Reuni Akbar Alumni: Mengulas Historis SMP Negeri Rantau Peureulak Aceh Timur – afnews.co.id

Entertainment

Selasa, 19 Juni 2018 - 10:10 WIB

2 tahun yang lalu

logo

Reuni Akbar Alumni: Mengulas Historis SMP Negeri Rantau Peureulak Aceh Timur

AFNEWS.CO.ID – Pasca terbakarnya sumur minyak yang telah menelan banyak korban jiwa beberapa waktu lalu, nama Kecamatan Rantau Peureulak Aceh Timur kembali “mendunia“. Apalagi sebelumnya, Kecamatan Rantau Peureulak Aceh Timur ini, memang sudah lama menjadi “primadona” dengan segala potensi Sumber Daya yang ada.

Dibalik hingar bingarnya potensi Sumber Daya Alam di daerah tersebut, terdapat sebuah sekolah setingkat SMP yang berdiri sebagai lembaga Pendidikan dengan melahirkan banyak potensi Sumber Daya Manusia. Sekolah itu adalah SMP Negeri Rantau Peureulak yang telah melahirkan orang-orang besar, serta memiliki nilai historis tersendiri bagi warga disekitar.

Karenanya, melalui Reuni Akbar Alumni SMP Negeri Rantau Peureulak yang digelar, Senin (18/6), para alumni mengulas kembali sedikit historis sebagai bagian dari kenangan masa lalu yang tak terlupakan.

Ketua Umum Alumni SMP Negeri Ranto Peureulak H Hasan Basri SH MH dalam acara reuni Akbar yang digelar dengan tema “menjalin silaturrahmi tanpa henti”, mengungkapkan SMP Negeri Ranto Peureulak berdiri sekitar tahun 1975 . Dengan segala keterbatasan yang ada pada saat itu, sekolah tersebut sempat tutup selama beberapa bulan hingga tahun 1976. Tak heran, banyak murid yang sedang menempuh pendidikan di sekolah itu terpaksa harus pindah ke SMP lain yang ada di Pusat Kota di Aceh Timur. Misalnya, pengacara dan consultant hukum Muslim A Gani SH, adalah salah satu Alumni SMP Negeri Rantau Peureulak angkatan Pertama yang terpaksa pindah ke sekolah lain karena pada periode pertengahan tahun 1976, sekolah itu sempat di tutup.

Selanjutnya, kata Hasan Basri, mukai tahun ajaran 1977 s/d sekarang, aktivitas belajar mengajar di SMP Negeri Rantau Peureulak kembali normal dan telah melahirkan banyak orang sukses. “Lebih kurang hampir 8 bulan, Muslem A Gani dkk pindah
Ke SMP Negeri 1 Peureulak ketika itu. Sedangkan angkatan kedua SMP Negeri Rantau Peureulak adalah kelompok saya, hingga bisa menyelesaikan pendidikan di sekolah tersebut,” kisah Hasan Basri.

Karenanya, melalui momentum reuni Akbar ini Hasan Basri berharap kepada seluruh alumni SMP Negeri Rantau Peureulak agar terus menjalin silaturrahmi tanpa henti. Meskipun saat ini banyak alumni yang tersebar di seluruh Indonesia, namun dengan jalinan silaturrahmi yang tanpa putus, diyakini akan memberikan manfaat bagi Sekolah yang memiliki nilai historis serta masyarakat Rantau Peureulak.

Sementara Kepala Sekolah SMP Negeri Rantau Peureulak dalam sambutannya pada cara reuni Akbar para alumni, memberi apresiasi kepada alumni yang bisa hadir di SMP Negeri Rantau Peureulak. ” Beginilah kondisi Sekolah kalian sekarang ini setelah melalui berbagai fase . Sekarang para alumni sudah berkumpul dan bisa melihat sekolah asalnya,” kata Kepala Sekolah.

Tak hanya itu, animo para alumni untuk menceritakan historis SMP Negeri Rantau Peureulak seolah tanpa henti dalam acara tersebut.

Muslem A Gani sebagai alumni pertama, sempat menceritakan sejarah SMP Rantau Peureulak sempat tutup. Kemudian sekolah itu kembali dibuka dan dibangun oleh tokoh masyarakat saat itu seperti Mukim Ibrahim, Tarmizi Amiin.

“Makanya sampai sekarang di Kecamatan Rantau Peureulak jika ada persoalan tidak bisa diselesaikan sendiri oleh Camat tanpa melibatkan tokoh masyarakat,” kata Muslim A Gani.

Sementara itu Camat Kecamatan Ranto Peureulak Aceh Timur T Saiful, megucapkan terima kasih kepada kepengurus alumni SMP Negeri Rantau Peureulak yang telah menggelar kegiatan di Ranto Peureulak.

Terkait tokoh masyarakat Rantau Panjang Peureulak, memang sekarang boleh dikatakan tidak ada. hal ini terlihat ketika terjadinya ledakan sumur masyarakat di Gampong Pasir Putih beberapa waktu lalu.
Dari awal kejadian hingga kedatangan Deputi Mensos RI, dirinya mengaku tidak didampungi oleh tokoh masyarakat. ” Saya hanya dibantu oleh beberapa individu saja yang ada di Kecamatan ini,” ujar Camat Saiful.

Dikatakan, dulu lahirnya Kecamatan Ranto Peureulak saat camat dijabat oleh Drs . T . Ajuran Raden. Ketika itu lahirnya Kecamatan ini bukan hasil pemekaran wilayah biasa. Tapi, ini murni atas usualan dan perjuangan tokoh masyarakat ( pak Mukin Ibrahim dkk) melalui pak Camat Drs T Ajuran Raden. Malah dan biaya berangkat ke Jakarta guna memperjuangkan pemekaran Kecamatan Rantau Peureulak, dibantu oleh Perusahaan Asamera Oil ( LTD) yang difasilitasi oleh bang Zahari Ali ( bang Ayi) , Bapak Chairuddin, Pak Fahrul dan pak Hasan Ali .

“Semoga kedepan Kecamatan Rantau Peureulak lebih maju lagi,” ujar Camat Saiful.

Sementara itu, rangkaian kegiatan reuni Akbar alumni SMP Negeri Rantau Peureulak dilanjutkan dengan Tausyiah silaturahmi disampaikan oleh TGK. HASBI yang juga alumni SMP Neg Rantau Peureulak. (Red AF)

Artikel ini telah dibaca 102 kali

Baca Lainnya