Kriminal

Jumat, 6 Desember 2019 - 11:38 WIB

4 bulan yang lalu

logo

Cabuli Beberapa Perempuan Desa, Ketua OKP di Lhokseumawe Diciduk Polisi

AFNEWS.CO.ID – Seorang oknum Ketua induk Organisasi Kemasyarakatan Pemuda (OKP) ditingkat Kecamatan berinisial NZ (34), akhirnya diciduk oleh aparat Kepolisian dari jajaran Polres Lhokseumawe. Tersangka ditangkap setelah polisi menerima laporan dari beberapa perempuan desa yang mengaku telah menjadi korban pencabulan atau pelecehan seksual yang diduga dilakukan tersangka.

Bukannya memberikan contoh yang baik terhadap masyarakat, oknum ketua OKP ini justeru melakukan perbuatan tak senonoh dengan mencabuli sedikitnya empat perempuan desa dalam waktu yang berbeda. Dari keempat korban, tiga diantaranya masih berusia 17 tahun.

Akibat perbuatan tak senonoh itu, tersangka NZ (34) akhirnya diciduk oleh Satuan Reserse Kriminal (Reskrim) Polres Lhokseumawe. Tersangka ditangkap usai polisi menerima laporan dari korban.

Kanit PPA Polres Lhokseumawe Ipda Lilisma Suriani mengatakan, tersangka diduga mencabuli remaja dan satu diantaranya wanita dewasa.

Keempat korban masing-masing berinisial NA (17), CM(17), FTA (17) dan FY (39).

“Tersangka yang juga ketua KNPI kecamatan ini ditangkap pada hari Sabtu (23/11/19) di sekitaran Gampong Alue Kureyai pada pukul 16.30 WIB, setelah salah satu korban membuat laporan,” kata Lilis dalam konfrensi pers, Kamis (5/12/2019).

Dari keterangan pelapor FY, kata dia, pelaku melakukan pelecehan seksual terhadap dirinya sebanyak satu kali pada tahun 2018 lalu.

Lalu, kata Lilis, disusul dengan pencabulan terhadap korban kedua yaitu CM (17). “Pelaku melakukan pelecehan seksual pertama kali awal tahun 2019, dan yang kedua pada hari Minggu (27/10/2019) di rumah korban dengan motif ingin menagih iuran sumur bor milik desa,” katanya.

Lanjutnya, keterangan dari korban ketiga FTA,  pelaku mencabuli korban  di rumahnya. Saat itu, pelaku tiba-tiba masuk ke kamar dan memeluk serta langsung menindih korban.

“Saat itu korban langsung menolak badan tersangka dan mengusirnya untuk keluar dari kamar korban,” katanya.

Sementara keterangan korban terakhir, katanya, pelaku melakukan pelecehan seksual sebanyak satu kali di rumah korban sendiri dengan cara pelaku duduk di belakang dan secara tiba-tiba berdiri dan langsung mencium korban.

Menurutnya, kasus ini sebelumnya sudah dilapor kepada perangkat desa. Namun, karena tidak ada penyelesaian akhirnya keluarga korban membuat laporan ke polisi.

“Pelaku dikenakan Pasal 47 Qanun Nomor 6 Tahun 2014 dan diancam 90 kali cambuk di depan umum atau denda paling banyak 900 gram emas murni atau penjara 90 bulan,” kata Lilis.(Red AF)

Facebook Comments

Artikel ini telah dibaca 523 kali

Baca Lainnya