ACEH

Minggu, 14 Juli 2019 - 09:37 WIB

1 bulan yang lalu

logo

Walikota Langsa Buka  Festival Rentak Melayu Raya ke 2 Tahun  2019

AFNEWS.CO.ID Walikota Langsa Usman Abdullah membuka secara resmi  event Festival Rentak Melayu Raya Tahun 2019  di Lapangan Merdeka Langsa , Sabtu (13/7/2019) .

Dalam sambutannya , Walikota mengatakan,Kota Langsa dahulunya adalah ibu kota dari Kabupaten Aceh Timur yang terbentuk dari 3 perkauman yang dominan, yaitu Aceh, Gayo dan Melayu .

Jejak perkauman Melayu tersebut hingga kini masih adanya daerah pemukiman warga yang bernama Gampong Melayu yang berada di kecamatan Langsa Kota.

Kemudian sejarah terbentuknya Langsa yaitu atas perintah Raja Aceh kepada salah satu putra Melayu Minang yang bernama Datok Malela untuk membuka wilayah baru di pantai timur Aceh yang kemudian kita kenal saat ini dengan sebutan Langsa, “ungkap Walikota Usman Abdullah.

Lanjutnya, orang Melayu itu adalah bangsa Austronesia yang terdapat di semenanjung tanah melayu, termasuk orang Malaysia, Thailand, Philipina, dan Madagaskar yang lazimnya berbahasa Melayu.

Mereka mayoritas beragama Islam, dan berkebudayaan Melayu serta melalui kegiatan ini kita akan meningkatkan kesepahaman dan kepercayaan sebagai landasan memperkuat persaudaraan antar sesama bangsa melayu di Nusantara khususnya di Kota Langsa .

Walikota juga  berharap Festival Rentak Melayu Raya Tahun 2019 ini dapat meningkatkan kunjungan wisatawan domestik maupun luar negeri yang datang ke Kota Langsa.

Lanjutnya, Kota Langsa memiliki beberapa objek wisata andalan diantaranya Hutan Kota Langsa bertempat di Gampong Paya Bujuk Seulemak, Kecamatan Langsa Baro dan Kawasan Eko Wisata Hutan Lindung Mangrove Kuala Langsa serta beragam Wisata Kuliner yang ada di Kota Langsa, “tandasnya.

Sebelumnya Kadis Kebudayaan dan Parawisata Aceh dalam laporan dan sambutannya mengatakan Festival Rentak Melayu Raya merupakan inisiatif penggiat seni budaya Kota Langsa yang ditindak lanjuti Pemerintah Aceh, melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata dengan mengagendakan kegiatan tersebut, “lapornya.

Festival Rentak Melayu Raya merupakan kegiatan yang kedua kalinya di Aceh dengan tujuan melestarikan nilai-nilai seni budaya Melayu.

Suku melayu adalah sebuah kelompok etnis dan orang-orang Austonesia. Sejarah nama “melayu” berasal dari Kerajaan Malaysia yang pernah ada di kawasan sungai Batang Hari.

Dalam event ini memperkenalkan beberapa lokasi potensial sebagai daerah yang memiliki pesona alam di daerah ini, ” jelas Kadis Kebudayaan dan Parawisata Aceh Jamaludin, SE.M.Si.Ak.

Hadir dalam pembukaan ini antara lain Unsur Forkopimda Kota Langsa, Kabag Sumda Polres Langsa Kompol Kasnap, SE, Narasumber antara lain Prof. Dr. H. Syahrizal Abbas ( Banda Aceh ), Tengku Muhammad Haris ( Aceh Tamiang ), Dr. H. Zulkarnaini Abdullah ( Langsa ), Muhammad Alkaf, MSI ( Moderator ), serta peserta Rentak Melayu dan masyarakat daerah ini dan kabupaten/ kota sekitarnya.(Edy)

Facebook Comments

Artikel ini telah dibaca 382 kali

Baca Lainnya