HUKUM

Rabu, 18 April 2018 - 12:48 WIB

2 tahun yang lalu

logo

Keluarga Direktur Operasional Diduga Ikut “Main” Proyek di PTPN I Aceh

ilustrasi

AFNEWS.CO.ID – Keluarga atau sanak saudara Sayed Abdurrahman (Direktur Operasional) PTPN I Aceh, diduga ikut bermain/mengelola berbagai proyek pada Perusahaan Milik BUMN tersebut. Informasi Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN) yang diduga dilakukan oleh Sayed Abdurrahman ini, telah lama beredar di lingkungan internal Perusahaan. Namun para karyawan PTPN I Aceh lebih memilih “tutup mulut” dengan alasan yang tidak diketahui.

Keterangan yang diperoleh AFNEWS.CO.ID, Rabu (18/4), mengungkapkan Direktur Operasional PTPN I Aceh Sayed Abdurrahman melalui sanak saudara/keluarganya, ikut bermain sejumlah proyek di PTPN I Aceh dengan modus melakukan titipan lewat Perusahaan CV Bangun Mitra Bersama, dengan bidang pekerjaan rental dan pengangkutan serta beberapa bidang pekerjaan lainnya.

Dalam melaksanakan paket pekerjaan yang diduga merupakan hasil Kolusi dan Nepotisme ini, CV Bangun Mitra Bersama telah memasukkan beberapa unit armadanya seperti Dump Truck dan loaders dibeberapa areal Perkebunan PTPN I Aceh. Diantaranya, 1 (satu) unit Dump Truck di Kebun Baru, 2 (dua) unit Dump Truck di Pabrik Kelapa Sawit (PKS) Tanjung Seumentok, 2 unit Dump Truck di Kebun Pulau Tiga, serta 1 (satu) unit Loaders di PKS Pulau Tiga. Semua armada milik CV Bangun Mitra Bersama tersebut, bersifat rental yang dikontrak per tahun oleh PTPN I Aceh.

Menurut informasi dari kalangan internal PTPN I Aceh, kemenangan CV Bangun Mitra Bersama dalam tender yang dilaksanakan panitia lelang PTPN I Aceh atas beberapa paket pekerjaan, tak lepas dari pengaruh atau tekanan dari Direktur Operasional Sayed Abdurrahman. Yang bersangkutan diduga ingin memenangkan keluarga/sanak saudaranya, melalui CV Bangun Mitra Bersama. Modus lama mengelabui Panitia lelang pun turut dilakukan dengan cara manipulasi identitas Keluarga Sayed Abdurrahman, sehingga secara administrasi seolah-olah Sayed Abdurrahman tidak melakukan Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme.

Namun fakta di lapangan, sudah menjadi rahasia umum jika sanak saudara atau keluarga besar Sayed Abdurrahman telah terlibat dalam mengelola sejumlah paket pekerjaan (proyek) di PTPN I Aceh.

Jika hal ini benar, maka Sayed Abdurrahman dapat dijerat dengan Pasal 1 ayat 5 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 28 Tahun 1999 tentang Penyelenggara Negara Yang Bersih dan Bebas dari Korupsi, Kolusi dan Nepotisme. Apalagi PTPN I Aceh merupakan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang modal nya berasal dari uang rakyat.

Sementara itu, mundurnya Direktur Komersil PTPN I Aceh Arfinaldi beberapa waktu lalu, diduga salah satunya penyebabnya adalah ketidaksepahaman antara yang bersangkutan dengan Direktur Operasional Sayed Abdurrahman, dalam mengelola PTPN I Aceh secara bersih dan bebas KKN. Akibat tidak solid nya jajaran Direksi dan manajemen PTPN I Aceh, maka Arfinaldi lebih memilih mengundurkan diri dari jabatan Direktur Komersil, ketimbang mengikuti perilaku yang tidak sehat dalam mengelola Perusahaan Milik BUMN itu.

Seluruh informasi yang dihimpun oleh AFNEWS.CO.ID dalam berita ini, tentunya harus ditelusuri lebih lanjut oleh aparat penegak hukum guna mengungkap fakta yang sebenarnya.

Sementara itu Direktur Operasional PTPN I Aceh Sayed Abdurrahman yang ingin didapat konfirmasi dan klarifikasi terkait dugaan keterlibatan sanak saudara/keluarganya dalam mengelola berbagai paket pekerjaan di PTPN I, tidak berhasil ditemui AFNEWS.CO.ID. Bahkan hingga berita ini ditayang, yang bersangkutan tidak dapat dihubungi dan sarana komunikasi lainnya untuk mendapatkan konfirmasi dan klarifikasi dari Sayed Abdurrahman juga telah terblokir. (ZAL)

Facebook Comments

Artikel ini telah dibaca 412 kali

Baca Lainnya