EKBIS

Selasa, 17 Desember 2019 - 14:48 WIB

4 bulan yang lalu

logo

Wakil Ketua Umum Kadin Aceh: “Bea Cukai Kanwil Aceh Persulit Import”

AFNEWS.CO.ID – Wakil Ketua Umum Kadin Aceh Bidang Otonomi dan Kebijakan Publik, Nasruddin Abubakar, melalui siaran pers nya yang diterima AFNEWS.CO.ID, Selasa (17/12/2019), mengungkapkan bahwa Bea Cukai Kanwil Aceh telah mempersulit import dengan cara penerapan bea pajak yang diluar akal sehat.

Menurutnya, beberapa hari yang lalu ada pelaku importir  di Pelabuhan Langsa (Langsa Port) meng-import minuman kacang kedelai (soya) dan pelaku importir di pelabuhan Krueng Geukuh, dipersulit dengan bea pajak yang tidak masuk akal sehat. Padahal bea cukai Langsa telah menetapkan bea pajak 7 Ringgit/kardus, dan kemudian ada instruksi dari bea cukai kanwil Aceh menetapkan bea pajak 14 Ringgit/ kardus.

“Kebijakan Kanwil bea cukai Aceh ini  jelas jelas sangat keliru dan merugikan pelaku  ekonomi serta ingin mematikan kegiatan export import di Aceh,” ujar Nasruddin yang juga mantan Wakil Bupati Aceh Timur.

Seharusnya, lanjut Nasruddin,  keberadaan bea cukai di Aceh untuk memberikan kemudahan dan manfaat (nilai tambah)  dalam kemajuan export import di Aceh, bukan malah sebaliknya.

“Mereka harus menghargai di Aceh berlaku Undang-Undang Pemerintah Aceh (UUPA) harus ada perlakuan khusus dalam kegiatan export import di Aceh, karena Aceh daerah otonom yang pelaku export importnya masih baru,” katanya.

Keberadaan Kanwil Bea Cukai Aceh, menurut Nasruddin terkesan hanya menjadi tempat ajang promosi jabatan untuk mendapatkan jabatan yang lebih tinggi lagi di kementerian keuangan – Dirjen Bea dan Cukai Pusat.

“Yang lebih gila lagi informasi yang kami terima, ada unsur kesengajaan dari Kanwil Bea Cukai Aceh  mengintruksikan ke beacukai daerah kalau bisa jangan ada kegiatan export import di pelabuhan-pelabuhan daerah, cari posisi aman saja”.

Menyikapi perlakuan yang tidak menguntungkan Aceh ini, kami atas nama KADiN Aceh yang di Ketuaii H. Muzakkir Manaf mendesak Menteri Keuangan (Ibu Sri Mulyani) dan Dirjen Bea dan Cukai Pusat untuk segera mengevaluasi kinerja Kanwil  Bea dan Cukai Aceh.

Bila keberadaan Kanwil Bea Cukai Aceh tidak memberi manfaat yang nyata untuk kemajuan ekonomi Aceh, lebih baik Kanwil Bea dan Cukai ditutup saja, diganti yang yang lain yang lebih bermanfaat.

Demikian pernyataan ini kami buat, semoga menjadi perhatian dan segera ditindaklanjuti. Terima kasih, demikian Nasruddin Abubakar diujung siaran pers nya.(Red AF)

Facebook Comments

Artikel ini telah dibaca 636 kali

Baca Lainnya