Politisi Ini 95 Kali Ikut Pemilu, 95 Kali Kalah – afnews.co.id

Entertainment

Selasa, 25 September 2018 - 14:04 WIB

2 tahun yang lalu

logo

Politisi Ini 95 Kali Ikut Pemilu, 95 Kali Kalah

AFNEWS.CO.ID – Seorang pria di Kanada mendapat julukan sebagai politisi pecundang setelah mengikuti 95 kali pemilihan dan 95 kali mengalami kekalahan.

Meski telah puluhan kali maju dalam pemilihan dan selalu kalah, John Turmel (67) belum menyerah dan saat ini tengah maju dalam pemilihan wali kota Brantford, kota tempat tinggalnya.

Dilansir dari SCMP, Turmel pertama kali maju untuk pemilihan pada 1979 dan tujuan utamanya adalah melegalkan perjudian.

Berjuang untuk mendapatkan suara dengan mengunjungi rumah-rumah penduduk, namun dalam pemilihan pertamanya itu dia hanya mampu meraih 193 suara.

Bukannya menyerah, hal tersebut justru mendorongnya untuk mengikuti pemilihan lain.

Selama hampir empat dekade, Turmel telah mengikuti 95 kali pemilihan mulai dari anggota dewan kota hingga anggota parlemen.

Dia sering kali maju melalui jalur independen dan jumlah suara yang diraihnya cukup fluktuatif mulai dari hanya 11 suara hingga pernah meraih 4.500 suara.

Kerap mengusung kampanye yang tak biasa, bahkan pernah mendeskripsikan isu perubahan iklim sebagai tipuan, Turmel tak jarang menjadi bahan pemberitaan yang menjatuhkan.

Sebuah surat kabar pernah menyebutnya superpecundang saat dia kalah dalam pemilihan, juga salah satu stasiun radio yang menjulukinya politisi pecundang terbesar.

Meski demikian, Turmel dapat dengan cepat bangkit dari kritikan terhadap dirinya.

“Apakah saya merasa buruk dengan hal itu? Tidak,” ujar Turmel saat diwawancarai di kantornya di Brantford, sebuah kota kecil di Ontario selatan dengan penduduk sekitar 99.000 jiwa.

Menyebut dirinya sendiri penjudi pemilihan profesional, bagi Turmel lebih dari sekadar menang dan kalah, namun lebih sebagai cara yang murah untuk menyebarkan ide.

Turmel pertama kali terdorong untuk mengikuti pemilihan setelah polisi menggerebek permainan kartu yang dia gelar di rumahnya di Ottawa dan dirinya pun ditahan.

“Saya terus ditangkap. Itu mendorong saya untuk mencalonkan diri untuk parlemen pada 1979 agar dapat melegalkan perjudian dan berhenti menangkap saya,” ujarnya.

Namun, setelahnya, kampanye yang diusungnya meluas hingga melegalkan narkoba bahkan prostitusi.

Dalam beberapa tahun terakhir, Turmel telah menghindari kampanye langsung atau dari rumah ke rumah dan memilih gaya kampanye yang lebih konfrontatif.

Turmel kini lebih memilih untuk hadir di setiap debat, termasuk acara yang tidak mengundangnya, hingga dia beberapa kali dipaksa keluar dengan kawalan polisi.

“Saya tidak berkampanye. Saya pergi, mendaftar, memberi mereka siaran pers, dan konferensi pers kemudian saya pulang. Dan jika ada debat, saya akan hadir,” kata dia.

Pemilihan selalu erat kaitannya dengan dana kampanye, namun Turmel mengaku pengeluarannya berasal dari hasil perjudian.

“Saya tinggal dekat dengan lokasi permainan poker terbesar di negara ini. Itu memungkinkan saya membiayai semua kegiatan saya,” ujar lulusan teknik kelistrikan itu.

Sejak mendapat pensiun dua tahun lalu, Turmel telah mengurangi sebagian besar waktu berjudinya. Meski demikian, dia tidak menunjukkan rencana berhenti mengikuti pemilihan.

Turmel saat ini maju untuk pemilihan wali kota Brantford, tempat dia tinggal. Itu akan menjadi ajang pemilihannya yang ke-96.

Saat ditanya apakah masa 40 tahun yang dihabisnya untuk maju pemilihan dan kalah layak untuk dilakukan, Turmel mengaku tidak menyesal.

“Siapa yang peduli? Saya hanya sedang melakukan tugas saya. Saya muncul, melakukan yang terbaik, kemudian duduk dan melihat apa yang terjadi.”

“Saya sama sekali tidak menyesal. Untuk seseorang yang tanpa modal, melakukan ini semua dari hasil menang berjudi, apa yang saya sesali,” ujarnya.(Red AF)

 

Artikel ini telah dibaca 17 kali

Baca Lainnya