NASIONAL

Senin, 2 Desember 2019 - 18:04 WIB

7 hari yang lalu

logo

158 Kg Sabu Untuk Stok Tahun Baru Ditangkap, Tersangka Ditembak Mati

AFNEWS.CO.ID – Persediaan narkoba jenis sabu sebanyak 158 Kg yang diduga akan digunakan untuk perayaan natal dan tahun baru khususnya di Jakarta, akhirnya terungkap dan di tangkap oleh jajaran Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri.

Barang bukti sabu 158 Kg tersebut, langsung diamankan dan seorang tersangka berinisial EF terpaksa ditembak mati karena mencoba untuk melarikan diri.

Direktur Tindak Pidana Narkoba  Bareskrim Polri Brigadir Jenderal Polisi Eko Daniyanto mengatakan, kasus tersebut berawal dari laporan masyarakat. Polisi langsung menindaklanjuti dengan melakukan penyelidikan selama lebih kurang dua bulan.

Pada 29 November lalu, polisi berhasil  menangkap salah seorang tersangka bernama EF di Bogor Jawa Barat. Dari penangkapan ini, 15 kilogram sabu diamankan.

“Penyidik kemudian melakukan pengembangan dan menggeledah rumah kontrakan tersangka di Bogor. Ditempat itu berhasil diamankan 118 kilogram sabu,” ujar Eko di Rumah Sakit (RS) Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, Senin (2/12/2019).

Selanjutnya, tim melakukan pengembangan dengan menggeledah mobil tersangka. Dari sana, polisi mengamankan barang bukti 25 kilogram sabu. “Total barang bukti yang diamankan sebanyak 158 kilogram sabu,” katanya.

Dari pengakuan tersangka EF, ia mengedarkan sabu dikendalikan tersangka AC yang merupakan warga negara Nigeria. AC merupakan residivis kasus narkoba.

Dalam kasus ini, polisi terpaksa menembak mati tersangka EF. Sebab, saat dilakukan pengembangan, tersangka EF mencoba melarikan diri saat diminta menunjukan tempat persembunyian sabu lainnya. “Pada saat dibawa ke rumah sakit nyawa tersangka tak tertolong,” ujarnya.

Eko pun mengakui bahwa pada akhir tahun memang peredaran narkoba marak. Khususnya kota jakarta, masih menjadi market utama pemasaran narkoba. “Ini semuanya (sabu 158 kg), akan diedarkan di Jakarta menghadapi perayaan Natal dan Tahun Baru” ujarnya.

Untuk itu, ia bekerja sama dengan Bea Cukai dan Imigrasi akan melakukan pencegahan. “Kami sudah ada program tiap akhir tahun bekerja sama dengan Bea Cukai dan Imigrasi. Sepanjang pelaku ditangkap di Indonesia maka akan gunakan hukum positif di Indonesia,” katanya. (Red AF)

Facebook Comments

Artikel ini telah dibaca 42004 kali

Baca Lainnya