HUKUM

Minggu, 3 Juni 2018 - 16:53 WIB

2 tahun yang lalu

logo

Kasus Dugaan Ijazah Palsu Bupati Mentawai Sudah Setahun Mengendap

AFNEWS.CO.ID – Proses hukum kasus dugaan penggunaan ijazah palsu oleh Bupati Mentawai Sumatera Barat Yudas Sabagalet, dikabarkan hingga kini masih mengendap di tangan aparat penegak hukum. Padahal kasus tersebut sudah bergulir sejak setahun lalu, namun proses penyelidikan dan penyidikan nya, berlarut-larut hingga terancam mengaburkan substansi tindak pidana yang diduga telah dilakukan Bupati dimaksud.

Ketua Umum Badan Peneliti Independen Kekayaan Penyelenggara Negara dan Pengawas Anggaran Republik Indonesia (BPI KPNPA RI) Drs. H. Tubagus Rahmad Sukendar, SH, Minggu (3/6), meminta kepada Kapolri melalui Karo Paminal Polri atau Kabareskrim Polri, agar dapat mengawal kasus dugaan ijazah palsu SMU Don Bosco yg digunakan Bupati Yudas.

“Ini harus diawasi dan dikawal karena proses hukumnya sudah setahun masih berlarut-larut. Belum ada perkembangan terhadap status hukum atas perkara itu. Kita prihatin dengan kondisi penegakan hukum yang seperti ini,” ujar Tubagus Rahmad Sukendar.

Diketahui, Kasus dugaan ijazah palsu Bupati Mentawai Yudas Sabagalet yang sudah setahun mengendap, akhirnya memasuki babak baru.

Teman sekolah Yudas yang melaporkan kasus tersebut telah memberikan keterangan tambahan dan mendesak pihak penegak hukum untuk menuntaskan kasus itu agar tidak menjadi polemik berkepanjangan.

“Kasus ini haruslah segera dituntaskan, agar tidak menjadi bola liar dikemudian hari. Memang saya akui bahwa Yudas Sabagalet bersekolah di SMA Don Bosco, namun kami sangat meragukan keaslian ijazahnya,” jelas Laurensius Laga Suban, yang merupakan teman sekolah Yudas, beberapa hari lalu.

Ia juga menegaskan bahwa dari fotocopy ijazah SMA Don Bosco tamatan tahun 1985-1986 milik Yudas, pihaknya melihat beberapa keganjilan menyangkut keaslian ijazah itu.

“Agar hal ini menjadi jelas, kami meminta pihak penyidik kiranya dapat melakukan uji ke laboratorium kriminal Polri. Sehingga keaslian ijazah yang dimiliki oleh Yudas bisa dibuktikan dengan benar,” kata Laurensius.

Dikatakan, dirinya siap menanggung resiko hukum, jika nantinya terbukti ijazah Yudas asli berdasarkan pembuktian tersebut. Namun sebaliknya jika ijazah Bupati Yudas terbukti palsu, maka pihaknya meminta Polisi atau aparat penegak hukum untuk segera melakukan penahanan terhadap Bupati Mentawai ini.

“Sebagai alumni, tentunya kami sangat berharap persoalan dugaan ijazah palsu ini dapat segera dituntaskan secara hukum, sehingga nama baik SMA Don Bosco tidak terbawa-bawa,” tegas Laurensius.

Sebelumnya Bupati Kepulauan Mentawai Yudas Sabagalet, dikabarkan telah dilaporkan ke Polda Sumbar terkait  atas dugaan penggunaan ijazah palsu. Namun setelah sekian lama proses hukum atas perkara itu masih mengendap dan tidak jelas status hukumnya hingga sekarang. (Red AF)

 

 

Facebook Comments

Artikel ini telah dibaca 387 kali

Baca Lainnya