Nasruddin Abubakar: “Aceh Jangan Menjadi Produser Murah” – afnews.co.id

EKBIS

Selasa, 10 Desember 2019 - 22:54 WIB

10 bulan yang lalu

logo

Nasruddin Abubakar: “Aceh Jangan Menjadi Produser Murah”

AFNEWS.CO.ID – Menyahuti deklarasi kawasan Takengon (Aceh Tengah) dan sekitarnya sebagai Kota Coffee (Coffee City) pada tanggal 7-8 Desember 2019 yang lalu, Wakil Ketua Umum Kadin Aceh, Nasruddin Abubakar melalui pres relisnya, Selasa (10/12/2019), mengharapkan deklarasi tersebut hendaknya menjadi spirit untuk kebangkitan ekonomi Aceh di Zona tengah, khususnya pengembangan industri kopi. Sehingga Aceh Tengah, Bener Meriah dan Gayo Lues menjadi produser kopi di Aceh.

Menurutnya, deklarasi ini juga menjadi acuan bagi kabupaten/kota lain di Aceh untuk menciptakan sentral – sentral produksi seperti di Idi Rayeuk di Aceh Timur, yang terkenal dengan ikannya.

“Seharusnya Idi menjadi Kota Ikan (Fish City), Pidie terkenal dengan Empingnya menjadi Chips City. Sehingga di zona Timur utara ini tumbuh industri pengelohan ikan dan hasil perkebunan lainnya,” kata Nasruddin.

Baca Juga :  Seluruh Desa di Aceh Sudah Berlistrik, Pemuda Cinta Aceh Apresiasi PLN

Lanjutnya, begitu juga di Zona Barat Selatan yang terkenal dengan produksi pala dan kacangnya sehingga Tapaktuan menjadi Kota Pala (Nutmeg City) dan Meulaboh menjadi Kota Kacang (Peanuts City)

Kemudian juga beberapa Kotamadya seperti Banda Aceh, Sabang dan Kota  Langsa yang menjadi kota wisata (Tourism City), sehingga tumbuh industri pariwisatanya dengan produk-produk makanan, cemilan dan sebagainya.

Untuk mewujudkan ini semua, Nasruddin mengatakan,  pemerintah Aceh dalam hal ini Gubernur, Bupati dan Walikota harus hadir memberi dukungan dan melibatkan asosiasi – asosiasi pengusaha, khususnya Kadin Aceh yang menjadi mitra pemerintah, agar  terlibat aktif membangun industri-industri pengolahan (hilirisasi) di Aceh.

Baca Juga :  Pangdam IM: Stabilitas Keamanan Modal Utama Membangun Aceh

“Selama ini Aceh menjadi produser murah yang setiap hari mensuplai bahan baku mentah (belum diolah) ke luar Aceh. Padahal Aceh akan mendapatkan nilai tambah dari hasil produksi petani ini. Sungguh sangat menyedihkan petani kita hampir di semua level pendapatan tidak sesuai dengan pengeluarannya,” demikian beberapa pemikiran dari mantan Wakil Bupati Aceh Timur ini, dengan harapan menjadi masukan kepada pemerintah Aceh, agar segera bertindak untuk memajukan ekonomi dan mensejahterakan rakyat Aceh.(Red AF)

Artikel ini telah dibaca 51 kali

Baca Lainnya