Pendidikan

Rabu, 25 April 2018 - 14:23 WIB

2 tahun yang lalu

logo

Lima Abad Lalu Relasi Aceh – Turki Sangat Harmonis

AFNEWS.CO.ID – Sekitar 5 (lima) abad yang lalu hubungan relasi antara Aceh dan Turki Usmani sangat harmonis, terutama sebagai mitra Pendidikan, Bisnis dan Politik. Historis tersebut hendaknya dapat menjadi pelajaran bagi generasi Aceh masa kini. Hal ini dikatakan oleh Ketua Umum Yayasan Dayah Bustanul Ulum Langsa, Dr. Amiruddin Yahya Azzawiy, MA, Selasa (24/4), dalam acara pelepasan Santri MUQ Langsa yang akan mewakili Aceh untuk menghadiri Undangan The Islamic Conference Youth Forum For Dialogue and Cooperation (ICY-DC), organisasi International yang berafiliasi dengan Organisasi Kerjasama Islam (OKI). Acara tersebut akan berlangsung pada 26 s/d 30 April 2018 mendatang di Istanbul Turki.

Pada kesempatan tersebut, Dr Amiruddin yang akrab disapa Emi, menjelaskan bahwa relasi Aceh – Turki telah terjalin sejak lama, sekitar lima abad lalu ketika wilayah Aceh dibawah Kerajaan Aceh Darussalam. Setelah Dinasti Abbasiyah (Baghdad) runtuh, maka dinasti yang kuat saat itu, selain Turki Ustmani, ada Dinasti Mughal (India), Dinasti Syafawi (Persia) dan Kerajaan Aceh Darusslam.

Ketika itu, relasi Aceh – Turki tidak hanya dalam bidang Ekonomi saja, bahkan merambah ke dunia Politik, Human Right dan Pendidikan. Termasuk membicarakan Selat Malaka, yang pada saat itu di dominasi oleh Portugis dengan begitu kuat.

“Dulu, orang Aceh berdiskusi, berdialog, dan membangum kerjasama yang baik dengan Turki. Maka, ketika santri MUQ Langsa di undang untuk menghadiri sebuah Konferensi Internasional disana, Ini sebuah kemajuan yang sangat luar biasa. Artinya, semacam pengulangan sejarah masa lalu di era sekarang,” ujar Dr Emi.

Karenanya, Dr Emi mengaku sangat bangga, karena santri MUQ Langsa diberi kesempatan untuk dapat berdiskusi dengan masyarkat internasional, berdialog, sharing pengalaman dan berkontribusi menyikapi perkembangan dunia. Hal ini menandakan bahwa santri MUQ Langsa mampu berkiprah diajang Internasional, dan tentu hal ini tidak terlepas dari kerja keras Mudir dan para ustadz serta ustadzah di MUQ Langsa.

“Berkiprah di ajang internasional tidak mudah, dibutuhkan kerja keras dalam bidang Akademik. Diantaranya yang terpenting punya kemampuan berbahasa Arab dan Inggris”

Pada kesempatan itu, Dr Emi juga turut mengucapkan selamat dan suskes kepada para Santri sebagai duta MUQ Langsa, duta Aceh dan duta Indonesia di forum Internasional di Istanbul – Turki.

Adapun santri MUQ Langsa yang menghadiri konferensi internasional tersebut, Siraj Al-Haq Al-Fuqary kelas X IIK2, Muhammad Arief Anhar Kelas XI MIA2 dan Khaliqul Badar Kelas XI MIA2. Sedangkan pendamping mereka Ustadz Wali Ramadhani, MA Guru dan Staf Lembaga Bahasa MUQ Langsa. (ZAL)

Facebook Comments

Artikel ini telah dibaca 195 kali

Baca Lainnya