnya jika sudah diperoleh keterangan resmi dari pihak Bank Aceh Syariah Cabang Langsa.(Red AF)

Facebook Comments

Artikel ini telah dibaca 463 kali

Baca Lainnya