PEHUKRIM

Jumat, 11 Oktober 2019 - 13:13 WIB

7 hari yang lalu

logo

BNN Amankan 20 Kg Sabu, Sipir LP Langsa Ditangkap Sebagai Tersangka

AFNEWS.CO.ID Badan Narkotika Nasional (BNN) Pusat, berhasil mengamankan 20 Kg narkotika jenis sabu hasil pengungkapan narkotika di wilayah Aceh Timur, pada Senin (7/10/2019) lalu.

Selain mengamankan barang haram tersebut, BNN juga ikut menangkap tersangka bernisial D (36) berstatus sebagai ASN Sipir Lapas Kelas II B Langsa dan NM (31), keduanya merupakan pasang suami istri warga Dusun Petua Amin, Desa Gampong Jalan, Kecamatan Idi Rayeuk, Kabupaten Aceh Timur.

Hal ini diungkapkan Deputi Bidang Pemberantasan BNN Pusat, Irjen Arman Depari, didampingi Kepala BNN Aceh, Brigjen Pol Drs Faisal AN  melalui press realisnya, Jum’at (11/10/2019) di Kantor BNN Langsa.

Dijelaskan, pengungkapan peredaran narkotika itu berawal dari Tim BNN Pusat dan BNN Aceh mendapat informasi adanya penyelundupan narkoba dari Malaysia.Barang tersebut dibawa melalui jalur laut dengan menggunakan boat dan berlabuh di perairan Aceh Timur.

Kemudian, tim melakukan penyelidikan dari hasil tersebut dicurigai adanya salah satu oknum ASN yang berrtugas di Lapas Kelas II B Langsa terlibat dalam peredaran gelap narkotika tersebut.

Tim BNN memperdalam penyelidikan tersebut dan di dapatkan hasil, pada senin, (7/10/2019) di geledah rumahnya di daerah Idi Rayeuk dan berhasil mengamankan 19 bungkus ukuran 1 kg disebelah lemari dapur yang dibungkus dalam karung berwarna putih, satu unit mobil jenis Honda Civic nopol BL 6 RY dan dua unit HP.

Selanjutnya, istri tersangka D juga menunjukkan satu bungkus lagi ukuran sedang di dalam lemari dapur.Dari pengakuan tersangka D, awalnya sabu tersebut berjumlah 48 kg, namun sebagian sudah diedarkan di Aceh dan luar Aceh,baik diantar sendiri maupun di kirim melalui kurir.

Dalam kasus ini, tersangka D terlibat sebagai pengendali dan menyimpan sabu. Atas perbuatannya dikenakan Pasal 114 ayat (2)dan Pasal (112) ayat (2) Undang-Undang Nomor ; 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman hukuman empat tahun, malsimal seumur hidup dan hukuman mati.

Depari mengatakan, terkait kasus ini, kita akan terus melakukan pengembangan. Apalagi, dalam catatan yang ada pelaku sudah masuk dalam pembinaan dan sudah dikembalikan, namun yang bersangkutan kembali mengulang perbuatannya. BNN terus melakukann penyidikan tentang kemungkinan lain dan kedua tersangka bersama barang bukti dibawa ke Jakarta untuk penyidikan lebih lanjut. (Red AF)

Facebook Comments

Artikel ini telah dibaca 536 kali

Baca Lainnya