Kriminal

Selasa, 26 Juni 2018 - 08:23 WIB

2 tahun yang lalu

logo

Diduga Bohongi Publik, Kasubbag Humas PTPN I Aceh Terancam Dipidana

AFNEWS.CO.ID – Diduga telah melakukan pembohongan publik terkait kasus pemecatan Buruh Harian Lepas (BHL) beberapa waktu lalu, Kasubbag Humas PTPN I Aceh Yantri B Putra terancam di Pidana. Bahkan Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA) selaku kuasa hukum para buruh PTPN I Aceh yang telah dipecat tanpa tenggang rasa itu, telah menyiapkan materi untuk melaporkan Yantri B Putra ke Polda Aceh.

“Unsur pidana nya sudah terpenuhi untuk kita laporkan Yantri B Putra ke Polda Aceh,” ujar Tim Kuasa Hukum YARA, Muhammad Zubir SH, Selasa (26/6/2018), usai menerima perwakilan buruh Kebun Cot Girek, yang dipecat oleh manajemen PTPN I Aceh.

Dikatakan Muhammad Zubir, pernyataan Kasubbag Humas PTPN I Aceh yang membantah tidak melakukan pemecatan terhadap ratusan buruh harian lepas Perusahaan Milik Negera itu, terkesan hanya untuk menutup-nutupi kejahatan berjamaah di lingkungan manajemen PTPN I Aceh dengan mengorbankan buruh di level bawah.

Dikatakannya, sesuai peraturan Perundang-Undang Republik Indonesia khususnya UU No. 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan (“UUK”) beserta peraturan pelaksanaannya, PTPN I Aceh dinilai telah melanggar hukum dengan melakukan pemecatan sepihak terhadap buruh harian lepas yang telah bekerja dalam rentang waktu selama bertahun-tahun.

Buktinya, menjelang lebaran 1439 H, jangankan memberi mereka THR, ratusan Buruh Harian Lepas perusahaan tersebut malah “tega” di pecat secara sepihak dengan alasan efesiensi atau alasan pembenar lainnya.

“Apa yang dikatakan Kasubbag Humas PTPN I Aceh dalam klarifikasinya terhadap pemecatan Buruh harian lepas di beberapa media tertentu, adalah bohong dan tidak sesuai dengan fakta lapangan,” kata Zubir.

Karena itu, Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA) telah mempersiapkan berbagai hal untuk melaporkan perkara ini kepada pihak kepolisian guna menjerat Kasubbag Humas PTPN I Aceh Tantri B Putra secara pidana, demikian Muhammad Zubir.

Sementara itu Direktur Eksekutif Aceh Legal Consult (ALC) Muslim A Gani, Selasa (26/6), mengatakan manajemen PTPN I Aceh masih menggunakan gaya lama. Istilah buruh DIBERHENTIKAN diganti dengan kalimat DIALIHKAN. Dulu juga di kalangan masyarakat sempat beredar istilah di AMANKAN padahal DITANGKAP. Selanjutnya di SEKOLAHKAN artinya HIJRAH DARI DUNIA KE AKHIRAT meskipun sekarang sudah hilang istilah itu, ujar Muslim A Gani dengan Canda seraya menyarankan PTPN I Aceh harus jujur saja bicara sesuai fakta.

Sebelumnya, Manajemen PTP Nusantara I melalui Kasubbag Humas, Protokoler & Portal BUMN Yantri Bakti Putra, dalam pres relis nya, Rabu (13/6), menjelaskan tidak Benar Ratusan Karyawan KHL Panen PTPN I jelang Idul Fitri Dipecat, hal ini hanya mis komunikasi saja, ujarnya

Menurut Yantri, mereka tidak diberhentikan hanya dialihkan sementara pekerjaannya yang biasanya sebagai tenaga KHL Panen menjadi KHL Pemeliharaan, Memupuk dan lain-lain.

Yantri juga menjelaskan sehubungan dengan penurunan produksi TBS beberapa bulan terakhir dan juga kemarau yang sangat berpengaruh terhadap kematangan TBS di pokok, dalam rangka peningkatan mutu TBS yang dipanen, maka manajemen memandang perlu untuk melakukan penataan kembali dan rasionalisasi penggunaan tenaga kerja dilapangan terutama tenaga panen dan pemeliharaan tanaman, sebut Yantri BP.

Salah satunya adalah dengan melakukan perubahan sistem dan kavel panen dari 6/7 menjadi 8/10, dengan diberlakukannya sistim baru ini, maka dibeberapa kebun terjadi kelebihan tenaga panen, atas kelebihan tenaga pemanen tersebut, manajemen perusahaan tidak melakukan pemberhentian / pemecatan, tetapi difungsikan ke pos-pos pekerjaan lain seperti tunasan, pemeliharaan dan pemupukan hal ini sudah dilaksanakan sejak bulan Juni.

Kondisi ini juga akan di evaluasi dan ditinjau kembali sesuai dengan produktivitas TBS dilapangan. Pada saat panen puncak dimungkinkan tenaga tersebut dipekerjakan kembali sebagai tenaga pemanen dilapangan. Pengalihan tenaga kerja itu sifatnya sementara dan merupakan program dari penataan tenaga kerja panen yang berlebih.(ZAL)

Facebook Comments

Artikel ini telah dibaca 278 kali

Baca Lainnya