ACEH

Selasa, 1 Mei 2018 - 09:49 WIB

2 tahun yang lalu

logo

Ekses Bencana Sumur Minyak: Bupati Aceh Timur Harus Intervensi untuk Bebaskan Warga yang Ditahan

 

Teks foto: Tim Aceh Legal Consult (ALC) dan Aceh Human Foundation (AHF) yang terdiri dari Muslim A Gani SH, H Hasan Basri SH, serta Adi Maros ketika mendengar keluhan warga dan menginventarisir berbagai persoalan yang ada ekses Bencana Sumur Minyak Ranto Peureulak

AFNEWS.CO.ID – Bupati Aceh Timur Hasballah M Thaib diminta untuk segera melakukan intervensi guna membebaskan masyarakat dan aparat Gampong yang telah di tahan oleh pihak Kepolisian, ekses dari Bencana Sumur Minyak di Kecamatan Ranto Peureulak. Selain itu, Pemerintah juga harus mengizinkan kembali masyarakat untuk mengelola sumur minyak yang ada dilingkungan mereka. Permintaan ini adalah rangkuman dari keinginan masyarakat setempat, ketika Tim Aceh Legal Consult (ALC) dan Aceh Human Foundation (AHF) yang terdiri dari Muslim A Gani, H Hasan Basri serta Abd Hadi Abidin alias Adi Maros, melakukan kunjungan dan menerima masukan secara langsung dari masyarakat di Kecamatan Ranto Peureulak Aceh Timur, Selasa (1/5).

Pada kesempatan itu, dihadapan Tim ALC dan AHF, masyarakat Ranto Peureulak menceritakan keluhan mereka. Warga saat ini dalam keadaan panik pasca Bencana terbakarnya sumur minyak. Sebab ada anggota keluarga mereka yang telah di tangkap dan dijadikan tersangka oleh polisi.

Padahal, suasana duka masih menyelimuti seluruh keluarga korban terbakarnya sumur minyak itu.

“Kami tidak tau harus mengadu kemana lagi. Keluarga kami sudah meninggal karena jadi korban kebakaran. Sementara anggota keluarga lain juga di tahan oleh Polisi. Ditambah lagi mata pencaharian kami terhenti. Lengkap sudah penderitaan ini. Kami butuh bantuan untuk mengatasi masalah ini,” kata warga.

Menyikapi Keluhan masyarakat korban Bencana Sumur Minyak ini, Direktur Eksekutif Aceh Legal Consult (ALC) Muslim A Gani, yang juga merupakan Putra asli Ranto Peureulak, mengatakan dirinya tetap pada komitmennya. Yaitu, meminta Pemerintah Aceh Timur agar musibah terbakarnya Sumur Minyak milik warga Pasir Putih Kecamatan Ranto Pereulak, statusnya dijadikan sebagai “Bencana Sosial” yang patut mendapat perlindungan dari Pemerintah Daerah. Jika hal ini dijadikan kasus hukum maka persoalan baru akan muncul dan dikhawatirkan akan menambah daftar masalah lain kedepan.

Menurut Muslim, dirinya punya beberapa opsi dalam mengatasi persoalan tersebut. Antara lain pertama, tetapkan dulu peristiwa terbakarnya Sumur Minyak tersebut menjadi status Bencana Daerah atau Sosial. Kedua, kembalikan status hukum tersangka dengan membebaskan dan mengembalikan mereka ke tengah masyarakat. Dan yang ketiga, memberi kesempatan kerja kepada masyarakat untuk tetap menggarap kembali sumur minyak dibawah kendali Pemerintah Daerah.

“Jika hal ini dikabulkan, saya memastikan tidak akan ada gejolak sosial di Kecamatan Ranto Peureulak, saya yakin itu,” ujar Muslim A Gani.

Sementara pada kesempatan yang sama, Direktur Eksekutif Aceh Human Foundation (AHF) Abd Hadi Abidin atau yang akrab disapa Adi Maros, mengatakan pihaknya akan melakukan komunikasi dengan berbagai pihak termasuk dengan instansi Kepolisian menyangkut situasi terkini di Kecamatan Ranto Peureulak.

“Kita akan berusaha melakukan komunikasi dengan baik pada semua pihak agar keluhan masyarakat dapat teratasi, terutama upaya untuk warga yang sudah di tahan, agar dibebaskan dari jeratan hukum,” kata Adi Maros. (ZAL)

Facebook Comments

Artikel ini telah dibaca 221 kali

Baca Lainnya