PEHUKRIM

Kamis, 12 September 2019 - 13:44 WIB

3 hari yang lalu

logo

Mantan Kadis dan Bendahara Dinas Pendidikan Aceh Timur Dijebloskan ke Penjara

AFNEWS.CO.ID –  Mantan Kepala Dinas Pendidikan Aceh Timur Abdul Munir dan Bendaharanya Hijrah Saputra, akhirnya dijebloskan ke penjara terkait kasus Penggelapan Tunjangan Profesi Guru (TPG) tahun 2017.

Tim eksekutor dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Aceh Timur telah mengeksekusi mantan Kepala Dinas Pendidikan Aceh Timur, Abdul Munir dan Bendahara Pengeluaran pada Dinas Pendidikan Aceh Timur dan Kebudayaan Aceh Timur, Hijrah Saputra, Rabu (11/9/2019) kemarin.

Kepala Kejaksaan Negeri Aceh Timur, Abun Hasbulloh Syambas melalui Kasi Intelijen, Andy Zulanda menjelaskan. Proses eksekusi terhadap keduanya dilakukan, Rabu (11/9/2019) sekitar pukul 14.00 WIB di tempat yang berbeda.

Eksekusi tersebut berdasarkan Surat Perintah Kepala Kejaksaan Negeri Aceh Timur No. PRINT-967/N.1.21/Fu.1/09/09, tanggal 11 September 2019, dan Surat Perintah Kepala Kejaksaan Negeri Aceh Timur No. PRINT-968/N.1.21/Fu.1/09/09, tanggal 11 September 2019.

Dalam surat tersebut, Hafrizal, SH, MH, Kepala Seksi Tindak Pidana Khusus, Andy Zulanda, SH Selaku Kepala Seksi Intelijen Kejaksaan Negeri Aceh Timur, dan Wahyudi, SH (Kasubsi Penyidikan Pidsus), serta Harry Arfhan, SH (Kasubsi Eksekusi dan Eksaminasi) selaku tim eksekutor, ditugaskan Kepala Kejaksaan Negeri Aceh Timur.

Andy Zulanda mengatakan, eksekusi terhadap terpidana Hijrah Saputra bin Saifuddin dilaksanakan di rumahnya, Kelurahan Alue Dua, Kecamatan Langsa Baro, Kota Langsa oleh Kasi Pidsus Hafrizal, SH, MH, didampinggi Tim Jaksa Eksekutor Kejari Aceh Timur, dengan pengawalan dari petugas Kepolisian Sektor Peureulak Kota dan Polsek Langsa Baro Langsa.

“Eksekusi atas nama Hijrah Syahputra didasarkan atas putusan Mahkamah Agung Nomor: 1231 K/Pid.sus/2019, tanggal 29 Juli 2019. Putusan tersebut menyatakan Hijrah Saputra Bin Saifuddin terbukti bersalah melanggar pasal 2 ayat (1) jo. Pasal 18 UU RI No. 31 Tahun 1999, sebagaimana telah diubah dengan UU RI No. 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP yang mana atas hal tersebut terpidana dihukum dengan hukuman penjara selama 4 tahun dan denda sebesar Rp200 juta rupiah, subsidiair 6 bulan kurungan,” sebut Kasi Intelijen, Andy Zulanda.

Kemudian kata Andy, selanjutnya sekira pukul 18.00 WIB, tim Jaksa Eksekutor Kejaksaan Negeri Aceh Timur mengeksekusi terpidana Abdul Munir di kediamannya, Jalan Nurdin Arraniri Dusun Damai Desa Paya Bujok Tunong, Kecamatan Langsa Baro, Kota Langsa, yang dilakukan Kasi Intelijen Kejaksaan Negeri Aceh Timur, Andy Zulanda, SH didampingi oleh Tim Jaksa Eksekusi Kejari Aceh Timur.

Lebih lanjut dia menambahkan, eksekusi tersebut didasarkan atas putusan Mahkamah Agung Nomor: 1620 K/Pid.sus/2019 tanggal 29 Juli 2019 yang mana atas putusan tersebut menyatakan Abdul Munir, S.E, M.Ap Bin Abdul Wahab terbukti bersalah melanggar pasal 2 ayat (1) jo. Pasal 18 UU RI No. 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU RI No. 20 Tahun 2001, tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP yang mana atas hal tersebut terpidana dihukum dengan hukuman penjara selama 4 tahun dan denda sebesar Rp. 200 juta rupiah subsideair 3 bulan kurungan.

“Terpidana Abdul Munir dan Hijrah Saputra  sebelumnya terjerat kasus korupsi Tunjangan Profesi Guru (TPG) tahun Anggaran 2017, yang merugikan keuangan negara Rp5.473.892.450,- (lima miliar empat ratus tujuh puluh tiga juta delapan ratus sembilan puluh dua ribu empat ratus lima puluh rupiah) dan atas perbuatan kedua terpidana tersebut telah diputus oleh Pengadilan Tipikor Banda Aceh yang berbunyi,” ujar Andy Zulanda.

Sebelumnya, kedua terpidana ini telah mengajukan banding ke Pengadilan Tinggi Tipikor Banda Aceh, namun pada 29 November 2018 pengadilan Tipikor menjatuhkan hukuman kepada keduanya masing-masing 4 tahun penjara.

Dan atas putusan tersebut terdakwa menyatakan kasasi dan JPU pun menyatakan kasasi.

“Sebagai catatan juga, para terpidana telah mengembalikan seluruh kerugian negara Rp5.473.892.450,- rupiah. Dan kemudian sekitar pukul 20.30 WIB malam tadi keduanya dieksekusi ke Rutan Langsa,” sebut Andy.(Red AF)

Facebook Comments

Artikel ini telah dibaca 1890 kali

Baca Lainnya