Dirut PTPN I Aceh yang selalu “Ngoceh” ingin Mundur, Ternyata semakin Arogan – afnews.co.id

NASIONAL

Senin, 30 April 2018 - 07:33 WIB

2 tahun yang lalu

logo

Dirut PTPN I Aceh yang selalu “Ngoceh” ingin Mundur, Ternyata semakin Arogan

AFNEWS.CO.ID – Direktur Utama PTPN I Aceh Uri Mulyari yang pada setiap momentum selalu “ngoceh” akan mengundurkan diri dari jabatannya dihadapan para karyawan, ternyata semakin arogan. Malah pernyataan Uri Mulyari yang ingin mundur diberbagai kesempatan itu, telah dinilai ‘miring‘ oleh para Karyawan PTPN I Aceh. Mereka menganggap Uri Mulyari hanya “omong kosong” saja, sebagai upaya untuk menarik perhatian Pimpinan Holding Company dan para pemegang saham.

“Sudah sering yang bersangkutan menyatakan ingin mundur tapi sampai sekarang gak mau mundur juga. Ini munafik namanya. Pura-pura gak butuh padahal ingin sekali berlama-lama di posisi jabatannya,” demikian ujar sumber di kalangan internal PTPN I Aceh.

Dikatakan, Dirut PTPN I Aceh (Uri Mulyari) berulang kali telah mengeluarkan kata-kata ingin mengundurkan diri dari jabatannya sejak pertengahan tahun 2017 lalu. Hal itu diucapkan baik dalam rapat dengan para Pejabat PTPN I maupun dihadapan para Karyawan Kebun. Tak hanya itu, dalam setiap kunjungannya ke Pabrik Kepala Sawit (PKS), Uri Mulyari tak lupa “mengoceh” akan mengundurkan diri dari jabatan.

Tentunya, pernyataan tersebut dinilai oleh para karyawan Kebun sebagai hal yang memuak-kan dan bagian dari “cari muka” Uri Mulyari kepada para pemegang saham, dengan tujuan yang berlawanan dengan apa yang diucapkannya.

“Kami heran kok dari dulu selalu ngoceh mau mundur tapi gak melakukannya. Cuma omong doang. Tidak seperti mantan Direktur Komersil Arfinaldi yang sangat konsekwen dengan pernyataannya dan langsung berhenti. Pak Arfinaldi sangat komit antara ucapan dan perbuatannya,” ujar Karyawan Kebun PTPN I Aceh.

Terkait persoalan ini, para Karyawan PTPN I Aceh juga menyatakan keheranannya terhadap para Pemegang Saham. Sebab, Dirut PTPN I Aceh yang sudah sering “ngoceh” ingin mundur dari jabatannya, tapi tidak dicopot. Malah sebaliknya, Sayed Abdurrahman (Mantan Direktur Operasional) yang merupakan salah satu putera terbaik Aceh di PTPN I, telah di copot oleh pemegang saham. Padahal, kinerja Sayed Abdurrahman sangat bagus di PTPN I Aceh.

Anehnya, pengganti Sayed Abdurrahman sebagai Direktur Operasional PTPN I Aceh, juga di droping dari kalangan luar dan bukan dari internal PTPN I Aceh. Padahal banyak karyawan di internal PTPN I Aceh yang layak untuk menduduki posisi tersebut. Kabarnya, Direktur Operasional yang baru bernama Desmanto adalah “orang dekat” Uri Mulyari.
Setelah ditelusuri, ternyata Desmanto diduga pernah terlibat dalam kasus dugaan korupsi dana Pembangunan “Peumakmu Gampong” di Sawang Aceh Utara, yang menghabiskan biaya Milyaran Rupiah. Saat itu Desmanto masih menjabat sebagai Kasubag di KSO PTPN III (Persero) dan kasus dana Pembangunan “Peumakmu Gampong” tersebut, masih dalam penanganan aparat hukum.

Karenanya, para karyawan PTPN I Aceh mendesak Kementerian BUMN agar segera mencopot Dirut PTPN I Aceh Uri Mulyari, sehingga kinerja para karyawan bisa lebih maksimal.

Apalagi, diketahui Dirut Uri Mulyari selama ini diduga telah menjadi backing bagi Manajer Kebun Baru Hajad Darmawan dalam persoalan Korupsi, yang kasusnya sedang ditangani oleh pihak Kejaksaan Tinggi Aceh.
bahkan informasi terakhir, Hajad Darmawan telah dipanggil secara resmi oleh pihak Kejati Aceh guna dilakukan pemeriksaan dalam perkara korupsi yang diduga telah dilakukannya.

Sementara itu Direktur Utama PTPN I Aceh Uri Mulyari yang ingin didapat konfirmasinya, tidak berhasil ditemui. Tapi AFNEWS.CO.ID sempat menanyakan perihal pernyataan ingin mundur dari jabatan yang sering diucapkan yang bersangkutan dihadapan karyawannya, melalui WhatsApp Messenger. Uri Mulyari tidak menjawab pertanyaan Wartawan dan akhirnya Uri Mulyari ikut mem-blokir kontak WhatsApp Messenger Wartawan, sehingga terputus komunikasi. (ZAL)

Artikel ini telah dibaca 96 kali

Baca Lainnya