Pileg 2019: Partai Politik di Aceh Jangan lagi Calonkan “Koruptor” Dana Beasiswa – afnews.co.id

POLITIK

Minggu, 24 Juni 2018 - 08:16 WIB

2 tahun yang lalu

logo

Pileg 2019: Partai Politik di Aceh Jangan lagi Calonkan “Koruptor” Dana Beasiswa

AFNEWS.CO.ID – Sejumlah Partai Politik di Aceh baik Partai Lokal maupun Nasional, diminta untuk tidak lagi mencalonkan anggota DPRA yang terindikasi terlibat korupsi dana beasiswa, pada Pemilu Legislatif (Pileg) 2019 mendatang.

“Sudah saatnya Partai Politik di Aceh melakukan reformasi serius dengan merekrut Caleg yang bersih, jujur, dan berkualitas serta benar-benar berbuat untuk kepentingan masyarakat. Rakyat jangan lagi disuguhkan Caleg-caleg bermental “korup” untuk dipilih,” demikian diungkapkan Ketua Lembaga Tinggi Komando Pengendalian Stabilitas Ketahanan Nasional Pers Informasi Negara Republik Indonesia ( LT- KPSKN PIN RI ) Aceh Timur Chaidir Hasballah SE, Minggu (24/6).

Dikatakan, pasca MoU Helsinky rakyat Aceh hingga kini masih belum merasakan kesejahteraan. Padahal Pemerintah Aceh telah diberikan kewenangan penuh termasuk anggaran yang melimpah oleh Pemerintah Pusat, untuk melakukan berbagai hal penting dalam rangka membangun seluruh sendi kehidupan rakyat Aceh. Tapi faktanya, banyak rakyat Aceh yang masih hidup dibawah garis kemiskinan dengan tingkat pengangguran yang memprihatinkan.

“Ini tentunya ada yang salah dengan orang-orang yang mengelola Pemerintahan di Aceh, terutama dari kalangan legislatif yang merupakan wakil dan perpanjangan tangan rakyat,” kata Chaidir Hasballah.

Menurutnya, anggota legislatif (DPRA) selama ini terjebak dengan pembahasan hal-hal yang tidak membawa manfaat bagi rakyat Aceh. Mereka terkesan cenderung berpikir untuk kepentingan golongan dan kelompoknya saja. Tak heran, jika mental yang korup tumbuh dan berkembang di kalangan anggota DPRA sebagai sumber “logistik” untuk pemberdayaan sekelompok masyarakat tertentu saja.

“Yang sangat sadis adalah dugaan korupsi dana beasiswa mahasiswa Aceh yang melibatkan anggota DPRA . Apalagi “pemuncak klasemen” dalam dugaan korupsi tersebut adalah anggota DPRA dari Partai Lokal berinisial IU. Ini kan sudah memperburuk citra Partai Lokal di kancah nasional,” ujar Chaidir.

Karena itu, Chaidir Hasballah mengingatkan kepada seluruh Partai Politik peserta Pemilu di Aceh terutama Partai Lokal, agar tidak lagi menyuguhkan kepada rakyat Caleg-caleg yang terindikasi terlibat dugaan korupsi dana beasiswa, pada Pileg 2019 mendatang. Partai Politik di Aceh harus mampu mereformasi diri dan lebih selektif dalam merekrut Caleg.

“Dana beasiswa saja tega dikorup, apalagi dana lainnya. Ini tentu telah mencoreng citra Partai Politik akibat ulah kader mereka yang duduk di DPRA. Jadi sudah sepantasnya pimpinan Partai Politik tidak lagi mencalonkan mereka”, tukasnya.

“Saya rasa banyak putra/putri di Aceh yang masih jujur, amanah, serta punya kualitas pengetahuan dan intelektual yang baik, bisa direkrut sebagai Caleg,” demikian Chaidir Hasballah.

Sebagaimana diketahui, dugaan korupsi dana beasiswa mahasiswa Aceh berawal dari hasil pemeriksaan Inspektorat Aceh, yang kemudian dilaporkan kepada Gubernur Aceh beberapa waktu lalu.

Total bantuan biaya pendidikan yang telah disalurkan sebanyak Rp 19.854.000.000 kepada 803 mahasiswa yang bersumber dari APBA 2017. Hasil konfirmasi pihak Inspektorat Aceh terhadap 197 mahasiswa, mereka baru menerima Rp 5.209.000.000 dan masih tersisa (belum diterima) yaitu sebesar Rp 1.147.500.000. Dana sisa yang belum diterima mahasiswa itu hingga kini masih berada di tangan para penghubung.

Hasil temuan lainnya, salah seorang oknum anggota DPRA dari partai lokal berinisial IU disebut-sebut sebagai pihak yang paling getol melakukan pemotongan beasiswa untuk mahasiswi Aceh.

Dari 322 orang penerima biaya bantuan pendidikan Aceh tahun 2017, yang paling banyak melakukan pemotongan adalah IU melalui tim lapangannya yang dimotori oleh MK. Sejauh ini pihak Inspektorat sudah memeriksa 60 orang penerima bantuan pendidikan Aceh bersumber dana aspirator dari IU. ” Kasus ini sekarang sedang dalam penanganan Polda Aceh,” demikian ungkap sumber. (Red AF)

Artikel ini telah dibaca 71 kali

Baca Lainnya