HUKUM

Sabtu, 14 Juli 2018 - 14:47 WIB

2 tahun yang lalu

logo

“Koruptor” Dana Beasiswa Masih Bebas “Berkeliaran”

AFNEWS.CO.ID – Sejumlah oknum anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) yang diduga terlibat dugaan korupsi milyaran rupiah dana beasiswa, hingga kini masih bebas “berkeliaran“. Bahkan beberapa diantaranya justeru terus melakukan pencitraan di tengah masyarakat, dalam rangka ikut kembali mencalonkan diri pada Pemilu Legislatif 2019 mendatang.

Padahal kasus dugaan korupsi dana beasiswa yang melibatkan oknum anggota DPRA ini, telah lama di tangani oleh Polda Aceh. Namun sampai sekarang status hukum para terduga masih belum jelas.

“Kita prihatin atas lambatnya penetapan status hukum terhadap pelaku korupsi dana beasiswa. Di sisi lain para terduga koruptor ini bebas berkeliaran dan begitu leluasa “mengelabui” rakyat dengan berbagai pencitraan gaya baru, dalam rangka ikut kembali mencalonkan diri pada Pileg 2019. Kenyataan ini tentunya sangat melukai perasaan rakyat Aceh,” kata Ketua Lembaga Tinggi – Komando Pengendalian Stabilitas Ketahanan Nasional Pers Informasi Negara Republik Indonesia ( LT- KPSKN PIN RI ) Aceh Timur Chaidir Hasballah SE, Sabtu (14/7).

Dikatakan Chaidir, pihak Polda Aceh seharusnya sudah bisa menetapkan status hukum terhadap oknum anggota DPRA yang diduga terlibat korupsi dana beasiswa, sehingga proses penegakan hukum di Aceh tidak mengalami stagnasi. Selain itu, penetapan status hukum tersebut sangat penting guna menumbuhkan semangat pemberantasan korupsi dan mempererat keyakinan rakyat atas proses penegakan hukum di Aceh.

“Jadi kita sarankan Polda Aceh untuk secepatnya menetapkan status hukum terduga kasus korupsi ini. Kalau memang gak meyakinkan ya di SP3 kan saja. Sebaliknya jika memang terindikasi kuat, kenapa proses hukumnya seperti mengalami stagnasi, ujar Chaidir Hasballah.

Sebelumnya, Ketua Koalisi Bersama Rakyat (KIBAR) Muslim SE yang akrab disapa Cut Lem, juga mempertanyakan kinerja Kepolisian Daerah (Polda) Aceh yang menangani perkara tersebut.

“Setelah sekian lama, kenapa tahapannya masih saja di tingkat penyelidikan dan belum ada perkembangan yang signifikan. Padahal Rakyat Aceh sangat berharap kepada pihak Kepolisian, agar kasus dana beasiswa ini bisa diusut secara tuntas dan tidak berlarut-larut,” kata Cut Lem.

Sebagaimana diketahui, dugaan korupsi dana beasiswa mahasiswa Aceh berawal dari hasil pemeriksaan Inspektorat Aceh, yang kemudian dilaporkan kepada Gubernur Aceh beberapa waktu lalu.

Total bantuan biaya pendidikan yang telah disalurkan sebanyak Rp 19.854.000.000 kepada 803 mahasiswa yang bersumber dari APBA 2017. Hasil konfirmasi pihak Inspektorat Aceh terhadap 197 mahasiswa, mereka baru menerima Rp 5.209.000.000 dan masih tersisa (belum diterima) yaitu sebesar Rp 1.147.500.000. Dana sisa yang belum diterima mahasiswa itu hingga kini masih berada di tangan para penghubung.

Hasil temuan lainnya, salah seorang oknum anggota DPRA dari partai lokal berinisial IU disebut-sebut sebagai pihak yang paling getol melakukan pemotongan beasiswa untuk mahasiswa Aceh.(ZAL)

Facebook Comments

Artikel ini telah dibaca 499 kali

Baca Lainnya