Uncategorized

Kamis, 30 Agustus 2018 - 00:42 WIB

1 tahun yang lalu

logo

Kasus Korupsi Pengadaan Lahan: Kejari Langsa Jangan Ikut Jadi Bagian Yang Korup

AFNEWS – Tim Kejaksaan Negeri (Kejari) Langsa diingatkan untuk tidak “main-main” dalam menangani kasus dugaan korupsi pengadaan lahan Pemko Langsa dengan total nilai sebesar Rp 15.974.813.800. Apalagi, kejanggalan yang sangat kentara dalam pengusutan kasus tersebut adalah terkait mark up pembebasan lahan di Gampong Kapa Kecamatan Langsa Timur yang menguras uang negara sebesar Rp 7 Milyar lebih.

“Ini sangat aneh. Sejak tahun 2013 kasus ini mengendap di Kejari Langsa. Kami hanya mengingatkan Kejari Langsa agar tidak main-main dalam mengusut kasus tersebut. Kami minta segera dilakukan gelar perkara atas kasus ini. Sehingga masyarakat tidak berasumsi jika aparatur di Institusi Kejari Langsa juga bagian dari pejabat yang korup,” demikian dikatakan Ketua BPI KPNPA RI Tiga Daerah (Aceh Timur, Kota Langsa, Aceh Tamiang) Chaidir Hasballah, Rabu (29/8).

Dikatakannya, Kasus yang telah menguras anggaran Pemko Langsa senilai Rp 7 Milyar lebih bersumber dari dana Otsus tahun 2013, hingga kini masih “mengendap” di Kejaksaan Negeri (Kejari) Langsa tanpa diketahui kejelasan proses hukum selanjutnya.

Malah, selain belum tuntasnya proses hukum dugaan mark up Pengadaan Lahan Pemko Langsa tahun 2013 itu, kini muncul lagi dugaan kolusi pengadaan Lahan untuk Kejaksaan Negeri Langsa melalui dana Hibah APBK Kota Langsa tahun 2016.

Disinyalir, banyak pihak yang terlibat dalam dugaan kolusi ini termasuk beberapa oknum dari Kejaksaan Negeri Langsa.

Rentetan berbagai dugaan miring terhadap institusi Kejari Langsa ini seharusnya bisa ditepis oleh aparatur Adyaksa tersebut dengan menunjukkan kinerja yang jelas dalam proses penegakan hukum.

“Kami akan terus mengawal proses penegakan hukum yang dilakukan oleh Kejari Langsa terutama dalam menangani kasus dugaan korupsi pengadaan lahan Pemko Langsa. Kita juga akan meminta bantuan BPI KPNPA RI Pusat di Jakarta, agar bisa melakukan koordinasi dengan Kejaksaan Agung RI dalam perkara ini,” ujar Chaidir Hasballah.

Sementara itu Asisten Pidana Khusus (Aspidsus) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Aceh T.Rahmadsyah SH kepada AFNEWS.CO.ID, Rabu (29/8), memastikan bahwa pengusutan kasus dugaan korupsi pengadaan lahan Pemko Langsa akan dilakukan hingga tuntas.

“Dalam kasus yang ditangani Kejari Langsa ini, Kejati Aceh bisa saja melakukan Supervisi baru kemudian kita tau apa masalah nya. Seperti di Kejari Banda Aceh, ada kasus yang mangkrak, hasil supervisi kasus tersebut diambil alih Kejati Aceh, dan tersangkanya juga sudah kita tahan. Namun kita masih menunggu petunjuk dari Pak Kajati Aceh dulu,” demikian kata T.Rahmadsyah.(Red AF)

Facebook Comments

Artikel ini telah dibaca 445 kali

Baca Lainnya