ACEH

Minggu, 7 Juli 2019 - 15:49 WIB

2 minggu yang lalu

logo

POLIGAMI: SENGKETA DAN SUKAR NEGOISASI

AFNEWS.CO.ID Poligami, adalah term trending disetiap zaman, diperdebatkan, disukai bahkan ditolak. Term poligami begitu sensitif, dan begitu miris bagi sebagian wanita. Term poligami layaknya sengketa yang belum selesai. Sukar dinegoisasi dan dikompromikan. Jikapun bisa, sifatnya partial.

Bahkan sikap variatif muncul dengan argumentasi unik, ada yang happy, ada don’t care, dan ada yang care. Reponsif ini wajar, dan tidak salah. Poligami dibolehkan dalam teks suci umat Islam.

Perdebatannya, bukan pada legal atau tidak legal poligami, seperti Pemerintah Aceh akan melegalkan poligami. Diskusinya bukan boleh tidak boleh. Bahkan, jika Aceh akan melegalkan, justru niat itu udah expired. Sebab, poligami legal dan itu ada dalam teks suci umat Islam. Ini sama halnya melegalkan yang legal.

Dalam term poligami, ada potensi kasih sayang dan konflik atau perpecahan. Tetapi ada solusinya yakni; adil—hanya “adil” resolusinya.  Sebab, “adil” adalah barometernya, dan menjadi ekuilibrium. Adil sebagai standard sikap, etik, psikologis, ekonomis dan behaviour.

Legalitas poligami tersebut dalam ajaran Islam, al-Qur’an setidaknya berbicara dalam tiga konteks, (1) mengakomodir potensi poligami, (2) berlaku adil, dan (3) tidak dapat berlaku adil. Al-Qur’an mengizinkan sekaligus memperingatkan (warning) orang yang akan berpoligami.

Suami, jika akan berpoligami harus merujuk kebijakan al-Qur’an, supaya poligami tidak menjadi konflik. Hasrat berbagi cinta, tetapi divorce dengan isteri sebelumnya. Berbagi cinta itu tidak mudah, apalagi tidak memiliki pengetahuan untuk membagi. Salah membagi, maka ada yang dikurangkan.

Apabila suami ingin berbagi cinta, untuk tidak menyebut “monopoli kuantitas isteri” — supaya tidak konflik, yang paling mungkin strateginya seperti menghidupkan “api candle”. Misal; suami punya “api candle” kemudian api itu dibagi pada “candle lainnya”. Akhirnya semua terang, bercahaya dan gelap perlahan hilang. Hanya orang yang kuat (power), dan excellent yang mampu melakukannya.

*DR.Amiruddin Yahya Azzawiy, MA*
(Dosen IAIN Langsa)

Facebook Comments

Artikel ini telah dibaca 211 kali

Baca Lainnya