EKBIS

Minggu, 15 Desember 2019 - 10:41 WIB

4 bulan yang lalu

logo

Dari Sebuah Dusun di Aceh Tamiang Lahirkan Wirausaha Muda yang Mandiri

Catatan : Eddyanto SST

AFNEWS.CO.ID – KONDISI bangunan ini, sangatlah sederhana. Ya, dulunya bangunan tua ini hanyalah sebuah rumah tinggal milik Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Manyak Payed, Syamsuddin Ahmad yang dihuninya beserta keluarga besarnya (kini almarhum-red).

Pasca ditinggal almarhum, bangunan rumah tua sederhana yang terletak di Dusun Tualang Desa Paya Kulbi Kecamatan Karang Baru Aceh Tamiang ini , dalam kurun lebih kurang 11 tahun terakhir ini “disulap” menjadi sebuah Yayasan oleh anak anak almarhum dengan harapan keberadaan Yayasan yang diberi nama Yayasan Baroena Mustika Indonesia (YABAMUSTI) Aceh Tamiang ini dapat membawa  manfaat besar bagi kemaslahatan ummat, masyarakat sekitar dan menjadi amal jariyah bagi almarhum.

AKSES MUDAH

Untuk menuju ke lokasi Yayasan ini (Yabamusti),  sangatlah mudah, akses jalan juga sangat strategis sehingga mudah mencari tahu alamatnya.

Bila anda melintas di jalan negara lintas Sumatera (Jalinsum ) Medan Banda Aceh kawasan Desa Tualang Baro Tualang Cut Kecamatan Manyak Payed Aceh Tamiang , sudah ada sebuah plang papan nama  disalah satu sisi jalan negara  tersebut.

MIRIS, SULITNYA LAPANGAN KERJA

Pendiri YABAMUSTI, Adriansyah , T Syaifuddin SH dan Eddyanto SST belum lama ini  di Sekretariat Yayasan mengatakan lahirnya yayasan ini berawal dari sulit dan minimnya  lapangan pekerjaan bagi warga daerah ini.

Pengangguran khususnya intelektual -intelektual muda juga terbilang tak sedikit, demikian juga dengan masyarakat sekitar Yayasan yang tampak masih hidup jauh dari kata sejahtera.

Akan mirisnya kenyataan itu, akhirnya kami bertekad mendirikan Yabamusti dengan penekanan pada empat bidang penting yakni Bidang Pendidikan, Bidang Kesehatan ,Bidang  Keagamaan dan Bidang Sosial Budaya Masyarakat.

Harapan yang sederhana dari hadirnya Yayasan dengan empat bidang andalan ini setidaknya mampu  menghadirkan sekolah atau lembaga pendidikan luar sekolah, rumah sakit  atau klinik kesehatan, pesantren atau dayah dan juga pelestarian seni budaya masyarakat dan kehidupan sosial.

“Alhamdulillah, untuk bidang kesehatan kita sudah mampu menghadirkan Klinik Akupunktur atau Tradisional Medicine pengobatan ala Cina /Tiongkok yang sudah mendunia,’terang Adriansyah.

Klinik Akupunktur ini juga sudah menjadi salah satu mitra Kemendikbud  RI sebagai Pendidikan Non Formal yang melatih Kecakapan Wirausaha  bagi anak anak dan masyarakat putus sekolah di daerah ini.

TEROBOS PUSAT

Luar Biasanya, kerja keras kami Dewan Pembina , Pengurus Yabamusti dan dan doa seluruh masyarakat sekitar Yayasan dan daerah ini bahkan telah mampu membuka jalan Yabamusti untuk  menerobos dan melobi Pemerintah Pusat Cq Kemendikbud RI di Jakarta  dengan dikucurkannya dana Block Grant APBN dari Ditbinsuslat Kemendikbud RI untuk menyokong dan melatih Wirausaha-Wirausaha Muda Mandiri lewat Pelatihan Kecakapan Wirausaha Akupunktur sebagaimana yang sedang dilaksanakan tahun 2019 ini.

“Tahun tahun sebelumnya, pelatihan yang gratis ini juga sudah kita laksanakan sehingga peserta didik kita mampu menjadi wirausaha wirausaha mandiri, ” sebut Adriansyah.

PRESTASI

Merunut kebelakang, lewat kerja keras dan pengabdian tak kenal lelah bahkan sejak awal berdirinya Yabamusti harus terseok seok dan badai juga kerap melanda keberadaan yayasan ini, namun kuasa Allah SWT mampu memberikan sebuah sujud syukur bagi kami pendiri dan pengurus Yayasan serta peserta didik dan masyarakat Aceh Tamiang dengan suksesnya Yabamusti (LPA Mustika) menjadi  pemenang lomba pada ajang Apresiasi Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan Pendidikan Masyarakat (DIKMAS) Tingkat Provinsi Aceh Tahun 2017 yang diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan Aceh pada tanggal 18 – 21 Mei 2017 lalu di Hotel Grand Aceh Syariah, Hotel Daka dan Hotel Rasa Mala Banda Aceh.

Sembari menyodorkan kertas daftar pengumuman pemenang, untuk prestasi ini kami para pemenang mendapatkan hadiah, masing masing juara I Rp 35 juta , juara II Rp 30 juta, juara III Rp 8 juta juara harapan I Rp 5 juta juara harapan II Rp 3 juta yang diserahkan langsung saat itu oleh Sekretaris Dinas Pendidikan Aceh, Muslem, S.Ag, M.Pd .

masing-masing juara I dan II , sebut Adriansyah  dengan total hadiah yang telah disebutkan tadi juga  telah termasuk paket umrah ke tanah suci. Atas prestasi sebagai juara pertana pengelola LKP se Aceh, (LPA MUSTIKA) Yabamusti juga mendapat kehormatan mewakili Propinsi Aceh dalam ajang yang sama untuk tingkat nasional di Propinsi Bengkulu.

Berikut daftar lengkap pemenang;

– Pengelola LKP

Juara I : Adriansyah (Aceh Tamiang)

Juara II : Marthunis (Banda Aceh)

Juara III : Muhammad Hendra (Langsa)

Harapan I : Teuku Marwan SE,AK (Sabang)

Harapan II : Dina Rahmawati (Pidie).

PKW AKUPUNKTUR 2019

Yayasan Baroena Mustika Indonesia (Yabamusti) Aceh Tamiang menjadi  salah satu lembaga dari beberapa lembaga lainnya  dari Kabupaten/kota di Aceh  yang mengusulkan dan memperoleh bantuan Block Grant  dari Ditbinsuslat Kemendikbud RI Tahun 2019.

Sementara untuk bantuan yang sama Kabupaten / kota lainnya seperti Aceh Timur , Bireun , Lhokseumawe ,Banda Aceh, Aceh Barat, Pidie ,Aceh Besar,Nagan Raya juga mendapatkannya

Yabamusti Aceh Tamiang lewat Lembaga Pelatihan Akupunktur (LPA MUSTIKA ) atau Pendidikan Non Formal Luar Sekolah akan melatih masyarakat daerah ini yang putus sekolah atau masih menganggur untuk ikut Program Kecakapan Wirausaha Kursus Akupunktur dan Bekam gratis.

Lanjut Adriansyah, untuk program ini  diutamakan yang putus sekolah dan masih menganggur, serta serius untuk di didik menjadi seorang Pengobat Tradisional (Battra) yang mandiri dan profesional.

Adriansyah juga merasa sangat bersyukur, kami masih dapat berbuat membantu masyarakat dan anak anak putus sekolah di Bumi Berjuluk Bumi Muda Sedia ini lewat upaya keras kita ke Pemerintah  Pusat.

DIBUKA

Yayasan Baroena Mustika Indonesia (Yabamusti)-Lembaga Pendidikan Akupunktur  (LPA) Mustika Aceh Tamiang menggelar Program Pendidikan Kecakapan Wirausaha (PKW) Akupunktur Tahun 2019 yang dipusatkan di kampus LPA Mustika Dusun Tualang Paya Kulbi Karang Baru Aceh Tamiang, Kamis (22/8/2019).

Program ini dibuka langsung  Kadisdik Aceh Tamiang diwakili Kabid Pembina PAUD dan PNF Dinas Pendidikan Aceh Tamiang , Mukhlis S.Pd.

Sebanyak 20 orang peserta Program Kecakapan Wirausaha tersebut, akan diberikan Pelatihan Akupunktur dan Bekam agar bisa menjadi Praktisi Akupunktur dan Bekam yang mandiri.

Kabid Pembina PAUD dan PNF dalam sambutan pembukaan menyampaikan Pendidikan ‎Kecakapan Wirausaha Akupunktur sangat layak dilaksanakan di Kabupaten Aceh Tamiang.

Karena menurutnya dengan adanya pendidikan tersebut Sumber Daya Manusia ( SDM)  anak-anak Aceh Tamiang bisa memiliki keahlian untuk mandiri.

“Saya mewakili Kepala Dinas Pendidikan Aceh Tamiang merasa sangat senang dan bangga Program Pendidikan Kecakapan Wirausaha (PKW) Bidang Akupunktur yang merupakan program dari Direktorat Pembinaan Kursus dan Pelatihan, Kemendikbud RI ini bisa dilaksanakan di Aceh Tamiang,” ungkap  Mukhlis.

Karena dengan adanya pendidikan kewirausahaan seperti ini, bisa berdampak pada kesejahteraan anak-anak sebagai peserta. Sebab dengan mengetahui dan menguasai ilmu Akupunktur mereka bisa mulai membuka praktek  sendiri nantinya.‎

‎Mukhlis berharap, para peserta benar-benar dan serius dalam mengikuti pendidikan sehingga ketrampilan Akupunktur dan Bekam itu bisa dimanfaatkan untuk kepentingan diri sendiri ataupun keluarga para peserta pelatihan dan masyarakat luas.

‎”Persaingan kerja saat ini sangat ketat, oleh karena itu, peserta harus benar-benar menguasai ilmu dan ketrampilan tersebut sebagai calon calon Akupunkturis dan Bekam supaya bisa mandiri nantinya,” harap Mukhlis.

Sebelumnya , Pimpinan Lembaga Pendidikan Akupunktur (LPA) Mustika, Adriansyah‎, Akp mengatakan, pelaksanaan Pendidikan Kecakapan Wirausaha (PKW) itu merupakan bantuan dari Direktorat Pembinaan Kursus dan Pelatihan Ditjen PAUD dan Dikmas-Kemendikbud Republik Indonesia Tahun 2019 yang dipercayakan kepada Lembaga Pendidikan Masyarakat yang dikelola nya.‎

Dalam program Pendidikan Kecakapan Wirausaha (PKW) bidang Akupunktur tersebut, kuota yang diberikan oleh  Ditbinsuslat kepada Yabamusti – LPA Mustika sebanyak 20 orang peserta.

“Sebenarnya dalam e-proposal bulan April lalu, kami mengajukan kuota untuk  25 orang ke Ditbinsuslat, namun yang disetujui cuma 20 orang peserta saja.

Para peserta ini akan kita latih supaya menjadi mandiri setelah selesai mengikuti pendidikan ini,” kata Adriansyah.

Selaku pelaksana, Adriansyah, melalui lembaganya berjanji akan melaksanakan program pendidikan tersebut dengan sebaik-baiknya demi tercapainya tujuan program PKW yaitu mencetak wirausahawan muda yang betul-betul mandiri.

“Lewat PKW Akupunktur inilah kami.ingin memotivasi dan merangsang minat publik  dan anak anak putus sekolah bahwa Aceh itu hebat sebagaimana 15 Program Unggulan Pemerintah Aceh Periode 2017-2022 yang di nahkodai Gubernur Aceh drh Irwandi Yusuf MSc dan Wakil Gubernur Aceh Nova Iriansyah MT. (Kini Plt Gubernur Aceh-red).

Salah satu dari 15 Program Unggulan tersebut yang kami jalankan adalah program ACEH CARONG khususnya poin Penguatan keterampilan bagi generasi muda melalui pendidikan  vokasional baik formal dan non formal,” tegas Adriansyah.

ADAPTASI

Diakhir wawancara dengan penulis, Ketua Umum Yabamusti dan Pimpinan LPA Mustika ini mengajak para peserta didik untuk segera beradaptasi dengan hidup mandiri.

Mari kita belajar membuka usaha agar nantinya bisa berwirausaha untuk membuka usaha selain mengisi lapangan kerja yang ada.

“Sudah saatnya kita   merintis usaha agar nantinya setelah lulus pendidikan  PKW Akupunktur ini bisa membuka usaha sendiri. “Minimal membuka lapangan kerja untuk dirinya sendiri dan Alhamdulillah kalau bisa membuka kerja untuk masyarakat,” katanya.

Kompetisi yang makin ketat membuat kita dituntut belajar hal-hal baru dan bersikap inovasi serta kreatif. “Tentunya berakhlak mulia merupakan nilai lebih bagi kita . Semoga!

Facebook Comments

Artikel ini telah dibaca 1529 kali

Baca Lainnya