ACEH

Selasa, 19 November 2019 - 16:02 WIB

4 bulan yang lalu

logo

BPI KPNPA RI Imbau KAHMI Banda Aceh Jangan Terjebak Pusaran Konflik Yang Tidak Perlu

AFNEWS.CO.ID – Badan Peneliti Independen Kekayaan Penyelenggara Negara dan Pengawas Anggaran Republik Indonesia (BPI KPNPA RI) menghimbau Presidium Korps Alumni HMI (KAHMI) Banda Aceh untuk tidak terjebak dalam pusaran konflik yang tidak begitu perlu, terkait alokasi dana APBA untuk Kadin Aceh. Apalagi, dana itu sendiri telah dibatalkan oleh  Pemerintah Aceh.

“Jadi mari sama-sama kita berpikir bagaimana caranya meningkatkan daya serap APBA agar rakyat Aceh kedepan bisa lebih sejahtera. Sehingga tidak lagi terulang dana trilyunan rupiah harus kembali ke Pusat,” demikian diungkapkan Ketua BPI KPNPA RI Aceh, Chaidir Hasballah SE, Selasa (19/11/2019).

Menurutnya, Korps Alumni HMI (KAHMI) merupakan tepat bernaungnya para intelektual, dimana peranannya dalam negara Republik ini tidak diragukan lagi. Banyak alumni HMI yang mengisi posisi penting baik di daerah maupun tingkat nasional.

Karenanya, Chaidir Hasballah berharap Presidium KAHMI Banda Aceh agar menunjukkan kelasnya sebagai intelektual bangsa, dengan tidak terlibat dalam pusaran konflik yang tidak perlu, terkait alokasi dana APBA untuk Kadin Aceh yang telah dibatalkan itu. Apalagi sampai mengeluarkan statemen dengan kosa kata, serta bahasa yang tidak menunjukkan identitasnya sebagai seorang intelektual.

“Alumni HMI harus menjadi motor penggerak dalam membangun Aceh. Jadi, gunakanlah intelektual untuk kepentingan Aceh. Hentikan polemik yang tidak perlu. Rakyat Aceh sekarang butuh pemikiran kita semua,” kata  Chaidir Hasballah.

Sebelumnya, Presidium, Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Banda Aceh, Deny Ardinsyah  melalui siaran pers nya, meminta Plt Ketua Kadin Kota Langsa Abd Hadi Abidin yang akrab disapa Adi Maros, jangan cemen dan harus lebih banyak belajar, dalam mensikapi berbagai perkembangan atau situasi sosial, budaya, ekonomi dan politik Aceh terkini.

Menurut Deny, ini menjadi penting sehingga posisinya sebagai salah seorang politisi partai politik nasional di Aceh dan berlebel seorang pengusaha, tidak menjadi bahan tertawaan rakyat Aceh, para aktivis LSM dan mahasiswa, khususnya keluarga besar HMI.

Pada bagian lain, Plt Ketua Kadin Kota Langsa Abd Hadi Abidin yang akrab disapa Adi Maros, meminta semua pihak agar dapat menghentikan polemik dan tidak lagi menebar fitnah untuk Kadin Aceh terkait penggunaan APBA yang sudah dibatalkan oleh Pemerintah Aceh.

“Kita ingin semua pihak memberikan kontribusi pemikiran positif kepada Kadin Aceh dalam upaya bekerja membangun perekonomian Aceh yang sudah bertahun-tahun terpuruk. Jadi jangan malah di fitnah. Nanti orang jadi
enggan berbuat di Aceh ini,” ujar Adi Maros, Minggu (17/11/2019).

Dikatakannya, polemik dan pembentukan opini berbau fitnah untuk Kadin Aceh akhir-akhir ini gencar dilakukan oleh pihak tertentu. Malah salah satu Media yang beraroma “juru bicara” Partai Politik Lokal di Aceh, terindikasi dengan sengaja mengacaukan Kadin Aceh yang sedang bekerja membangun Ekonomi rakyat.

Terkait hal ini, Chaidir Hasballah mengatakan, sebaiknya sebagai sesama anak bangsa, tidak harus saling menuding. Alangkah baiknya, setiap perbedaan pemikiran disikapi secara positif untuk mencari solusi. Karena perbedaan pemikiran tanpa solusi tidak memberi manfaat untuk rakyat Aceh, demikian Chaidir Hasballah.(Red AF)

Facebook Comments

Artikel ini telah dibaca 1836 kali

Baca Lainnya