ACEH

Jumat, 5 Juli 2019 - 16:22 WIB

2 bulan yang lalu

logo

Tentang  Orang Tua Yang Membuang Anaknya (Kajian Historical)

AFNEWS.CO.ID Dulu—dalam sejarah— memang ada orang yang menjauhkan anak dari orang tua. Bedanya masa lalu dengan era modern, hanya konteks dan substansinya. Misalnya, Nabi Musa kecil, dulu pernah dihanyutkan oleh ibunya ke sungai Nil dan sampai di istana. Konteksnya, ibu Nabi Musa menghanyutkan anaknya karena tekanan politik dan gender di Mesir.

Dewi Kunti dalam kisah Mahabrata pernah menghanyutkan anaknya yang bernama ” Karna” ke sungai dan ditemukan oleh sais kereta istana Hastinapura—belakangan ibu Karna menjadi permaisuri di kerajaan Hastinapura. Disana “Karna” menjadi raja dibawah kekuasaan Hastinapura, India. Alasan Dewi Kunti hanyutkan anaknya, karena dia masih gadis tetapi melahirkan anak pemberian Dewa.

Cara Dewi Kunti, berbeda dengan Maryam, yang melahirkan anak tanpa suami, bernama “Isa”, dan menjadi Rasul untuk mengajarkan Tauhid. Dalam kisah ini, Maryam tidak malu dan tidak menghanyutkan anaknya ke sungai, meskipun tekanan psikologis begitu kuat, dan satire digelinding oleh masyarakat saat itu. Namun, Maryam konsisten, dan yakin Allah bersamanya.

Tetapi—sekarang—-mereka (orang tua) yang menjauhkan anaknya darinya, dan sepenuhnya disebut “dibuang” tidak ditemukan reasoning yang kuat—- alasan yang paling mungkin adalah mereka tidak menyayangi anaknya dan rasa kemanusiaan mulai pudar.Karena, tidak ada tekanan politik dan gender. Meskipun, mereka ada alasan, tetapi cara – cara seperti itu di era keterbukaan tidak rasional dan manusiawi.

Jika alasan ekonomi, maka reasoning ini ada solusinya. Ada banyak lembaga atau filantrop yang dapat membantu. Jikapun, anak itu terlahir tidak legal, tetapi anak itu anak biologisnya dan berhak dia merawat dan membesarkannya. Mohon ampunan kepada Allah atas kesalahan itu, semoga dimasa mendatang orang tuanya dimuliakan Allah.

Semoga Allah memberkati anak – anak yang dibuang oleh orang tuanya. Dan orang tua dapat tersadarkan dan lebih mencintai anaknya.(DR AMIRUDDIN YAHYA AZZAWIY, MA)

Facebook Comments

Artikel ini telah dibaca 223 kali

Baca Lainnya