HUKUM

Senin, 23 April 2018 - 07:01 WIB

2 tahun yang lalu

logo

Taman Depan LP Narkoba Langsa Masuk Nominasi Taman “Termahal”

Taman di depan LP Narkoba Kota Langsa yang diduga beraroma mark up dalam perencanaan pembangunannya

AFNEWS.CO.ID – Sebuah taman yang dibangun oleh Pemerintah Kota (Pemko) Langsa dipinggir Jalan Nasional kawasan Kecamatan Langsa Timur tepatnya di depan Lembaga Pemasyarakatan (LP) Narkoba Langsa, dikabarkan masuk sebagai nominasi taman termahal. Taman yang terletak diatas tanah milik PT Kereta Api Indonesia (KAI) itu, telah menelan biaya sekitar Rp 740 juta lebih.

Keterangan yang diperoleh AFNEWS.CO.ID, Minggu (22/4), taman yang kelihatan kurang terurus itu, dibangun oleh Pemko Langsa dengan menggunakan anggaran 2015/2016 sebesar Rp 740 juta lebih. Diduga, aroma mark up dalam perencanaan pembangunan taman tersebut begitu tinggi. Sebab hasil pekerjaan taman diperkirakan tidak sebanding dengan biaya besar yang telah dikeluarkan.

Direktur Eksekutif Aceh Legal Consult (ALC) Muslim A Gani, Senin (23/4), mengatakan alokasi anggaran nyaris mendekati angka Milyaran Rupiah untuk pembangunan taman di depan LP Narkoba Langsa, adalah sesuatu yang patut dipertanyakan. Disamping itu banyak taman lainnya di Kota Langsa dengan alokasi anggaran yang tidak sesuai dengan fisik kegiatan yang ada.

Taman yang letaknya di depan LP Narkoba Kota Langsa itu dibangun di atas lahan milik PT Kereta Api Indonesia (KAI) tanpa memperoleh izin resmi perusahaan milik negara tersebut. Dan diduga kuat telah terjadi penyimpangan, serta sudah selayaknya untuk dilakukan investigasi menyeluruh terhadap keberadaan beberapa taman yang ditengarai telah terjadi pembengkakan anggaran.

“Memang jika dilihat dari platform anggaran dikaitkan dengan fisik taman, sudah ndak bener. Jadi tidak salah jika aparat penegak hukum melakukan evaluasi untuk kepentingan pembangunan Kota Langsa yang lebih baik kedepan”, ujar Praktisi Hukum ini.

Dilanjutkan Muslim, terkait tanah milik PT KAI didepan LP Narkoba yang telah disulap jadi taman, sebagian tanah tersebut sebelumnya telah ditempati oleh klien Aceh Legal Consult (ALC) yang telah mengikat kontrak dengan PT KAI .

Tapi tak lama kemudian Pemko Langsa tiba-tiba membangun taman di lokasi tersebut hingga nyaris menggusur klien ALC.

“Namun kami melakukan somasi dan Pemko Langsa berhenti membangun sampai batas tempat usaha klien kami di lahan yang disewa pada PT KAI itu”, kata Muslim.

Menurutnya, penyimpangan anggaran dalam pembangunan Taman di depan LP Narkoba itu sudah sepantasnya mendapat perhatian serius dari pihak Kejaksaan atau Kejati Aceh.

“Ini baru taman di depan LP Narkoba, belum lagi taman-taman lainnya dengan cost yang sangat tinggi dibangun seputaran Kota Langsa , dibeberapa tempat harus diakui ada aroma tak sedap begitu,” demikian Muslim A Gani.

Rekanan Pelaksana Pembangunan Taman di depan LP Narkoba Langsa, Mafrizal, membantah jika taman yang dibangun nya itu masuk sebagai nominasi taman “Termahal“.

Kepada AFNEWS.CO.ID, menjelaskan dirinya membeli paket pekerjaan tersebut melalui Dinas Kebersihan dan Pertamanan. “Jadi, tidak ada yang gratis untuk mendapatkan pekerjaan di Pemko Langsa”. Kata Mafrizal .

Dalam hal pekerjaan, Mafrizal mengaku pekerjaan taman yang dibangun nya itu tidak masuk dalam kategori taman termahal, karena masih dalam standart harga yang normal. “Kalau pekerjaan taman di depan LP Narkoba ini memang standar dan malah harganya lebih murah. Dalam 1 (satu) meter pekerjaan paling menghabiskan biaya sebesar Rp 1 juta,” ujarnya.

Menurut Mafrizal, dari seluruh taman yang ada di Kota Langsa, bukan taman di depan LP Narkoba yang mahal. Tapi ada taman lain yang harganya sangat fantastif.

Terkait hal itu, AFNEWS.CO.ID mendapat informasi bahwa pembangunan taman di bekas Stasiun Kereta Api tergolong fantastis karena menelan biaya sudah hampir Rp 4 Milyar. Alokasi dananya sudah dua tahap yaitu anggaran tahun 2016 sebesar RP 2 milyar dan anggaran tahun 2017 sebesar Rp 1,9 Milyar lebih. Tapi pembangunan taman di bekas stasiun Kereta Api itu diperkirakan belum juga selesai.

Selain itu, yang diduga lebih fantastis lagi adalah pembangunan median jalan trotoar di sepanjang Jl A Yani Langsa, tepatnya dari Depan Kantor Kodim hingga ke Simpang Tugu. ” Pembuatan taman dan trotoar ini angka nya sangat bengkak. Bayangkan, dalam 1 (satu) meter pekerjaan menelan biaya sekitar Rp 8 juta. Padahal kalau kita lihat pekerjaan seperti itu, dengan biaya 1 (satu) juta per meter sudah sangat bagus hasil nya,” demikian ujar sumber.

Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Langsa Umar SH yang ingin didapatkan konfirmasinya, tidak berhasil ditemui AFNEWS.CO.ID. Ketika dihubungi via Ponsel, dari tiga nomor milik bersangkutan yang tersimpan AfNEWS.CO.ID, hanya satu nomor Ponsel yang aktif. Tapi beberapa kali nomor tersebut di hubungi, Umar SH tidak mengangkatnya. (ZAL)

Facebook Comments

Artikel ini telah dibaca 449 kali

Baca Lainnya