EKBIS

Selasa, 3 Desember 2019 - 14:16 WIB

6 hari yang lalu

logo

BRI Cabang Langsa Diduga Persulit Penyaluran KMK Pekerjaan Jalan Tol

AFNEWS.CO.ID – Bank Rakyat Indonesia (BRI) Cabang Langsa Diduga telah mempersulit penyaluran Kredit Modal Kerja (KMK) bagi kontraktor yang sedang mengerjakan program nasional pembangunan jalan tol.

Pengajuan PT NAD JAYA yang merupakan perusahaan Sub kontrak PT Waskita Karya untuk mendapatkan KMK Kontruksi di BRI Cabang Langsa, khusus pekerjaan pembangunan jalan tol Kuala Tanjung – Indera Pura, prosesnya sudah memakan waktu sekitar dua bulan sejak pengajuan dan terkesan dipersulit.

“Kita mengajukan KMK sebesar Rp 5 milyar dengan jaminan kontrak dan beberapa anggunan dengan nilai lebih dari Rp 7 Milyar. Namun beberapa kali direvisi nilai pengajuannya oleh pihak BRI hingga disetujui di angka Rp 2,7 Milyar,” ungkap Direktur Utama PT NAD JAYA, Zulkifli TM, beberapa hari lalu.

Dikatakan, dirinya mengajukan KMK ke BRI Cabang Langsa karena dia merupakan nasabah setia bank tersebut dan domisili Perusahaan juga masih dalam wilayah kerja BRI Cabang Langsa Provinsi Aceh.

“Prosesnya sangat berbelit dan terkesan dipersulit. Kami telah menunggu dan mengikuti proses mereka yaitu rapat Komite pertama disetujui Rp 3,5 Milyar tanggal 4 November 2019 dan komite kedua tanggal 24 November 2019 juga disetujui Rp 3,5 Milyar. Kemudian pada tanggal 28 November 2019 disetujui untuk pencairan hanya Rp 2,7 Milyar, belum ditandatangani putusannya untuk dikirim ke kantor BRI Cabang Langsa, sehingga pekerjaan kami menjadi terhambat,” kata Zulkifli.

Dikatakan, saat ini pihaknya sedang mengerjakan proyek pembangunan jalan tol Kuala Tanjung-Indrapura yang merupakan Subkon PT Waskita Karya dengan volume kerja 125.000 kubik. Untuk menyelesaikan pekerjaan itu secara tepat waktu, pihaknya memiliki 30 orang pekerja dilapangan dengan pengeluaran sebesar Rp 80 juta per hari untuk keperluan membayar gaji pekerja, sewa alat, dan biaya operasional lainya.

“Sudah dua bulan kita ajukan KMK ke BRI Cabang Langsa, tapi prosesnya sangat berbelit. Kami butuh dana cepat. Jika tidak, maka pekerjaan akan terhenti dan program nasional pembangunan jalan tol ikut terhambat. Apalagi, semua proses administrasi dan ketentuan yang ditetapkan oleh pihak BRI juga telah kami penuhi,” katanya.

Realisasi pengajuan KMK ke BRI Langsa terkatung-katung, sementara pekerjaan sedang berlanjut dan tagihan biaya untuk pekerjaan terus berjalan hingga membuat rekanan menjadi kewalahan, demikian ungkap Zulkifli ketika itu.

Sementara itu, manajemen BRI Cabang Langsa atau BRI Perwakilan Provinsi Aceh yang ingin didapat konfirmasinya terkait persoalan tersebut, hingga berita ini ditayang belum berhasil dihubungi.(Red AF)

Facebook Comments

Artikel ini telah dibaca 276 kali

Baca Lainnya