Polisi Diminta Tetapkan Status Hukum Oknum Anggota DPRA “IU” terkait Dugaan Korupsi Beasiswa – afnews.co.id

Kriminal

Selasa, 12 Juni 2018 - 06:23 WIB

2 tahun yang lalu

logo

Polisi Diminta Tetapkan Status Hukum Oknum Anggota DPRA “IU” terkait Dugaan Korupsi Beasiswa

AFNEWS.CO.ID – Aparat Kepolisian Polda Aceh diminta untuk segera menetapkan status hukum terhadap oknum anggota DPRA berinisial IU terkait keterlibatannya dalam kasus dugaan korupsi Milyaran Rupiah Dana Beasiswa Mahasiswa Aceh. Tak hanya IU, penetapan status hukum juga penting dilakukan terhadap oknum anggota DPRA lainnya yang ikut terlibat dalam kasus serupa.

“Penetapan status hukum terhadap oknum anggota Dewan ini sangat penting agar proses hukum atas dugaan korupsi dana beasiswa Mahasiswa Aceh tidak berjalan di tempat dan bisa berlanjut hingga ke “meja hijau“, demikian dikatakan Ketua Koalisi Bersama Rakyat (KIBAR) Aceh Muslim SE atau yang biasa akrab disapa Cut Lem, Selasa (12/6).

Dikatakan Cut Lem, pihaknya berharap dugaan korupsi dana beasiswa yang melibatkan “IU” oknum anggota DPRA agar dapat diusut secara tuntas hingga ke “meja hijau“. Karenanya, sebagai langkah awal pihak kepolisian yang sedang menangani perkara tersebut diminta untuk segera menetapkan status hukum atas oknum anggota DPRA yang diduga terlibat perkara itu.

“Ya biar jelas prosesnya, maka status hukum harus secepatnya disematkan pada oknum anggota DPRA itu. Apakah mereka di tetapkan sebagai tersangka atau tidak, ini sangat penting sebagai tindak lanjut proses hukum atas perkara tersebut,” kata Cut Lem.

Sebelumnya, Aktivis Perempuan Aceh juga telah meminta aparat Kepolisian untuk segera mengusut tuntas kasus dugaan korupsi dana Beasiswa yang telah menyeret nama salah seorang oknum anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) berinisial IU.

“Kita harap polisi atau aparat hukum lainnya, bisa bergerak cepat untuk mengusut kasus ini secara tuntas. Bila perlu, untuk memudahkan menyelidikan dan penyidikan, tangkap saja oknum anggota DPRA ini. Sehingga kepercayaan publik terhadap penegakan hukum di Aceh akan semakin membaik,” ungkap Aktivis Perempuan Aceh, Oktarina, Kamis (7/6).

Sebagaimana diketahui, salah seorang oknum anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) dari Partai Lokal berinisial IU, diduga terlibat korupsi Milyaran Rupiah dana beasiswa tahun anggaran 2016/2017, yang diperuntukkan kepada para Mahasiswa Aceh. Kasus yang telah bergulir ini, kabarnya sedang dalam penanganan aparat hukum di Aceh.

Dugaan korupsi itu berawal dari hasil pemeriksaan Inspektorat Aceh, yang kemudian dilaporkan kepada Gubernur Aceh Pada Jumat (13/4/2018).

Diketahui, total bantuan biaya pendidikan yang telah disalurkan sebanyak Rp 19.854.000.000 kepada 803 mahasiswa yang bersumber dari APBA 2017. Hasil konfirmasi pihak Inspektorat Aceh terhadap 197 mahasiswa, mereka baru menerima Rp 5.209.000.000 dan masih tersisa (belum diterima) yaitu sebesar Rp 1.147.500.000. Dana sisa yang belum diterima mahasiswa itu hingga kini masih berada di tangan para penghubung.

Hasil temuan lainnya, salah seorang oknum anggota DPRA dari partai lokal berinisial IU disebut-sebut sebagai pihak yang paling getol melakukan pemotongan beasiswa untuk mahasiswi Aceh.

Dari 322 orang penerima biaya bantuan pendidikan Aceh tahun 2017, yang paling banyak melakukan pemotongan adalah IU melalui tim lapangannya yang dimotori oleh MK. Sejauh ini pihak Inspektorat sudah memeriksa 60 orang penerima bantuan pendidikan Aceh bersumber dana aspirator dari IU.

“Kasus ini sekarang sudah dalam penanganan Polda Aceh,” demikian ungkap sumber. (Red AF)

Artikel ini telah dibaca 44 kali

Baca Lainnya