NASIONAL

Senin, 23 Juli 2018 - 11:21 WIB

2 tahun yang lalu

logo

PTPN I Aceh Tunggak Hutang Rp 11 Milyar pada Kopkar Mon Madu, Puluhan Pekerja Lapangan Demo

AFNEWS.CO.ID – PTPN I Aceh (Persero) dikabarkan menunggak hutang sebesar Rp 11 Milyar pada Koperasi Karyawan (Kopkar) Mon Madu selaku vendor yang menangani kontrak pemeliharaan pada beberapa kebun milik Perusahaan Plat Merah tersebut. Sehingga, Kopkar PTPN I Mon Madu mengalami kesulitan membayar kerja Pemeliharaan kepada para pekerja di lapangan. Akibatnya, puluhan pekerja pemeliharaan Kopkar PTPN I Mon Madu, Senin (23/7), menggelar aksi demo guna menuntut pembayaran mereka dari Kopkar tersebut.

Berdasarkan informasi yang di peroleh AFNEWS.CO.ID, para pekerja lapangan bidang pemeliharaan Kopkar PTPN I Mon Madu itu terpaksa melakukan demo ke Koperasi tersebut karena jerih payah mereka belum dibayar sejak Mei 2018 hingga sekarang. Padahal beberapa bulan sebelumnya, pembayaran terhadap para pekerja itu berjalan lancar dan tidak ada kendala.

“Uang kami sudah beberapa bulan belum di bayar oleh Kopkar Mon Madu. Kami jadi kesulitan dalam menjalani hidup. Jadi kami mohon kepada Kopkar Mon Madu untuk segera membayar uang jerih payah kami,” ujar beberapa pekerja dalam aksi demo mereka di halaman kantor Kopkar PTPN I Mon Madu Langsa.

Menyikapi tuntutan para pekerja lapangan itu, Bendahara Kopkar PTPN I Mon Madu Saifullah, membenarkan pihaknya belum bisa membayar uang para pekerja lapangan sejak Mei 2018 lalu. Hal ini disebabkan manajemen PTPN I Aceh belum membayar tunggakan kepada Kopkar Mon Madu selaku Vendor yang menangani kontrak pemeliharaan di Kebun Lama, Kebun Baru, Kebun Tualang Sawit dan Kebun Julok Rayeuk, bahkan Kebun Pulau Tiga meskipun saat ini Kebun Pulau Tiga vendor nya sudah diserahkan kepada pihak lain. Seluruh tunggakan PTPN I Aceh kepada Kopkar Mon Madu mencapai Rp 11 Milyar. Padahal semua pekerjaan telah selesai dilaksanakan oleh Kopkar Mon Madu selaku vendor PTPN I Aceh, dan administrasi amprahan uang nya juga sudah lengkap. Namun hingga kini pihak PTPN I Aceh belum juga melakukan pembayaran.

“Jadi bagaimana kami bisa membayar uang para pekerja lapangan jika PTPN I Aceh belum melakukan pembayaran kepada Kopkar Mon Madu,” ujar Saifullah.

Ditegaskan, Kopkar Mon Madu belum membayar uang kerja pemeliharaan kepada pekerja dilapangan karena Kopkar sendiri belum menerima bayaran pemeliharaan yg dikerjakan dikebun sesuai kontrak bulan Apri -Mei – Juni 2018. Jadi, sangat wajar jika pekerja menuntut.

Sebenarnya, lanjut Saifullah, bukan itu saja tapi ada item lain seperti rental mobil pool Kantor Pusat bulan Oktober-November 2017 dan bulan Maret-April -Mei-Juni 2018 yang belum bisa di bayar. Selanjutnya angkut TBS Mei – Juni 2018 dan angkut CPO dan inti, belum juga dibayar oleh PTPN I Aceh kepada Kopkar Mon Madu. Sehingga total tunggakan Perusahaan BUMN itu kepada Kopkar Mon Madu sudah mencapai Rp 11 Milyar. “Jadi kami mohon kepada para pekerja lapangan untuk bersabar karena Kopkar akan terus berupaya melakukan penagihan kepada PTPN I Aceh, sehingga bisa melakukan pembayaran kepada para pekerja,” kata Saifullah.

Menurutnya, saat ini Kopkar Mon Madu juga merasakan kesulitan karena harus mengeluarkan biaya wajib seperti bayar leasing yang begitu telat di denda hingga bisa ditarik mobil. Selanjutnya keluarkan uang tunai biaya angkut TBS, CPO dan inti. Sebaliknya, PTPN I Aceh belum bayar bagaimana Bisnis bisa jalan, apalagi Kopkar Mon Madu milik karyawan PTPN I dan dalam UU koperasi perusahaan wajib membina bukan sebaliknya menghancurkan koperasi.

Jadi, dalam hal ini Saifullah meminta pekerja untuk bersabar menunggu pembayaran dari PTPN I Aceh.

Bahkan, saat ini karyawan Kopkar Mon Madu juga sudah 2 bulan blm gajian.

“Syukur simpan pinjam kepada anggota yang kami putar senilai Rp 2 Milyar masih bisa jalan kepada anggota yang meminjam tiap bulan untuk keperluan anggota, anak sekolah dan lain lain,” demikian kata Saifullah.

Sementara itu berdasarkan analisa yang diterima AFNEWS.CO.ID, Sebelumnya Kopkar Mon Madu selaku Vendor PTPN I Aceh sangat lancar dalam hal pembayaran terhadap pekerja lapangan. Tapi, selama ada penggantian Direksi baru yaitu Direktur Komersil yang dijabat Faisal Achmad dan Direktur Operasional Desmanto mulai TMT Maret 2018, pembayaran menjadi macet. Padahal, Dirut nya masih sama, di jabat oleh Uri Mulyari yang sebelumnya masih lancar melakukan pembayaran.

Jadi, terkait tunggakan pembayaran terhadap Kopkar Mon Madu ini, patut dipertanyakan kinerja jajaran Direksi PTPN I Aceh terutama Dirkom Faisal Achmad dan Dirops Desmanto. Kedua Direksi yang baru tersebut dinilai tidak mampu mengelola keuangan PTPN I Aceh dibandingkan kepiawaian pejabat sebelumnya.

Hal ini dibuktikan dengan tertunggaknya hutang PTPN I Aceh kepada Kopkar Mon Madu mencapai Rp 11 Milyar, yang berefek terhadap tidak terbayarnya jerih payah para pekerja lapangan.(ZAL)

Facebook Comments

Artikel ini telah dibaca 568 kali

Baca Lainnya