ACEH

Senin, 16 April 2018 - 08:57 WIB

2 tahun yang lalu

logo

Setelah dapat Akreditasi, RSUD Langsa Putuskan Sepihak Kontrak Rekanan

AFNEWS.CO.ID – Setelah sukses memperoleh akreditasi, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Langsa secara sepihak telah memutuskan kontrak rekanan pengelola limbah Rumah Sakit. Padahal tanpa bantuan ikatan kontrak dengan pihak rekanan tersebut, RSUD Langsa belum memenuhi persyaratan untuk memperoleh akreditasi.

Berdasarkan keterangan yang diperoleh AFNEWS.CO.ID, Senin (16/4), RSUD Langsa telah memutuskan MoU secara sepihak dengan Perusahaan PT. AMiNDY BAROKAH. Padahal pada saat dalam proses akreditasi Rumah Sakit, salah satu persyaratan yang harus dipenuhi RSUD Langsa adalah tentang Pengelolaan dan Pengangkutan limbah bahan berbahaya dan beracun. Lantas, pada saat itu RSUD Langsa membuat Surat Perjanjian dengan PT. AMINDY BAROKAH dengan Nomor : 202/RSL-ABS/SPK-LB3/ VI/2017, yang ditandatangani oleh dr. Syarbaini, M.Kes selaku Direktur RSUD Langsa ketika itu, terkait Pengelolaan dan Pengangkutan Limbah.

Namun setelah mendapatkan akreditasi, manajemen RSUD Langsa tidak pernah lagi menghubungi pihak Perusahaan dari PT AMINDY BAROKAH.

Apa lagi, Pasca pergantian Direktur RSUD Langsa dari dr Syarbaini kepada dr Fardiani, perjanjian kerjasama Pengelolaan dan Pengangkutan limbah dengan PT AMINDY BAROKAH semakin tidak jelas. Malah pihak RSUD Langsa dikabarkan telah melakukan kerjasama dengan Perusahaan lain.

“Ini suatu pelanggaran hukum dan sikap yang tidak etis ditunjukkan oleh manajemen RSUD Langsa,” ungkap Fajar salah seorang Pemerhati Sosial di Kota Langsa, Senin (16/4).

Terkait hal ini, Fajar berharap aparat penegak hukum agar segera memangil/memeriksa Direktur dan Wadir Admistrasi Umum RSUD Langsa serta pihak terkait lainnya.

Apalagi, lanjut Fajar, sebelumnya dalam perjanjian dengan PT. ANINDYA BAROKAH biaya pengelolaan limbah  adalah sebesar Rp  18.000/kg. Jika nanti ditemukan ada kenaikan harga terkait Pengelolaan dan Pengangkutan limbah dengan Perusahaan lain melebihi dari perjanjian sebelumnya, ini patut dijadikan temuan dan mungkin saja telah terjadi Mark Up atau korupsi.

Sebelumnya, berdasarkan Pantauan Wartawan, Minggu (15/4), di RSUD Langsa terlihat ada beberapa orang tenaga kerja  pengangukatan limbah dari perusahaan PT Cahaya Tanjung Tiram Perkasa sedang mempeking limbah kedalam karung untuk dinaikan kedalam truck.

Selain pekerja juga terlihat Kepala Sanitasi RSUD Langsa Syahrial yang sedang mengecek dokumen.
Namun ketika Wartawan melakukan konfirmasi kepada yang bersangkutan terkait berapa biaya pengangkutan limbah, Syahrial mengaku dirinya tidak tau persis dan menyarankan agar menanyakan langsung ke pimpinan RSUD Langsa. (ZAL)

Facebook Comments

Artikel ini telah dibaca 615 kali

Baca Lainnya